Home Pinjaman Perbedaan Suku Bunga KPR Fix dan Floating

Perbedaan Suku Bunga KPR Fix dan Floating

by Mas Abadi
KPR disetujui

Proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) termasuk salah satu solusi untuk memiliki rumah impian dan membantu masyarakat untuk mempunyai rumah impian. Tetapi, dalam kebutuhannya tidak boleh sembarangan dalam mengajukan dan memutuskannya. Semuanya harus Anda lihat, meskipun KPR sebagai bagian solusi, tetapi harus melihat pelayanan dan fitur yang ada. 

Salah satunya mengenai bunganya, hal ini menjadi pemahaman penting yang harus Anda lihat agar tidak salah dalam membuat keputusan. Apalagi suku bunga dalam KPR bisa mengalami kenaikan dan biasanya memang cukup tinggi. Dengan demikian, prosesnya Anda harus mampu mencari dan menentukan bunga KPR yang tetap. 

Memilih Suku Bunga KPR 

Saat ini ada dua produk KPR yang bisa Anda pilih, diantaranya ada bunga yang flat dan ada yang floating. Keduanya bisa Anda tentukan dan pilih masing-masing berdasarkan kebutuhan yang Anda inginkan. Berikut ini kami akan mengajak Anda untuk melihat perbedaan dari kedua produk tersebut, simak yuk

Suku Bunga Fix atau Flat

Bunga fix atau flat merupakan bentuk perhitungan suku bunga yang proses besarannya didasarkan pada ketentuan utang awal. Dalam prosesnya semua kebutuhan untuk proses cicilan akan tetap selama ketentuan masa pinjaman yang ada. Dengan demikian tidak ada proses kenaikan atau cicilan yang akan berubah setiap bulannya selama masa kreditnya. 

Apabila Anda memilih paket KPR dengan bunga fix tersebut adalah tidak adanya perubahan cicilan setiap bulannya, sehingga angsuran yang Anda lakukan nilai tetap sama. Pada tahap ini Anda selaku debitur tidak merasa khawatir dan merasa cemas akibat nilai angsuran yang ada, karena semuanya telah berdasarkan perhitungan yang ada. 

Sisi lainnya memilih untuk bunga flat tersebut Anda akan mendapatkan pengaturan dalam keuangan yang lebih baik, termasuk dalam pengeluaran. Karena kondisinya yang tetap dan tidak ada perubahan Anda sudah melakukan alokasi tersendiri. Dengan kata lain, bunga fix lebih tepat untuk Anda pilih dan tidak ingin mengambil resiko terlalu tinggi. 

Suku Bunga Floating 

Apa itu suku bunga floating? Secara sederhananya bunga floating adalah kebutuhan suku bunga untuk KPR yang tidak tetap, karena prosesnya berdasarkan pada ketentuan dan pemberlakuan dari Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga yang terus berubah dan mengalami evaluasi dari beberapa periode yang ada. 

Dalam tahap ini, peningkatan suku bunga berdasarkan pada proses yang ada di bank tersebut, sehingga tidak tetap dalam prosesnya. Apabila Anda memutuskan untuk memilih KPR suku bunga floating, maka harus siap dengan membayar proses cicilan yang akan berbeda setiap periode yang ada nantinya. 

Hal menarik jika Anda memutuskan untuk memilih suku bunga floating adalah Anda tidak akan mengikuti ketentuan dari BI. Jika ada penurunan, maka cicilan yang akan Anda keluarkan jauh lebih rendah, sehingga secara otomatis akan membantu untuk pembayaran yang jauh lebih ringan dari biasanya, sehingga program ini menarik untuk Anda lihat. 

Kekurangan Suku Bunga Floating dan Flat

Berikut ini beberapa kekurangan dari suku bunga floating dan flat, simak penjelasan lengkapnya

1. Suku Bunga Floating

Jika negara mengalami kondisi ekonomi yang tidak begitu stabil dan penuh gejolak, sehingga berpengaruh pada defisit pada anggaran. Tentu kondisi tersebut suku bunga pada bank akan naik dan biasanya sangat tinggi. Dengan demikian, apabila Anda memutuskan untuk memilih suku bunga floating untuk kebutuhan KPR, pastikan Anda sudah siap menerima resikonya. 

Tidak ada kepastian dalam proses cicilan, karena ada keuntungan dan kerugian yang akan Anda hadapi kedepannya. Dalam prosesnya, cicilan yang Anda pilih tersebut mungkin setiap bulannya akan lebih rendah, tetapi tidak menutup kemungkinan tahun berikutnya akan lebih rendah atau lebih tinggi dari sebelumnya. 

Faktor inilah yang harus Anda lihat secara menyeluruh, pastikan Anda tidak sembarangan atau ceroboh dalam memutuskannya. Karena bagian tersebut akan mengalami banyak permasalahan dan harus benar-benar Anda pahami secara menyeluruh. Sehingga sebelum memutuskan untuk memilihnya, lebih baik pertimbangkan semuanya dengan sangat matang. 

2. Suku Bunga Flat atau Fix 

Mungkin Anda akan beranggapan apabila suku bunga flat akan lebih menguntungkan, namun jika melihat secara lebih luas ada beberapa kekurangannya. Karena, dalam prosesnya kedepan nantinya, menggunakan suku bunga fix akan mendapatkan beban bunga yang lebih besar dibandingkan dengan KPR yang mengandalkan suku bunga floating. 

Karena, jika Bank Indonesia (BI) mengalami penurunan pada tingkatan suku bunganya, maka pihak debitur yang memilih bunga fix tidak akan mendapatkan keuntungan. Tahapan tersebut penting untuk Anda lihat dan pertimbangkan. Namun, apabila Anda tidak ingin terlalu mengambil resiko, maka proses memilih suku bunga flat dapat dilakukan. 

 

Nah, itulah beberapa penjelasan lengkap mengenai suku bunga KPR flat dan floating, pastikan Anda memilih dan menentukan suku bunga yang sesuai kebutuhan. 

 

You may also like