Home Investasi Usaha Mikro: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

Usaha Mikro: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

by Mas Abadi
usaha mikro

Kalau berbicara tentang usaha mikro, pasti tidak terlepas dari UMKM  atau kepanjangan dari usaha mikro, Kecil dan Menengah). UMKM ini adalah salah satu tulang punggung dari perekonomian yang seharusnya dikembangkan dan tentu juga dijaga karena untuk usaha ini di Indonesia memiliki peluang yang  cukup besar dan diharapkan dapat cepat berkembang dimana masih dapat kita lihat belum banyakanya pesaing yang menguasai pasar terutama di pedesaan. Disini mari kita membahas lebih spesifik tentang usaha mikro tersebut.

Pengertian Usaha Mikro

Sesuai yang tertuang didalam Undang-undang UMKM no. 20 tentang UMKM, Usaha Mikro memiliki pengertian sebagai usaha produktif milik perorangan dan atau usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro. Namun, usaha yang satu ini dapat diartikan juga sebagai aktivitas ekonomi berskala kecil yang bersifat tradisional dan informal dalam artian belum terdaftar, tercatat, dan berbadan hukum. Sedangkan menurut perkembangannya, usaha mikro dapat diartikan dengan sebuah usaha yang dapat dianggap sudah cukup berkembang namun belum dapat mengakomodir aktivitas ekspor.

Karateristik Usaha Mikro

usaha mikro

Seperti usaha-usaha yang lainnya, bisnis mikro pun memiliki beberapa karakteristik tersendiri. Berikut beberapa karakteristik dari bisnis mikro, diantaranya :

  1. Jenis barang atau komoditi pada usaha dapat berganti sewaktu waktu,
  2. Tempat usaha dapat berpindah sewaktu-waktu (masih bersifat rumahan),
  3. Sistem pembukuan yang masih sederhana . Belum menerapkan sistem pembukuan yang sesuai standar (keuangan pribadi dan keuangan usaha masih disatukan), 
  4. Pemilik usaha (SDM) belum mempunyai jiwa kewirausahaan / jiwa dagang yang mumpuni,
  5. Tingkat pendidikan pemilik usaha (SDM) masih rendah,
  6. Pemilik usaha umumnya belum memiliki akses perbankan, namun telah memiliki akses ke lembaga non bank,
  7. Pemilik usaha umumnya belum memiliki ijin usaha termasuk npwp,
  8. Memiliki modal yang terbatas,
  9. Jumlah karyawan yang dimiliki pelaku usaha , paling banyak 10orang (biasanya orang terdekat pemilik usaha) dan belum memiliki tenaga ahli,
  10. Kemasan produk pemilik usaha belum sesuai/memiliki standar (belum rapi dan masih sesuai kemampuan pemilik usaha),
  11. Produksi yang dilakukan sesuai dengan pesanan pelanggan dan masih dalam jumlah yang terbatas/sedikit karena keterbatasan modal,
  12. Memiliki banyak pesaing dengan usaha yang sama karena usaha yang dilakukan dapat dengan mudah ditiru dan dilakukan,
  13. Belum memiliki struktur organisasi yang jelas. Semua kegiatan masih diawasi langsung oleh pemilik usaha,
  14. Pemasaran produk belum memiliki cakupan yang luas (hanya mencakup lingkup kecamatan atau kabupaten).
  15. Pengalaman manajerial yang masih terbatas,
  16. Usaha yang memiliki kekayaan bersih Rp 50.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha,
  17. Omzet tahunan mencapai Rp 300.000.000,-
  18. Memiliki keuntungan aset dan keuntungan yang kecil.

Diatas adalah beberapa karakteristik dari usaha mikro itu sendiri, di mana tentu saja karakteristik tersebut akan memberikan pandangan lebih luas dari bisnis mikro ini. Selanjutnya yang akan kita bahas adalah beberapa contoh dari usaha mikro itu sendiri.

Contoh Usaha Mikro

Seusai dengan pengertian dan karakteristik yang telah dijelaskan diatas, berikut beberapa contoh UMKM, diantaranya:

  1. Bidang Kuliner (makanan dan minuman). Contoh : jualan kue, jualan jajan pasar, jualan minuman, jualan makanan, jualan ayam potong, jualan sayuran, jualan bakso, mie, nasi goreng, dll,
  2. Bidang Digital dan Online. Contoh : jual produk kecantikan, jualan pakaian, jualan sandal & sepatu, dropshipper, reseller, jualan perlengkapan bayi, jualan peralatan bayi,
  3. Bidang Jasa. Contoh : jasa pembuatan konten, jasa pembuatan web, jasa percetakan, jasa fotokopi, jasa les privat, jasa menjahit (konveksi), jasa potong rambut (salon kecantikan), jasa fotografi, jasa videografi, Jasa service kendaraan bermotor (perbengkelan), jasa desain,
  4. Peternakan ayam, perikanan, dan itik,
  5. Usaha tani pemilik dan penggarap perorangan,
  6. Usaha pembudidaya,
  7. Nelayan,
  8. Usaha Gerabah,
  9. Toko kelontong atau toko sembako,
  10. Usaha Sablon Kaos.

Dari pengertian , karakteristik dan contoh usaha atau bisnis mikro diatas, anda dapat mencoba untuk menjalankan salah satu jenis usaha mikro tersebut , baik sebagai penghasilan tambahan atau sebagai penghasilan utama karena usaha mikro ini tidak akan mati dan jika anda mau menekuninya, anda dapat mengembangkan usaha mikro ini menjadi lebih besar. 

Keuntungan yang anda akan dapat tentunya penghasilan yang lebih besar dan anda dapat membantu masyarakat sekitar dimana anda membuka usaha untuk membantu usaha anda. Secara tidak langsung, anda akan membuka lebar lapangan pekerjaan baru dan mampu mempekerjakan masyarakat sekitar. Menarik bukan? Seperti pantun sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Selagi anda mengembangkan usaha mikro anda, anda dapat mensejahterahkan masyarakat sekitar, dan keuntungan yang anda dapatpun akan terus bertambah seiring semakin besarnya usaha anda.

You may also like