Home Tips Tips Membuat Daftar Pengeluaran Bulanan

Tips Membuat Daftar Pengeluaran Bulanan

by Mas Abadi
kelola keungan bulanan

Kesulitan mengatur pengeluaran bulanan tidak hanya dialami segelintir orang saja. Mungkin Anda juga mengalami hal tersebut, apalagi sekarang hidup di zaman modern yang notabenenya banyak menghabiskan porsi gaji untuk memenuhi kebutuhan harian. Tak jarang malah uang di rekening sudah menipis sebelum pertengahan bulan.

Hal ini dapat terjadi kalau Anda kurang cermat mengatur keuangan pribadi. Nah, bagaimana supaya uang tersebut cukup digunakan sampai waktu gaji berikutnya? Jawabannya mudah saja, yakni dengan membuat daftar pengeluaran yang baik. Silahkan buat rencana anggaran untuk kebutuhan primer dan tersier. Ingin hasil yang lebih efektif? Silahkan ikuti tips berikut ini.

Berapapun Gaji Anda, Inilah Cara Mudah Membuat Daftar Pengeluaran Bulanan

Sudah waktunya gajian nih, anggaran bulanan untuk belanja kebutuhan sudah siap belum? Hal ini harus dilakukan ya, supaya gaji Anda dapat dialokasikan dengan baik. Membuat anggaran bulanan memang terdengar sepele, namun manfaatnya sangat besar terhadap kondisi finansial di masa depan. Apalagi kalau gaji Anda pas-pasan mentok di UMR.

Perlu diketahui, sebesar apapun penghasilan yang didapat setiap bulan kalau tidak direncanakan dengan baik dalam anggaran keuangan maka hanya akan menghilang tanpa jejak. Anda akan sering kehabisan uang sebelum waktu gajian lagi. Sebenarnya membuat anggaran bulanan cukup mudah, bisa dilakukan siapa saja asal disiplin melakukannya.

  1.     Menghitung Pendapatan Secara Keseluruhan

Hitung total pemasukan Anda sebagai langkah pertama membuat daftar pengeluaran atau anggaran. Misalnya dari gaji pekerjaan tetap, serta tambahkan penghasilan dari bisnis sampingan atau pekerjaan lain kalau ada. Jumlah pemasukan setiap bulan bisa saja berbeda, mungkin karena laba yang merosot dari usaha sampingan, pemotongan gaji akibat pandemi, atau bahkan dirumahkan.

Silahkan hitung pendapatan Anda secara keseluruhan, kemudian jadikan sebagai patokan dalam membuat anggaran. Jika ingin finansial lebih stabil, maka usahakan pengeluaran Anda jauh lebih kecil daripada pemasukan dan bukan sebaliknya.

  1.     Membuat Pos-pos Pengeluaran

Dalam hal ini ada yang menerapkan rumus 50-20-30 dan ada juga yang menggunakan rumus 40-30-20-10. Keduanya merupakan metode mengatur keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan gaji Anda. Banyak financial planner yang merekomendasikan metode ini karena mudah dipraktekkan dan terbukti efektif. Sebenarnya rumus tersebut tidak bersifat mutlak, karena boleh diatur sesuai ketersediaan dana yang dimiliki.

Misalnya, Anda menerapkan rumus 40-30-20-10 dengan alokasi gaji untuk kebutuhan harian tak lebih dari 40%. Berikut ini hal-hal yang termasuk kebutuhan harian, yakni ongkos transportasi, biaya makan dan minum, kuota internet, termasuk juga dana hiburan yang diambil dari anggaran tersebut.

Kemudian untuk anggaran 30% bisa digunakan untuk membayar tagihan atau hutang yang belum tunas, seperti pay later, pinjaman online, kredit pemilikan rumah, tagihan air, sewa kos, hingga token listrik masuk dalam pos pengeluaran ini.

Apabila Anda menginginkan masa tua yang aman dan nyaman, maka tabung 20% atau bagi dua untuk investasi. Masing-masing mendapat alokasi 10% dari pos pengeluaran. Kemudian sisa 10% bisa digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan, seperti sedekah, donasi, infaq, zakat, dan sejenisnya. Metode anggaran bulanan ini hampir sama dengan rumus 50-30-20, tinggal sesuaikan saja dengan ketersediaan dana yang dimiliki.

  1.     Membuat Daftar Belanja Secara Terperinci

Anda dapat membuat daftar belanja lebih detail setelah tahu pos-pos pengeluaran yang diperlukan. Bagi yang belum menikah, misalnya setiap bulan dapat gaji 5 juta, Anda bisa menggunakan rumus 40-30-20-10. Silahkan bagi 40% dari 5 juta, berarti dapat sekitar 2 jta untuk memenuhi kebutuhan hidup. Supaya tidak keluar dari anggaran tersebut, Anda bisa merincikan pengeluaran apa saja yang perlu dengan yang tidak.

Misalnya untuk kebutuhan makan dan minum jika diasumsikan masak sendiri dirumah habis 40 ribu, maka total uang yang keluar sebulan adalah 1,2 juta. Kuota internet 70 ribu, ongkos transportasi 160 ribu, dan hiburan 170 ribu. Kemudian 30% dari gaji yakni 1,5 jut bisa dipakai untuk melunasi tagihan beserta bunganya.

Misal untuk bayar cicilan kartu kredit 400 ribu, biaya tagihan air dan listrik per bulan 200 ribu, dan biaya sewa kos 900 ribu. Untuk 20% alokasi gaji ke tabungan dan investasi masing-masing 500 ribu kalau totalnya 1 juta. Sisanya 10% bisa digunakan untuk berdonasi.

Kunci sukses membuat daftar pengeluaran bulanan adalah kedisiplinan dan komitmen Anda sebagai pihak yang menjalankannya. Melihat beberapa tips di atas sangat tampak mudah. Dijamin gaji atau penghasilan Anda akan cukup membiayai kebutuhan dan keinginan. Paling penting adalah tidak berbelanja di luar daftar, jangan tergoda diskon atau promo, biasakan diri untuk hidup berhemat dan menjauhi gaya hidup konsumtif.

Membuat daftar pengeluaran akan sangat terasa manfaatnya di masa mendatang. Kalau tidak ingin hidup sengsara di masa tua, maka lakukan dari sekarang. Semoga berhasil.

 

 

You may also like