Home Investasi Tahapan Menghitung Keuntungan Reksadana

Tahapan Menghitung Keuntungan Reksadana

by Mas Abadi
keuntungan reksadana

Instrumen investasi reksadana paling banyak dipilih dan ditentukan oleh masyarakat, karena prosesnya yang mudah dan tidak terlalu repot dalam melakukannya. Hal menarik lainnya, reksadana memberikan nilai investasi yang minim resiko, mudah untuk dicarikan , dan bentuk investasi yang aman, karena semuanya dikelola dan dipantau oleh ahlinya. 

Dalam tahap ini, reksadana semua prosesnya akan dipercayakan oleh Manajer Investasi (MI) atau orang yang ahli dalam bidangnya dan mempunyai izin langsung dari Jasa Otoritas Keuangan (OJK), sehingga cocok untuk pemula dalam memulai proses investasi. Lantas, bagaimana sih menghitung proses keuntungan investasi reksadana itu? Mari kita bahas. 

Proses Menghitung Reksa Dana 

Pada dasarnya proses untuk perhitungan reksadana itu harus disesuaikan dengan profil risiko yang Anda ambil. Pada tahap ini, sebelum Anda memulai untuk melakukan proses investasi pada reksadana harus memperhatikan beberapa tahapannya terlebih dahulu. Dalam tahap ini, penting untuk merencanakan semua proses investasi Anda tersebut. 

Jangan sampai Anda tidak memperhatikannya dan tanpa sadar, karena pihak bank telah melakukan telepon baik dari pihak bank dan sekuritas. Hal tersebut harus Anda hindari dan semuanya harus dipersiapkan dengan sangat matang agar tidak salah langkah dalam menentukan dan melakukan semuanya secara menyeluruh. 

Untuk Anda yang baru memulai, lakukan proses pencatatan dengan sangat baik dan jelas, paling tidak Anda sudah memahami produk investasi reksadana dan tanggal ketika Anda membelinya. Selain itu, pahami juga produk yang Anda beli tersebut. Hal ini harus Anda perhatikan, karena jangan sampai Anda kelupaan dan tidak memperhatikan sama sekali. 

Mengenal Istilah NAB dan NAB UP

Dalam proses penghitungan reksadana sendiri ada beberapa ketentuan yang bisa Anda lakukan, namun sebelum melangkah kesana Anda harus memahami istilah NAB dan NAB Up terlebih dahulu. Berikut ini beberapa penjelasan mengenai beberapa istilah yang ada tersebut, simak penjelasan lengkapnya. 

1. Istilah NAB 

Untuk Anda yang baru memulai investasi reksadana dan ingin memahami proses perhitungan keuntungannya, maka terlebih dahulu mengenai namanya Nilai Aktiva Bersih (NAB). Untuk perhitungan NAB sendiri didapatkan dari aset berupa saham, obligasi, dan deposito pada portofolio reksadana yang Anda pilih tersebut. 

Dalam proses perhitungannya semuanya akan dikelola oleh MI atau manajer investasi yang akan menentukan produk investasi dan keuntungannya. Biasanya prosesnya akan berdasarkan pada portofolio reksadana ditambah dengan bunga pada asetnya dan dikurangi biaya operasional yang ada. Ada beberapa biaya, mulai dari pengelolaan, kustody, pajak, dan lainnya. 

Secara sederhananya NAB tersebut sebagai perhitungan bersih yang tidak ada lagi beban untuk pembayaran pajak. 

2. Istilah NAB UP 

Tidak hanya perhitungan terkait NAB saja, tetapi ada juga namanya Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP). Prosesnya adalah setiap investor yang ada akan membayar harga dari satu unit setiap penyetoran reksadana tersebut. Dengan demikian, baru bisa melakukan proses perhitungan keuntungan yang sesuai dengan harapan yang diinginkan. 

Menghitung Keuntungan Reksadana

Pada tahap ini kami akan mengajak Anda untuk mulai memperhitungkan proses keuntungan dengan menggunakan kalkulator investasi. Pada tahap ini prosesnya akan lebih mudah untuk dilakukan dan biasanya sudah disediakan oleh perusahaan sekuritas pada beberapa aplikasi online yang Anda pilih untuk kebutuhan investasi tersebut. 

Dalam tahap ini Anda harus melihat dan memperhatikan prosesnya terlebih dahulu, dalam tahap ini harus menentukan target dan tujuan dari nilai investasinya tersebut. Sehingga return yang Anda harapkan dapat sesuai dengan investasi yang diinginkan. Dengan demikian, proses untuk perhitungan akan lebih mudah dilihat dan didapatkan hasilnya. 

Contoh : 

Kebutuhan nilai investasi yang Anda berikan setiap bulannya sebesar 500 ribu rupiah, dan kebutuhan tersebut untuk ketentuan reksadana tertentu. Pada tahap tersebut Anda membutuhkan nilai investasi selama 4 tahun, pada setiap tahunnya Anda akan mengalokasikan dana sebesar 6 juta rupiah. 

Periode investasi dari 1 Januari 2022 sampai 1 Januari 2025, melalui kalkulator tersebut akan didapatkan hasilnya. Melalui kalkulator tersebut akan didapatkan nilai total investasinya sebesar 36,5 juta rupiah dan nilai return nya 14,84 persen selama 3 tahun. Untuk proses perhitungannya bisa dilakukan total investasi + return = hasilnya sekitar 42 juta rupiah. 

Untuk menghitung keuntungannya dapat Anda lihat dari hasil akhir sudah ditambahkan returnya tersebut dan dikurangi dari nilai awal atau total investasi pertama. Prosesnya Anda akan menemukan hasil keuntungan yang akan didapatkan. 

Jika nilai investasi anda dari hasil returnnya sebesar 42 juta dan mendapatkan untuk melihat keuntungan bersihnya tinggal kurangi saja dengan total investasi awal. Disini Anda bisa melihat 42 juta – 36,5 juta, maka hasilnya sekitar 5 jutaan untuk keuntungannya tersebut. 

 

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai proses perhitungan keuntungan reksadana, biasanya setiap aplikasi sudah memiliki kalkulatornya tersendiri. 

 

You may also like