Home Karier Wajib Tahu, Calon Karyawan Mengenal Jenis Kontrak Kerja dan Keabsahannya

Wajib Tahu, Calon Karyawan Mengenal Jenis Kontrak Kerja dan Keabsahannya

by Mas Abadi

Mendapatkan surat penawaran kontrak kerja memang sangat menyenangkan dan membahagiakan, apalagi untuk yang pertama kali merasakannya. Akhirnya hasil perjuangan selama ini benar-benar berbuah manis, karena lelahnya mencari kerja, mengirimkan proses lamaran, sampai kepada rekrutmen hingga selesai. 

Meskipun dalam suasana yang begitu menyenangkan, tetapi perlu dipahami dan jangan terlalu terlena terkait proses kontrak kerja tersebut. Penting sekali untuk memperhatikan dan mengkonfirmasi beberapa hal secara lebih lanjut sebelum Anda langsung menyetujui dan tanda tangan kontrak kerja tersebut. Nah, apa saja yang perlu dilihat? Simak yuk penjelasannya. 

Jenis-Jenis Kontrak Kerja 

Untuk Anda yang baru mendapatkan pekerjaan, terlebih ini pengalaman pertama kali sampai pada titik penawaran kontrak kerja, maka penting untuk memahami beberapa jenis-jenis kontrak kerja. Berikut ini beberapa jenis kontrak kerja yang dapat Anda pahami, mari kita bahas. 

1. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tetap (PKWTT)

Jika Anda menginginkan status pekerjaan tetap, tentunya Anda akan mendapatkan surat perjanjian kerja waktu tidak tetap (PKWTT). Maksud dari waktu tidak tetap tersebut adalah tidak adanya batasan waktu yang diatur dan dijalin antara karyawan dan perusahaan. Oleh karena itu, apabila perusahaan menginginkan lamaran kerja tetap pastikan mendapatkannya. 

Sebelum mendapatkan status sebagai pekerja tetap, pihak karyawan akan harus menjalani masa percobaan (probation) selama 3 bulan, tergantung dari kebijakan perusahaan masing-masing. 

2. Perjanjian Kerja Waktu Tetap (PKWT)

Apabila statusnya untuk kontrak atau kurun waktu tetap, maka jenis kontrak pekerjaan ini hanya sementara dan disesuaikan dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Jenis kontrak ini memang resmi dan beberapa perusahaan masih banyak menggunakan tahapan pekerjaan dengan menyediakan status sebagai PKWT tersebut. 

Untuk Anda yang mendapatkan proses pekerjaan kontrak, tentunya Anda harus memahami beberapa ketentuan yang diberikan. Harus benar-benar diperhatikan, karena ada kekuatan hukum yang mengikat antara satu sama lainnya. Dalam tahapan ini ada bukti tertulis dan langsung diikat dengan materai. 

3. Perjanjian Kerja Paruh Waktu 

Mungkin dari Anda sudah tidak asing mendengar kerja “part time”, tapi apakah pekerjaan tersebut mempunyai surat kontrak kerja? Tentu ada perjanjian yang mengikat. Biasanya untuk ukuran pekerjaannya sendiri diukur berdasarkan dari waktu pekerjaan tersebut, tidak lebih dari 8 jam per harinya. 

4. Perjanjian Pemborongan Pekerjaan 

Status pekerjaan itu ada tetap, kontrak, dan outsourcing. Dalam artian jenis pekerjaan tersebut disesuaikan dengan beberapa kebutuhan perusahaan. Apabila Anda status sebagai karyawan outsourcing, perusahaan akan menggunakan perjanjian kerjasama dengan status pekerjaan pemborongan tersebut. 

Bentuk perjanjian ini dibuat berdasarkan dari pihak perusahaan yang bekerjasama dengan penyedia jasa tenaga kerja. Kebutuhannya pun banyak dilakukan dan ditentukan dengan jumlah pekerja yang skala besar. Untuk kebutuhan yang lebih enak, beberapa perusahaan membuat perjanjian dalam bentuk PKWTT dan PKWT. 

Apa Saja Bentuk Syarat Sah Perjanjian Kontrak kerja? 

Di Indonesia sendiri ada syarat dan ketentuan yang berlaku terkait dengan syarat-syarat kontrak kerja tersebut. Berikut ini beberapa bagian yang dapat Anda ketahui, simak penjelasan lengkapnya. 

1. Terdapat Pihak Pekerja dan Pemberi Kerja 

Status sah adanya perjanjian kerja tersebut adalah terdapat pihak yang bekerja dan memberikan pekerjaan. Dengan adanya ketentuan tersebut, maka pihak yang memberikan pekerjaan dapat menjelaskan dan menjabarkan beberapa syarat-syarat, hak, dan kewajiban terkait dari pekerja dan pemberi kerja secara keseluruhan. 

2. Terdapat Kurun Waktu 

Surat penawaran kontrak kerja yang sah dan berlaku itu dapat dilihat dari kurun waktu yang telah ditentukan dan ditetapkan. Hal ini untuk memberikan penjelasan dan keterangan terhadap beberapa kesepakatan yang ada. 

3. Ada Kejelasan Upah

Mendapatkan upah atau gaji menjadi bagian penting yang harus diketahui oleh Anda sebagai pekerja dalam perusahaan. Hal ini sebagai bentuk imbalan yang akan diberikan oleh pihak yang telah memberikan pekerjaan. Dengan demikian, hasil dari pekerjaan yang Anda lakukan tersebut ada kompensasi yang harus diterima. 

Bentuk upah sendiri ada dalam uang atau tunjangan yang telah sesuai dengan persetujuan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia, sehingga akan dibayarkan ketika memasuki akhir bulan nantinya. 

4. Kesepakatan Bersama

Umumnya adanya kesepakatan kerja telah melalui beberapa proses atau tahapan yang dibuat oleh perusahaan untuk calon kandidatnya. Terjadinya kesepakatan didasari dari sukarela atau ikhlas antara satu sama lainnya, dalam tahap ini terkait perusahaan dan karyawan. Dengan demikian terciptanya perjanjian kerja yang ada. 

5. Hak dan Kewajiban 

Poin-poin dalam kontrak kerja tersebut menjelaskan mengenai beberapa hak dan kewajiban yang telah dijabarkan secara jelas dan lengkap. Tujuan dari penjelasan itu menghindari kesalahpahaman antara kedua belah pihak. 

 

Nah, penting sekali untuk memahami dan mengerti mengenai kontrak kerja. Apalagi untuk Anda yang baru pertama kali mendapatkan penawaran tersebut. 

You may also like