Home Investasi Tertarik Investasi Deposito? Yuk Intip Cara Hitung Bunganya Di Sini

Tertarik Investasi Deposito? Yuk Intip Cara Hitung Bunganya Di Sini

by Mas Abadi
cara menghitung bunga deposito

Setiap dana yang masuk sudah seharusnya dikelola dengan bijak. Terutama jika anda sudah merencanakannya sejak dini, seperti dialokasikan untuk investasi misalnya. Ada banyak jenis investasi yang bisa anda mulai salah satunya adalah Deposito. Untuk tahu lebih banyak, berikut penjelasan hingga cara menghitung bunga deposito dalam ulasan berikut.

Mengenal Apa Itu Deposito?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai deposito, ada baiknya jika mengetahui apa itu deposito. Deposito sendiri merupakan istilah keuangan, dimana anda menyimpan uang di bank dalam jangka waktu telah disepakati antara anda selaku nasabah dan pihak bank. Dengan begitu, anda tidak bisa mengambil uang sewaktu waktu jika jangka waktunya belum sesuai.

Anda yang ingin bergabung dengan investasi ini, maka anda harus membuat rekening baru setelah itu menyetor sejumlah uang. Deposito sendiri ada beberapa jenis, mulai dari deposito berjangka, deposito on call dan sertifikat deposito. Deposito berjangka menjadi yang paling banyak dikenal masyarakat.

Yang membuat deposito berbeda dari tabungan biasa adalah bunganya yang jauh lebih tinggi dari tabungan biasa. Bunga inilah yang nantinya akan membuat dana yang disimpan semakin bertambah banyak. Investasi satu ini juga dikenal dengan investasi yang aman tetapi menguntung. Mengingat bunga deposito terbilang tinggi tetapi resikonya kecil.

Kelebihan Deposito Yang Perlu Diketahui

Deposito tentunya tetap menjadi bagian dari investasi yang memiliki beberapa keuntungan. Seperti misalnya memiliki bunga yang cukup besar, karena pihak bank akan menentukan bunga berdasarkan uang anda setiap triwulan ataupun per tahun. Semakin lama anda menyimpan, maka semakin banyak bunga yang didapatkan.

Anda juga tak perlu pusing terkait keamanan, karena semua dana yang disimpan akan terjamin aman. Sangat berbeda jika anda menabung di rumah, resiko kehilangan akan semakin tinggi. Menyimpan uang dengan cara deposito memiliki risiko kerugian yang lebih kecil, berbeda jika anda mengalokasikannya untuk bisnis yang bisa saja mengalami kerugian.

Kelebihan lainnya, bunga dari deposito juga akan mudah untuk anda akses. Hasil bunga bisa dicairkan secara tunai dengan jangka waktu tertentu. Tidak hanya bisa dicairkan secara tunai, bunga juga bisa disetorkan pada rekening anda. Untuk anda yang menginvestasikan lagi, bisa memanfaatkan sistem Automatic Roll Over yang memungkinkan menjadi bunga majemuk.

Baca Artikel Selanjutnya : Jangan Takut, Berikut Cara Main Saham Untuk Investor Pemula

Rumus Untuk Hitung Bunga Dari Deposito

cara menghitung bunga deposito

Anda bisa mengetahui atau mengira ngira kisaran profut yang anda dapatkan jika melihat bunga deposito. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menghitungnya, cara pertama adalah total pendapatan yang didapatkan ketika jatuh tempo. Sementara cara kedua adalah dengan menghitung profit berdasarkan bunga tiap bulannya.

1. Rumus Total Pendapatan Setiap Jatuh Tempo

Setoran Pokok + (Profit dari Bunga – Jumlah Pajak)
Rumus yang pertama ini cukup mudah untuk dilakukan. Sebelum anda menghitungnya, anda harus tahu jumlah profit dan juga jumlah pajak dari deposito anda. Sebagai catatan, jika anda menyimpan dana lebih dari Rp 7,5 juta maka akan dikenakan pajak 20%. Dan jika anda menyimpan dana di bawah Rp 7,5 juta maka anda tidak perlu membayar pajak.

Untuk menghitung profit, anda bisa menggunakan rumus setoran pokok dikalikan dengan suku bunga deposito kemudian dikalikan dengan Tenor. Tenor ini bisa dihitung dalam satuan hari, dimana dalam satu tahun berarti 365 hari. Sementara untuk menghitung jumlah pajak caranya dengan mengalikan tarif pajak dengan profit dari bunga yang sudah dihitung sebelumnya.

Agar lebih paham, anda bisa menyimak contoh kasus berikut. Misalnya, dalam jangka enam bulan anda anda ingin mendepositokan dana Rp 10 juta. Dimana suku bunganya ditetapkan sebesar 6%. Dengan potongan pajak yang harus dibayarkan sebanyak 20%. Maka anda harus menghitung lebih dahulu besaran profitnya.

Sehingga
(setoran pokok x suku bunga x tenor)/ 365
(10.000.000 x 6% x 180 hari) / 365 hari
Maka total profitnya sebanyak Rp 295. 890 yang dikalikan 20% untuk pajak berarti Rp 59. 178

Karena sudah diketahui, maka anda tinggal memasukkan pada rumusnya.
Rp 10.000.000 + (295. 890 – 59. 178) = Rp 10. 236.712 menjadi total pendapatan selama 6 bulan.

2. Rumus Keuntungan Bunga

Selain cara pertama anda juga bisa menggunakan rumus bunga deposito yang kedua.
(Suku Bunga x Setoran pokok x 30 hari x 80%) / 365 hari
80% didapatkan setelah dikurangi pajak 20%, sehingga bisa berupa 100% jika tidak ada potongan pajak.

Maka hitungannya menjadi 6% x 10.000.000 x 30 x 80% totalnya 14.400.000 / 365 = 39.452
Profit bersih per bulannya yang bisa anda ketahui menjadi Rp 39. 452

Deposito menjadi salah satu instrumen investasi yang juga banyak dilakukan. Tapi, anda hanya bisa mendapatkan penghasilan dari bunga saja. Untuk itu, jika anda memang ingin bergabung dengan instrumen ini ada baiknya tahu cara menghitung bunga deposito. Sehingga anda bisa memperhitungkan berapa banyak keuntungan yang bisa diperoleh.

You may also like