Home Investasi Sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI)

Sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI)

by Mas Abadi
bursa efek

Melihat trend investasi sekarang sedang berada dalam fase yang pesat dan berkembang ke arah yang lebih positif. Karena sudah banyak masyarakat yang tertarik untuk memulai investasi dan mencari sumber pemasukan atau pendapatan tambahan. Bahkan, tahun 2020 saja investasi dari saham, reksadana, dan obligasi mengalami peningkatan drastis, capai 56 persen.

Jika Anda sudah lama terjun dalam dunia investasi, maka sudah tidak asing dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Tetapi, untuk yang baru dalam dunia investasi, rasanya masih bingung dan tidak terlalu mengenal BEI tersebut. Nah, melalui beberapa ketentuan yang ada, kami akan mencoba menjelaskan mengenai sejarah BEI atau Bursa Efek Indonesia tersebut, simak yuk. 

Bursa Efek Indonesia (BEI)

Apabila Anda belum terlalu lama bergelut dalam dunia investasi, mungkin akan bingung mengenai BEI tersebut. Pada dasarnya BEI ini sebagai tempat untuk memperdagangkan daftar investasi yang akan diberikan kepada masyarakat atau secara sederhana nya sebagai penyelenggara dari aktivitas investasi yang Anda lakukan tersebut. 

Dalam perjalanannya, BEI itu berasal dari dua bursa efek yang berbeda dan digabungkan menjadi satu nama saja. Awalnya diambil dari Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (BES). Untuk mempermudah dalam prosesnya, maka sejak Tanggal 01 Desember 2007 dilakukan proses penggabungan dan dihasilkan Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Hal ini memiliki tujuannya, karena adanya satu lembaga saja yang mengurusnya akan membuat semua proses dalam transaksi dan operasional akan jauh lebih efektif. Kondisi satu ini tentunya akan memberikan banyak kemudahan, terutama dalam masyarakat ketika hendak memulai melakukan dan terjun dalam dunia bursa efek. 

Mengenal Sejarah Bursa Efek Jakarta (BEJ)

Untuk lebih mudah dalam memahaminya, maka akan lebih menarik untuk membahas sejarah Bursa Efek Jakarta (BEJ) terlebih dahulu. Secara singkatnya BEJ ini sebagai tempat atau bursa saham yang mana investor akan melakukan transaksi jual beli terkait saham dan lokasinya sendiri berada di Jakarta. 

Tahun berdirinya pun sudah sangat lama, BEJ didirikan sebelum Indonesia merdeka, karena sudah ada sejak tahun 1912. Pada masa itu, statusnya belum dikelola secara maksimal dan pertumbuhan pasarnya pun tidak berjalan sesuai dengan harapannya. Bahkan, BEJ sendiri sempat vakum dan tidak ada pengelolanya. 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan BEJ vakum, mulai dari terjadi perang dunia dan kekuasaan pemerintah kolonial yang masih menduduki Indonesia. Sisi lainnya akibat adanya pembekuan operasional untuk bursa efeknya tersebut. Namun, pada tahun 1997, pemerintah Indonesia kembali mengaktifkannya melalui Badan Pengawas (Bapepam) atau dikenal OJK.

Mengenal Sejarah Bursa Efek Surabaya (BES)

Termasuk bursa efek yang didirikan dan dikelola oleh perusahaan swasta dan termasuk yang paling tua dalam bentuk perseroan di Indonesia.  Mengenai BES sendiri didirikan sejak tahun 1989, untuk masa operasinya sendiri sudah lama dilakukan. Melalui data yang ada, operasinya itu sebelum Indonesia merdeka, karena sempat tutup pada tahun 1914 dan 1918. 

Lalu, buka kembali pada tahun 1925 dan aktif pada tahun 1942 yang bersamaan dengan kemunculan dari bursa efek semarang. 

 

Nah, melalui sejarah tersebut, maka dibentuknya Bursa Efek Indonesia yang menghadirkan proses transaksi investasi di Indonesia. Namun, mengenai kantornya sendiri, BES masih tetap mendirikan kantor di Surabaya, pertimbangannya untuk potensi dari pasar Indonesia Timur. 

Produk Bursa Efek Indonesia (BEI)

1. Saham 

Untuk Anda yang ingin investasi pada penitipan modal, maka bisa langsung melakukan investasi pada saham. Jika Anda tertarik untuk mendapatkan keuntungan dari proses pasar melalui penitipan modal pada perusahaan tertentu dan bisa ikut rapat umum, maka salah satunya yang menarik untuk dipertimbangkan adalah investasi pada saham.

2. Reksa Dana 

Produk reksa dana juga bisa Anda temukan pada BEI yang membuat Anda bisa memiliki sumber pemasukan yang menarik untuk dicoba. Apalagi reksadana sendiri dikelola oleh manajer investasi yang membuat nilai investasi jauh lebih aman dan keuntungan yang diberikan pun diatas rata-rata. 

Oleh karena itu, apabila ini pengalaman pertama Anda dalam investasi, mungkin bisa melalui BEI untuk mencoba investasi pada reksadana. 

3. Obligasi atau Surat Utang 

Untuk Anda yang ingin mencoba produk investasi pada Obligasi atau surat utang, mungkin cara yang bisa anda coba dengan membelinya. Dalam tahap ini Anda bisa menentukannya untuk membeli surat utang atau obligasi pada perusahaan swasta, BUMN, atau BUMD. Bahkan, mungkin juga Anda bisa memilih Surat Utang Negara (SUN) yang sesuai aturan UU. 

Oleh karena itu, BEI menyediakan kesempatan untuk masyarakat memilih produk investasi dan dilakukan secara aman dan menjanjikan kedepannya. 

 

Bagaimana sudah memahami mengenai sejarah BEI? Beberapa penjelasan tersebut memberikan Anda kemudahan dan keuntungan yang didapatkan. Oleh karena itu, jika Anda ingin investasi mungkin bisa melalui BEI tersebut.

You may also like