Home Investasi Yuk, Mengenal P2P Lending di Indonesia

Yuk, Mengenal P2P Lending di Indonesia

by Mas Abadi

Ada dua makna pada konsep P2P Lending yakni menjadi pemberi pinjaman atau peminjam. Menjadi apapun Anda pada P2P Lending, keduanya bisa memberikan banyak manfaat untuk keuangan Anda. Tetapi, mekanisme ini tentunya memiliki resiko. Sama halnya dengan kegiatan keuangan lainnya, Anda tetap wajib waspada untuk menjalaninya. 

Tetapi, selama Anda paham bagaimana mekanismenya, maka Anda akan baik-baik saja. Nah, di bawah ini merupakan seluruh hal yang wajib Anda ketahui mengenai P2P Lending. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini. 

Apa Itu P2P Lending? 

P2P Lending atau peer to peer lending merupakan sebuah cara untuk memberikan pinjaman dana untuk bisnis atau individu. Seseorang yang meminjamkan dana disebut menjadi investor atau pendana. Return atau keuntungan yang nantinya investor peroleh berasal dari suku bunga yang peminjam ajukan. 

Sebaliknya, P2P Lending untuk peminjam berarti aktivitas pengajuan pinjaman guna kebutuhan bisnis atau individu. Pada intinya, P2P Lending masing-masing orang dapat mengajukan atau memberi pinjaman guna berbagai macam tujuan, tanpa perlu memakai jasa dari bank. 

Pada umumnya, mekanisme dari P2P Lending ini sama seperti sistem marketplace online, yang memberikan wadah untuk tempat mempertemukannya penjual dan pembeli. Tetapi, pada P2P Lending sendiri sistem didalamnya mempertemukan pemberi pinjaman dengan peminjam dana. 

Sehingga, dapat dikatakan jika P2P Lending adalah marketplace untuk aktivitas pinjaman dan meminjamkan dana. Dibandingkan dengan melakukan pengajuan pinjaman di bank, jasa kredit, koperasi dan lainnya yang mempunyai proses cukup rumit, Anda dapat melakukan pengajuan pinjaman di P2P Lending sebagai solusi mendapatkan dana mudah dan cepat. 

Bagaimana Cara Kerja P2P Lending? 

  • Sebagai investor atau pendana 

Investor atau pendana dapat melihat secara detail data peminjam, misalnya tujuan meminjam dana, lamanya usaha beroperasi, riwayat keuangan, pendapatan dan lainnya. 

Ini bisa dikatakan marketplace peer to peer, sebab investor dapat melihat dan menentukan pinjaman yang ingin didanai dengan besaran bunga, resiko, tenor yang akan diberikan. 

Ketika ingin meminjamkan dana, investor dapat langsung memberikan sejumlah uang. Sesudah itu, peminjam harus membayar pinjaman tersebut dengan mengangsurnya atau membayarnya pada akhir waktu tenor. 

Disitulah, investor memperoleh keuntungan dari pinjaman pokok dan suku bunganya. Lalu, besaran suku bunganya tergantung dengan bunga pinjaman yang investor berikan. 

  • Sebagai peminjam 

Menjadi peminjam dana maka wajib untuk mengunggah seluruh dokumen yang diperlukan untuk melakukan pengajuan pinjaman online yang bisanya memiliki proses yang mudah dan cepat. Biasanya dokumen yang akan diminta seperti laporan keuangan dan tujuan Anda melakukan pengajuan pinjaman. 

Pengajuan Anda dapat ditolak atau diterima tergantung dari banyak faktor. Bila pengajuan Anda ditolak, maka Anda perlu memperbaiki seluruh hal yang menyebabkan pengajuan Anda ditolak. Bila diterima, maka suku bunga akan diberikan. 

Sesudah itu, pengajuan Anda akan masuk pada marketplace. Dengan demikian, seluruh investor dapat melihat pengajuan Anda dan memberikan dana. Saat pendanaan telah terkumpul, dana akan dicairkan dan langsung di transfer ke rekening Anda. 

Apakah P2P Lending Solusi yang Tepat? 

Tentu saja hal tersebut bergantung dengan kebutuhan keuangan Anda. Untuk peminjam, P2P Lending adalah solusi tepat untuk memperoleh pinjaman uang dengan mudah dan cepat. P2P Lending sebagai alternatif, saat meminjam pada bank dirasa cukup rumit. 

Selain itu, pinjaman yang satu ini pun umumnya tidak perlu memberikan jaminan. Sehingga, sangat berguna untuk Anda yang tidak mempunyai aset sebagai jaminan maupun kartu kredit. 

Untuk investor, P2P Lending adalah alternatif yang tepat untuk berinvestasi dan mengembangkan dana menjadi lebih banyak lagi. Apalagi bila Anda mempunyai dana lebih dan ingin mengembangkannya, tetapi masih bingung untuk mengalokasikannya. 

Modal awal untuk pendanaan pada P2P Lending ini bisa dikatakan sangat kecil. Bahkan, Anda bisa mulai dari Rp 100 ribu saja. Selain itu, dengan memberikan dana pada P2P Lending ini, Anda pun dapat belajar tentang investasi. Mengapa? Sebab P2P Lending mempunyai prinsip-prinsip dasar yang sama. Dimana Anda pun wajib menganalisa seluruh pinjaman yang akan Anda danai. 

Keunggulan P2P Lending 

Manfaat paling besar P2P Lending untuk peminjam yaitu suku bunga tergolong rendah dibandingkan dengan bank. Selain itu, untuk proses pengajuannya juga mudah dan cepat. Anda tidak dimintai syarat yang berlebihan demi pinjaman mendapatkan persetujuan. 

Nantinya, bila Anda mempunyai reputasi buruk tentang pinjaman keuangan, maka Anda dapat menjelaskannya mengapa hal tersebut dapat terjadi dan tidak ada agunan jika Anda meminjam uang pada P2P Lending. 

Manfaat untuk investor yaitu karena suku bunga yang signifikan, sehingga dapat menguntungkan para investor dan memberikan pinjaman di P2P Lending ini memudahkan Anda mendiversifikasi pendanaan, jadi memperbesar peluang Anda untuk mendapatkan keuntungan yang besar. 

Demikianlah, pembahasan tentang P2P Lending di Indonesia yang saat ini sedang menjamu di negeri ini. Untuk Anda yang ingin mengajukan pinjaman di P2P Lending, jangan lupa untuk melihat izin perusahaan tersebut pada OJK, ya! 

You may also like