Home keuangan RESMI OJK! Daftar 130+ Layanan Pinjol Ilegal Update 2023

RESMI OJK! Daftar 130+ Layanan Pinjol Ilegal Update 2023

by admin
Cara Buka Rekening BSI Online serta Syarat dan Setoran Awalnya: Mudah dan Cepat(FREEPIK/wirestock)

EduFinansial – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memperbarui daftar layanan fintech lending atau pinjaman online yang tidak memiliki izin. Ratusan layanan ┬ákredit ilegal disebut oleh OJK masih belum mengantongi izin mereka dan diketagorikan ke dalam layanan pinjol ilegal atau tidak resmi.

Salah satu contoh yaitu Uang Mudah – Pinjam Dana Cepat yang memiliki alamat surat elektronik (email) huangbao889@gmail.com. Pinjol ilegal ini termasuk ke dalam jenis layanan fintech lending atau peer to peer lending yang dimasukkan ke dalam jenis layanan ilegal pasa 10 Februari 2023 dengan nomor SP 01/SWI/II/2023.

Selain Uang Mudah, beberapa layanan fintech lending ilegal yang tidak berizin OJK juga muncul pula dalam bentuk aplikasi. Misalnya, Swan Pinjaman Tunai Pribadi, Cash Chas, Pinjaman Cepat Online RAC, TemanUang, Kontribusi Uang-Pinjamanaman, dan sebagainya yang bahkan dapat diunduh di Google Play Store.

Beberapa contoh di atas termasuk ke dalam layanan pinjol ilegal yang telah diperbarui oleh OJK. Hingga artikel ini ditulis OJK telah memengaruhi daftar pinjaman online ilegal hingga 10 Februari 2023. Dalam laporan tersebut, per 1 Januari 2023 hingga 15 Mei 2023 dilaporkan sebanyak 132 layanan pinjaman online ilegal yang dilaporkan.

Apa beda pinjol legal dan ilegal?

OJK merupakan lembaga resmi yang mengatur hingga mengawasi layanan-layanan pinjaman online yang berbedar di masyarakat. Hanya saja, berdasarkan data di atas, diketahui bahwa masih terdapat ratusan layanan pinjaman online ilegal yang masih bertebaran. Hal tersebut tentu menjadi perhatian penting dari calon pengguna layanan pinjol.

Sebenarnya, terdapat beberapa ciri dari layanan pinjol aman dan legal yang menjadi solusi untuk tidak terjebak layanan fintech lending ilegal. Selain tentu saja melakukan pengecekan berkala di situs resmi OJK mengenai daftar pinjol legal berizin lembaga independen tersebut.

Beberapa ciri layanan pinjaman online legal sendiri telah disampaikan oleh OJK sebelum ini.

Pertama, layanan pinjol legal memiliki regulasi atau pengawas yang jelas yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian, mereka juga memiliki pengurus baik dewan direksi maupun komisaris penyelenggara dengan pengalaman minimal setahun di industri jasa keuangan dan di level manajerial.

Selanjutnya, lokasi kantor pinjaman online jelas dan tidak ditutupi. Fintech lending legal juga menjamin keamanan data pribadi pengguna. Berbeda dengan pinjol ilegal yang sering memanfaatkan data pengguna untuk melakukan ancaman. Ancaman ini biasanya muncul di masa penarikan kredit.

Bunga pinjaman dan denda keterlambatan juga tidak terlalu melambung dibandingkan dengan layanan pinjol ilegal. Sebab, ada asas keterbukaan atau transparansi yang wajib dipenuhi oleh penyedia layanan pinjaman online legal.

Beberapa ciri lain masih dimiliki oleh layanan pinjol legal. Namun, cara pintas untuk mengetahui apakah sebuah layanan pinjol aman atau tidak yaitu dengan menilik ke laman resmi OJK. Perusahaan yang menyediakan layanan pinjaman online legal dan resmi adalah mereka yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pihak berwenang terkait.

Daftar layanan pinjol ilegal 2023

Baik layanan pinjaman online legal maupun ilegal dapat dicek secara berkala melalui laman resmi OJK di ojk.go.id. Hingga artikel ini dinaikkan, dalam laporan resmi layanan pinjaman online ilegal, OJK telah melampirkan 4.400 nama layanan fintech lending ilegal dan tidak berizin. Dalam periode tahun 2023 yaitu mulai 1 Januari-15 Mei 2023 setidaknya terdapatkan 132 nama fintech lending ilegal baru yang dilaporkan.

Jumlah tersebut bahkan lebih banyak dibandingkan layanan pinjaman online legal atau yang mengantongi izin OJK. Melalui laporan terakhir pada 9 Maret 2023, OJK merilis 102 perusahaan penyedia layanan pinjaman online yang telah resmi dan berizin.

Kedua daftar tersebut dapat dicek berkala melalui laman website resmi OJK.***

You may also like