Home Investasi Sektor Saham, Cari Tahu Definisi dan Klasifikasi Terbarunya di Sini

Sektor Saham, Cari Tahu Definisi dan Klasifikasi Terbarunya di Sini

by Mas Abadi
perbedaan investasi dan menabung

Jika ingin terjun di dalam dunia saham lebih jauh, tentunya Anda harus mengetahui banyak istilah. Sektor saham adalah sebuah istilah yang wajib Anda pahami. Sama seperti mengulas definisinya secara umum, klasifikasi saham condong ke pengelompokan saham pada bidang-bidang khusus. 

Saham sendiri bisa diartikan menjadi tanda penyertaan modal salah satu pihak (badan usaha) atau perorangan di sebuah perusahaan maupun perseroan terbatas. Dengan memberikan modal ini, suatu pihak mempunyai hak untuk aset perusahaan, pendapatan perusahaan dan bisa datang ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Masing-masing emiten yang memanifestasikan saham tertentu bergerak di bidang-bidang tertentu, misalnya bidang pertambangan, pertanian dan bidang lainnya. Di BEI (Bursa Efek Indonesia) ini terdapat sejumlah bidang yang tersedia. 

Dari pembahasan pada artikel ini, Anda akan memahami lebih dalam tentang bidang yang terdapat di BEI. Tetapi, sebelum ke pembahasan tersebut, ada baiknya Anda ketahui pengertiannya lebih dalam. 

Pengertian sektor saham 

Sebelum Anda melakukan investasi, Anda dapat memilih terlebih dahulu bidang salah satu bidang yang sesuai. Bidang ini yang telah dikelompokkan bisa membantu Anda untuk berinvestasi dengan lebih mudah.

Dengan adanya pengelompokkan berdasarkan bidang maupun bisnisnya ini, Anda dapat lebih mudah untuk menentukan emiten atau perusahaan sebagai tempat untuk melakukan investasi sejumlah uang. Pemahaman tentang pengelompokkan bisnis emiten ini juga membantu Anda untuk menganalisa fundamental sebelum melakukan transaksi. 

Di dunia investasi, ada juga istilah bidang mengalami rebound. Istilah tersebut mengacu ke bidang yang harganya sahamnya sedang melambung atau ke arah positif. Di April 2021, BEI mencatat terdapat lima bidang yang mengalami rebound (year to year). Bidang perdagangan dan investasi, bidang jasa, bidang pertanian, bidang transportasi, bidang infrastruktur, utilitas, bidang nalisa dasar dan kimia, dan bidang keuangan. 

Sementara itu, terdapat pula keadaan harga saham ini menurun, keadaan ini pastinya menjadi salah satu kesempatan emas untuk para investor, sebab dapat membeli saham di harga yang murah sekali. Oleh sebab itu, para investor ini perlu mempunyai pengetahuan yang luas tentang bidang untuk menganalisa fundamental saat melakukan investasi. 

Daftar sektor saham 

Mulai dari 25 Januari 2021, Bursa Efek Indonesia sudah menerapkan pengelompokan baru atas bidang dan industri perusahaan yaitu Indonesia Stock Exchange Industrial Classification (IDX-IC). Sehingga, ada 12 bidang saham yang sudah dikelompokkan, di bawah ini deretan saham per sektor. 

Bidang energi 

Pada bidang energi ini mencakup perusahaan jasa atau menjual produk yang termasuk energi tidak terbarukan (bahan bakar fosil), sehingga pendapatan mereka dipengaruhi langsung  oleh harga bahan baku energi dunia, seperti:

  • Gas alam 
  • Batu bara
  • Pertambangan minyak bumi 
  • Perusahaan yang menyediakan jasa untuk memberikan dorongan di industri ini. Selain itu, bidang ini juga mencakup perusahaan yang menjual jasa energi alternatif dan produk. 

Bidang perindustrian

Bidang industri termasuk perusahaan yang menjual produk dan jasa yang umumnya dikonsumsi oleh industri daripada oleh pelanggan. Jasa dan produk yang dihasilkan adalah jasa dan produk final serta bukan produk yang perlu diolah kembali, misalnya bahan baku. Cabang ini termasuk produsen:

  • Mesin
  • Pertahanan 
  • Barang kedirgantaraan 
  • Produk kelistrikan 
  • Produk bangunan 

Lalu, untuk bidang industri ini termasuk penyedia jasa komersial, misalnya: 

  • Pengelola lingkungan 
  • Percetakan 
  • Pemasok jasa industri dan barang, serta jasa profesional. 

Bidang bahan baku

Bidang bahan baku ini termasuk perusahaan yang menawarkan jasa dan menjual produk yang dipakai oleh industri lain menjadi bahan baku untuk membuat barang final, misalnya perusahaan seperti berikut ini: 

  • Wadah dan kemasan 
  • Barang kimia
  • Material konstruksi 
  • Produk kayu dan kertas 
  • Pertambangan logam dan mineral non energi

Bidang konsumsi primer 

Bidang konsumen primer meliputi perusahaan yang memproduksi atau menjual produk dan jasa yang umumnya dijual kepada konsumen, tetapi untuk barang countercyclical atau barang primer/dasar. Dengan begitu, permintaan jasa dan barang ini tidak akan terpengaruhi pertumbuhan ekonomi. Bidang ini mencakup: 

  • Barang perawatan pribadi
  • Produsen rokok 
  • Barang keperluan rumah tangga
  • Penjual produk pertanian 
  • Perusahaan ritel barang primer: toko obat, supermarket, toko makanan 
  • Produsen makanan dan minuman kemasan

Bidang konsumsi non primer 

Bidang konsumen sekunder meliputi perusahaan yang memproduksi atau menjual jasa dan produk yang umumnya dijual kepada konsumen, namun sifatnya siklis atau sekunder, sehingga permintaan terhadap jasa dan barang tersebut berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. Cabang ini termasuk perusahaan yang membuat:

  • Barang hobi 
  • Barang olahraga 
  • Barang tekstil 
  • Sepatu 
  • Pakaian 
  • Barang rumah tangga yang tahan lama 
  • Mobil penumpang dan komponennya

Lalu, bidang industri ini juga termasuk perusahaan yang menyediakan: 

  • Rekreasi
  • Jasa pariwisata 
  • Penunjang konsumen 
  • Pendidikan 
  • Periklanan 
  • Perusahaan media 
  • Perusahaan ritel barang sekunder 
  • Penyedia hiburan 

You may also like