Home Perencanaan Tahapan-Tahapan Bangun Rumah, dari Mulai Pondasi Sampai Interior

Tahapan-Tahapan Bangun Rumah, dari Mulai Pondasi Sampai Interior

by Mas Abadi
tahapan bangun rumah

Dalam tahapan bangun rumah yang baik adalah dengan memperhatikan detail-detail kecil, apalagi jika rumah tersebut akan digunakan oleh Anda sendiri. Pastinya harus menyiapkan anggaran khusus dan melakukan perhitungan secara cermat, agar pembangunan rumah tidak berhenti ketika sudah separuh jalan.

Persiapan Membangun Rumah

Seperti halnya mendirikan sebuah bisnis yang memerlukan begitu banyak rencana dan melakukan berbagai riset arau survei. Begitu pula ketika Anda ingin membangun rumah yang ideal dan sesuai dengan impian.

Berikut ini adalah persiapan-persiapan yang harus Anda lakukan sebelum membangun sebuah rumah, yaitu :

  1. Menetapkan budget (anggaran), ini adalah bagian yang paling menyita waktu. Jadi, Anda harus benar-benar melakukan penghitungan sedetail mungkin.
  2. Menentukan spesifikasi rumah, maksudnya rumah seperti apa yang Anda inginkan dan sebesar apa. Karena ini akan menentukan seberapa banyak anggaran yang nantinya dibutuhkan.
  3. Membuat gambar rancangan, agar nantinya kontraktor yang membantu membangun dapat mengetahui seperti apa rumah yang Anda inginkan.
  4. Mengurus surat izin, ini wajib Anda miliki agar tidak ada masalah saat proses pembangunannya.
  5. Memilih kontraktor adalah hal wajib, carilah yang kompeten dan memiliki tarif sesuai budget.

Tahapan-Tahapan Membangun Rumah

cara jualan online

Setiap orang pasti memiliki pilihan tersendiri ketika akan membangun rumah yang diidamkan. Berikut ini adalah tahapan untuk membangun rumah yang dapat Anda jadikan pedoman.

  • Pekerjaan awal

Tahapan paling awal dalam dalam pembangunan rumah adalah melakukan pengukuran. Hal ini sangat penting untuk mengetahui dan menentukan batas antara satu ruangan dengan yang lain agar Anda tahu seberapa besar luasnya.

Pengukuran tadi juga berguna untuk menentukan titik-titik bangunan yang nantinya akan dipasangi papan sebagai pengganti pagar. Setelah itu nantinya akan dilakukan penggalian untuk memasang pondasi serta menghitung seberapa dalam dan lebar yang dibutuhkan.

Anda harus sudah mengetahui atau mengkalkulasi seberapa banyak dan panjang pondasi yang akan dibuat, karena dengan begitu Anda bisa mengetahui jumlah material serta tenaga kerja yang dibutuhkan.

  • Mengerjakan pondasi

Pekerjaan selanjutnya adalah membuat pondasi, menggunakan batu kali yang telah dihitung dengan satuan meter persegi berdasarkan panjang x lebar pondasi. Setelah itu ada juga pekerjaan untuk membuat lantai kerja, seperti urugan pasir sebesar 10 meter persegi (kurang lebih).

  • Mengerjakan struktur

Selanjutnya adalah mengerjakan sloof dengan perhitungan panjang total sloof x lebar x tinggi = satuan m3. Sloof sendiri adalah balok beton dengan tulang mendatar dan dibuat tepat diatas pondasi.

Setelah itu adalah pembuatan kolom, yaitu berupa  tiang tegak lurus dan ring balk yang memiliki kesamaan dengan sloof nantinya dibangun diatas kolom dan perhitungan volumenya telah ditentukan sesuai jumlah dikali tinggi kolom.

  • Mengerjakan dinding

Pekerjaan berikutnya adalah menghitung kebutuhan bata, cara perhitungannya dengan mengukur keliling dinding x tinggi. Jika sudah, Anda juga harus mengurangi hitungan tadi dengan area yang nantinya akan dijadikan sebagai kusen pintu serta jendela.

Setelah pemasangan bata untuk dinding, selanjutnya adalah melakukan plesteran yang biasanya memiliki volume jauh lebih banyak dari saat bata dipasang. Terakhir adalah melakukan acian, volume yang digunakan sama dengan saat plesteran, tetapi pada bidang yang nanti akan dipasang keramik tidak perlu diaci.

  • Mengerjakan kusen untuk jendela dan pintu

Jika sudah melakukan pemasangan bata, plesteran dan juga acian. Selanjutnya adalah pemasangan kusen pintu serta jendela.

  • Mengerjakan rangka atap

Pemasangan rangka atap Anda dapat memilih ingin menggunakan kayu atau baja ringan. Cakupan dari pekerjaannya ini untuk memasang rangka atap dengan urutan kuda-kuda, gording, kaso, nok dan reng.

  • Mengerjakan mekanikal, plumbing, dan elektrikal

Setelahnya adalah pemasangan wastafel, toilet, bath up serta kran air. Jika perlu juga memasang pemanas air (heater). Jangan lupa untuk memasang jaringan listrik, seperti kotak sekring, titik-titik lampu, saklar dan lainnya.

  • Mengerjakan finishing

Untuk finishing biasanya yang dikerjakan adalah hal-hal seperti pemasangan lantai pada seluruh ruangan dari belakang hingga ke depan atau dari lantai 1 (satu) sampai lantai 2 (dua). Bisa juga dilakukan pemasangan keramik untuk dinding kamar mandi dan dapur.

Selain itu hal lainnya adalah memasang knop pintu, mengecat seluruh dinding rumah sesuai keinginan Anda, mengecat kusen jendela serta pintu, jangan lupa untuk memberinya lapisan politur agar lebih awet.

  • Mengerjakan tambahan

Pekerjaan tambahan ini berkaitan dengan hal-hal diluar bangunan rumah, misalnya seperti pembuatan taman, pemasangan kanopi, pagar, garasi ataupun kolam renang. Lali, mengisi rumah dengan perabotan yang telah disesuai agar terlihat serasi dengan rumah.

  • Pembersihan

Apabila semua pekerjaan telah selesai termasuk didalamnya adalah pembangunan tambahan untuk ruang atau hal lainnya. Sebaiknya Anda melakukan pembersihan secara keseluruhan, supaya ketika akan ditinggali keadaanya sudah bersih dan nyaman.

Seperti itulah tahapan bangun rumah yang mungkin bisa menjadi pedoman bagi Anda apabila suatu hari nanti atau saat ini ingin memulai memiliki rumah idaman sendiri. Pastikan seluruhnya direncanakan dan dihitung dengan baik, agar Anda dapat menyiapkan dana sesuai dengan kebutuhan.

You may also like