Home Perencanaan Sejumlah Masalah Keuangan yang Harus Dihadapi Generasi X dan Y

Sejumlah Masalah Keuangan yang Harus Dihadapi Generasi X dan Y

by Mas Abadi

Generasi X dan Y merupakan mereka yang lahir pada tahun 1980 hingga 2010. Sekarang mereka mendominasi populasi di tanah air secara usia produktif dibandingkan baby boomers. 

Dapat dikatakan sudah ada 50% dari mereka yang memasuki usia produktif, yang mana bila dimanfaatkan dengan baik oleh negeri ini, bisa jadi bonus demografis ini membuat Indonesia menduduki negara nomor 4 terbesar dalam bidang ekonomi pada tahun 2045. 

Tetapi, sayangnya disisi lain literasi keuangan di Indonesia sangat minim hingga sekarang. Dan beruntunglah mereka yang tinggal di pulau jawa, setidaknya mempunyai informasi yang paling pertama dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya yang ada di Indonesia. 

Akan tetapi saat ini dengan teknologi yang semakin berkembang, termasuk media internet yang memudahkan seluruh generasi X dan Y memperoleh informasi dengan cepat. Tetapi lagi-lagi kurangnya arahan dan kesalahan terhadap masalah yang kerap kali terjadi tentang keuangan di dunia generasi X dan Y, justru menjadi sebuah boomerang yang menjadikan negeri ini pun terhambat untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor 5 di dunia. 

Jadi, apa saja masalah keuangan generasi X dan Y yang harus dihadapi? Dan bagaimana cara mereka sadar agar hal tersebut tidak terus berulang-ulang pada kasus keuangan mereka? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini. 

  • Terlalu boros 

Hal ini merupakan masalah keuangan yang sangat klasik dan sudah ada sejak generasi baby boomers hingga saat ini. Pengeluaran mereka lebih banyak dibandingkan pemasukannya, atau lebih besar pasar daripada tiang. 

Memangnya ini masalah serius ya? Tentu saja! Sebab ini merupakan pondasi paling dasar dari finansial semua orang. Bahasa mudahnya jika ingin kondisi finansial sehat, maka jangan mencari cara untuk menambah penghasilan dulu, namun benahi dulu cara Anda mengelola keuangan. 

Mengapa demikian? Sebab penghasilan besar tetapi pengeluarannya juga besar, sama saja bohong dan sia-sia. Ada sebuah cerita seseorang dari generasi Y mempunyai penghasilan bulanan sejumlah Rp 3 juta, namun pengeluarannya hanya Rp 1,5 juta saja, ini sudah sangat bagus. 

Disisi lain ada pula 2 orang dari generasi yang sama memiliki penghasilan Rp 3 juta juga, tetapi setiap bulannya ia tidak pernah mempunyai uang sisa, entah untuk diinvestasikan atau ditabung, seolah ia hidup sampai hari ini saja. 

Ada pula seorang dari generasi ini yang pengeluarannya mencapai Rp 5 juta, mengapa bisa demikian? Karena ia meminjam uang senilai Rp 2 juta, untuk memenuhi gaya hidup mewahnya tersebut.  

  • Tidak paham aturan dalam berhutang 

Untuk Anda sebagai generasi Y dan Z, diwajibkan untuk mengetahui tujuan berhutang dan berbagai aturan dalam berhutang. Sebelum Anda mengambil pinjaman atau berhutang, jika belum terlalu mendesak mungkin bisa ditunda lebih dulu. 

Ada baiknya dipikirkan kembali sebelum berhutang, mengapa? Sebab tidak sedikit dari generasi ini berhutang hanya belanja hal-hal konsumtif. Mereka juga cenderung tidak memperhatikan rasio hutang yang tidak boleh lebih dari 30% – 35% dari penghasilan bulanan Anda. 

Masalah yang kerap kali terjadi di generasi ini yaitu selalu kehabisan uang setiap bulannya hanya untuk membayar hutang yang umumnya bersifat konsumtif layaknya belanja online, liburan mewah, makan direstoran mahal dan lainnya. Boleh saja dilakukan jika berhubungan dengan pekerjaan, bukan untuk gengsi semata saja. 

  • Mengabaikan bunga pinjaman 

Yang sangat menyedihkan dari masalah keuangan yang akan dihadapi oleh generasi X dan Y ini yaitu biasanya mereka tidak memperhitungkan tanggal jatuh tempo, bunga, tidak membayar lunas, sehingga tambah memperburuk keadaan finansial dari generasi ini. 

Semestinya prinsip saat ingin berhutang yaitu jangan mengambil pinjaman jika Anda tidak sanggup membayarnya. Jangan pernah Anda menggunakan prinsip pay later. Sebaiknya jika Anda memiliki uang, segera lunasi hutang tersebut.

Yang lebih parah lagi, tidak sedikit dari generasi X dan Y ini melakukan investasi yang dananya diperoleh dari berhutang, khususnya pinjaman online. Yang menjadi semakin parah yaitu investasinya pada saham atau trading saham, seperti kita tahu jika instrumen investasi ini memiliki resiko yang besar, khususnya untuk mereka yang tidak memiliki pengalaman dan tidak paham dengan saham. 

Itulah sebabnya penting untuk belajar berinvestasi saham sedari dini agar saat Anda ingin berinvestasi sudah paham tentang seluk beluknya sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. Selain itu, Anda juga bisa terhindar dari investasi bodong atau ilegal yang dapat membuat Anda merugi. 

Nah, setelah Anda mengetahui beberapa masalah yang sering terjadi pada generasi X dan Y ini, tentu saja Anda tidak ingin merasakan hal tersebut, bukan? Untuk itu, perbaiki kondisi finansial sedari dini demi keadaan keuangan yang stabil. Selagi Anda masih muda, teruslah bekerja keras dan menabung agar di masa tua nanti Anda tidak harus bekerja lagi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

You may also like