Home Perencanaan Pola Pikir yang Sebaiknya Dihindari ketika Mengelola Keuangan

Pola Pikir yang Sebaiknya Dihindari ketika Mengelola Keuangan

by Mas Abadi

Sudah tidak memiliki beban yang berhubungan dengan keuangan seperti hutang dan sanggup memenuhi semua kebutuhan hidup, itulah yang disebut dengan merdeka secara finansial. Ya, setiap orang mengartikan merdeka finansial berbeda-beda, tergantung dengan kebutuhan. 

Ada yang memaknai jika merdeka secara finansial yaitu terbebas dari hutang, bisa mengelola keuangan dengan baik, keuangan stabil dan lainnya. Tetapi, ada pula yang berpendapat seseorang bisa dibilang merdeka secara finansial jika dapat menikmati hasil investasi yang telah ditanamkan. Sehingga tidak harus kerja keras lagi, tetapi uang tetap mengalir. 

Namun intinya yaitu Anda bisa mengatur keuangan dengan baik, sehingga terbentuklah merdeka secara finansial. Oleh sebab itu, Anda harus mengubah pola pikir supaya bisa merujudkan resolusi dan cita-cita tersebut. Nah, apa saja pola pikir yang perlu Anda ubah? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 

Hindari Pola Pikir Buruk Ini supaya Keuangan Stabil 

  • Uang bisa datang sendiri 

Faktanya, uang tidak dapat datang sendiri. Anda tetap harus mencarinya, dalam artian untuk memperoleh uang, Anda perlu bekerja, berusaha sampai mengorbankan banyak hal yang ada di hidup ini. Karena, mengucap mantra dan hanya berdiam diri saja tidak dapat menjadikan uang datang kepada Anda dengan sendirinya. 

Semakin Anda giat dalam mencari uang, maka semakin banyak uang yang akan didapatkan. Untuk itu, jangan pernah Anda menghalukan ingin memiliki banyak uang, namun bermalas-malasan. Selagi umur masih mudah, Anda harus giat mencari uang supaya bisa menikmati jerih payah di hari tua nanti. 

  • Meremehkan uang receh 

Bila dilihat dari nilainya, tentu Anda akan melihat uang receh tidak ada nilainya. Seperti nominal Rp 500 perak atau Rp 1.000 rupiah. Tetapi, uang receh bisa memperlihatkan kekuatannya jika Anda mengumpulkan sedikit demi sedikit. 

Misalnya uang Rp 500 perak, jika dikumpulkan secara rutin selama setahun pasti jumlahnya sangat banyak. Tentu saja lumayan sebagai tambahan membeli kebutuhan. Anda juga bisa mengajarkan menabung receh ke anak Anda. 

Dimulai dari uang receh, hasil dari kembalian Anda membeli sesuatu, disimpan saja pada celengan atau kaleng bekas. Lama kelamaan pastinya akan penuh. Hal ini lebih jauh bermanfaat dibandingkan dengan membuang uang tersebut. 

  • Tidak berinvestasi untuk diri sendiri 

Tidak sedikit yang berasumsi jika investasi hanya untuk orang tua saja, bukan untuk Anda yang masih muda. Karena anak muda masih bisa bekerja. Namun, tidak ada yang tahu akan nasib orang di masa depan nanti. Mungkin saja walaupun usianya masih muda, tetapi tiba-tiba terserang penyakit, kecelakaan sampai cacat atau keadaan lainnya. 

Pola pikir yang satu ini wajib Anda ubah. Justru karena masih muda seharusnya Anda lebih terbuka akan investasi. Banyak instrumen yang dapat Anda pilih, seperti saham, reksadana, emas, investasi properti, deposito dan lainnya. 

Sehingga untuk siapa saja, tidak pandang bulu semua dapat belajar atau memulai untuk berinvestasi. Berinvestasi mulai dari yang sedikit hingga banyak. Investasi bisa menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan uang Anda. Untuk kondisi finansial yang lebih bagus di masa depan. 

  • Terlalu banyak belanja 

Istilah Yolo atau hidup hanya sekali menjadi sebuah moto yang sedang trend di kalangan milenial sekarang ini. Memang ada benarnya, namun memiliki pola pikir konsumtif ini sangat tidak disarankan. Karena, hari Anda tidak berhenti untuk hari ini saja, masih ada hari esok dan seterusnya yang membutuhkan biaya besar. 

Oleh karena itu, buanglah pola pikir tersebut supaya Anda tidak terjebak pada gaya hidup yang berlebihan. Belanjakan uang hanya untuk kebutuhan saja, bukan keinginan. Dengan demikian, Anda bisa sukses mengelola keuangan dan merasakan merdeka secara finansial. 

  • Memanjakan diri hingga lupa diri 

Pola pikir selanjutnya yang harus Anda buang jauh-jauh yaitu memanjakan diri sampai lupa diri. Ada baiknya membahagiakan diri sendiri secukupnya saja. Beri penghargaan atau self reward untuk diri sendiri dalam jumlah yang normal. Yang penting sudah membuat Anda cukup bahagia. 

Tidak perlu berlebihan sampai membuang banyak uang. Ada baiknya gunakan uang Anda untuk kebutuhan yang penting atau untuk berinvestasi maupun modal usaha. 

  • Menuruti gengsi 

Tidak bisa dipungkiri jika status sosial di masyarakat kita masih bergantung dengan berapa banyak aset dan uang yang dimiliki. Benar, namun Anda salah jika sampai menghambur-hamburkan uang untuk menuruti gengsi demi gaya hidup yang terlihat terpandang. 

Anda tidak harus membuktikan apapun ke orang lain, seperti dengan menggunakan barang brandee, makan di restoran mewah dan lainnya. Karena orang yang sudah paham dengan Anda tidak memerlukan pembuktian tersebut.  

Nah, itu tadi beberapa pola pikir yang harus Anda ubah demi kondisi keuangan yang stabil dan kebebasan finansial. Bila Anda bisa memanfaatkan uang dengan benar, membuat anggaran sesuai kebutuhan, maka sudah pasti keuangan Anda akan stabil.

You may also like