Home Tips Tips Mengatur Uang Saku Anak

Tips Mengatur Uang Saku Anak

by admin

Menjadi orang tua dari anak-anak, tentu keinginan agar dapat memberikan pendidikan merupakan hal utama bagi anaknya. Salah satunya yakni urusan finansial. Maka tidak heran, apabila setiap orang tua selalu mengatur uang saku kepada anak mereka yang sudah mulai masuk sekolah.

Jika uang saku yang diterima sering dianggap terlalu sedikit, kamu tidak boleh protes, malah para orangtua menginginkan agar kamu dapat mengatur uang suka yang telah diberikan dengan baik,baik itu uang jajan hingga uang untuk ditabung.

Terkait hal ini, tidak sedikit orang tua yang sering kebingungan dalam menentukan jumlah uang saku kepada  anaknya. Nah, dibawah ini untuk para orang tua dimanapun kalian berada, simak pembahasan terkait menentukan uang saku serta tips cara mengatur uang saku kepada sang anak, antara lain:

Langkah Mudah Atur Uang Saku Anak

1.       Memberi pemahaman terkait fungsi uang terhadap anak

Berapapun jumlah uang yang kamu beri kepada anak, hal ini sangat penting untuk kamu ajarkan.Anak wajib memahami uang serta fungsi uang tersebut dalam kehidupan. Aspek ini bertujuan supaya mereka dapat lebih bijak dalam penggunaan yang telah diberikan, dan tidak peduli seberapa besarnya uang saku yang kamu berikan.

Misalnya, kamu memberi uang saku ke anak yang sudah sekolah SD dengan jumlah 5 ribu. Kamu bisa menyampaikan kepada sang anak bahwa uang tersebut bukan untuk dihabiskan dengan berjalan saja tapi juga bisa ditabung sebagian. Selain itu jangan lupa untuk mengajarkan anak supaya memakai uang untuk melakukan investasi lewat uang yang telah diberikan.

2.       Memahami kebutuhan anak

Sejatinya memang orang tua dapat memberikan uang saku dengan jumlah berapapun. Akan tetapi, kamu juga perlu memperhatikan kebutuhan sang anak. Tak mungkin kamu menyamaratakan uang saku kepada anak yang sudah SMA dengan yang masih SD. Pastinya mereka memiliki kebutuhan yang jauh berbeda.

Misalnya, bagi anak yang SMA dimana mereka membutuhkan uang lebih besar sebab untuk pemenuhan kebutuhan kegiatan sekolah atau membuat tugas sekolah. Sedangkan anak yang masih SD hanya membutuhkan uang jajan saja, dan kadang alat tulis atau kebutuhan lainnya pun sudah orang tuanya yang menyiapkan.

Umumnya, uang jajan anak-anak akan mencakup lima pos kebutuhan, yaitu transportasi, jajan di kantin sekolah, dana sosial, gaya hidup dan menabung. Diluar dari itu mungkin sudah masuk kedalam kebutuhan yang lebih besar yang akan diatasi oleh orang tuanya sendiri.

3.       Kamu bisa Mengelompokkan jumlah uang saku

Cara tersebut juga dapat dilakukan bila kamu telah melakukan kedua aspek di atas. Ya, kamu dapat menentukan jumlah uang saku yang akan diberikan kepada sang anak, mulai uang hariannya, mingguan hingga bulannya.

Jika bulanan, itu berarti kamu memberi uang saku kepada sang anak untuk waktu satu bulan penuh. Sisi positif dari tindakan tersebut tentunya anak akan memutar otak dalam mengatur uang yang kamu berikan selama satu bulan. Tapi dampak negatifnya jika gagal dalam mengontrol uang bulan yang sudah diberikan dengan baik, alhasil uang saku yang dipegang oleh anak bisa habis dengan cepat dan tidak sampai satu bulan penuh.

4.       Memberikan pemahaman anak mengenai pengelolaan uang

Kamu pelu memberikan pemahaman kepada pasangan tentang pengelolaan uang yang sejatinya tidak hanya dari uang saku saja. Dimana selain dari uang saku, anak pun umumnya akan bisa memperoleh tambahan uang yang didapat dari pihak lain, seperti contoh ketika momen hari raya idul fitri atau ketika bersilaturahmi antar keluarga dan lain sebagainya.

Kamu dari itu, kamu diharapkan bisa mengajarkan anak-anak terkait pengelolaan keuangan tersebut. Sampaikan kepada mereka bahwa uang yang mereka terima harus disimpan agar dapat digunakan di masa akan datang, bila perlu beri penjelasan lebih rincinya agar sang anak paham dan bahkan antusias setelah mendengar penjelasanmu.

5.       Jangan memberi anak uang tambahan

Para orang tua dimanapun kalian berada, sebaiknya jangan memberi uang saku tambahan terhadap sang anak bila jatah yang telah diberikan sudah habis dipakai. Hal tersebut tentunya akan membuat para anak akan menganggap remeh setiap uang saku yang telah diberikan kepada mereka.Hal ini tentu akan berdampak negatif,dimana mereka akan mengira bahwa mendapatkan uang itu sangat mudah sehingga hasrat untuk menghabiskannya pun menjadi mudah.

Dengan kamu tidak memberi uang saku tambahan, para orang tua pun secara tidak langsung sudah mengajarkan cara bertanggung jawab sebagai seorang manusia, dimana pada topic ini adalah bertanggung jawab terhadap uang yang sudah diberikan kepada sang anak. Jika memang ada berbagai kebutuhan untuk menunjang pembelajaran mereka di sekolah yang memang tidak cukup dipenuhi lewat uang saku yang mereka miliki, maka kamu dapat membelikannya sendiri atau melengkapi semua kebutuhan yang diperlukan sang anak,dengan begitu uang saku yang kamu berikan pun tetap bisa mereka tabung.

 

 

You may also like