Home Tips Penyebab Masih Seret Secara Keuangan

Penyebab Masih Seret Secara Keuangan

by Mas Abadi

Keuangan adalah salah satu faktor yang bisa jadi masalah sekaligus faktor pemicu adanya rasa aman dan nyaman. Sebagaimana yang sudah kamu ketahui, kondisi keuangan berbeda-beda satu sama lain. Namun, adanya pembeda dalam kondisi keuangan seseorang  cenderung lebih relatif.

Meskipun sudah bekerja dan memiliki penghasilan setiap bulannya, belum tentu menjadikan orang tersebut dinilai memiliki kondisi keuangan yang stabil. Masih banyak yang memiliki pendapatan setiap bulan hanya cukup jika sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok atau hanya kebutuhan makan saja, tetapi sudah merasa cukup. Bahkan ada yang sudah memiliki penghasilan setiap bulan dengan jumlah yang tinggi tetapi, masih merasa kurang cukup.

Terdapat beberapa alasan kenapa kondisi keuangan yang sedang dimiliki seseorang dianggap cukup dan tidak cukup. Hal tersebut belum tentu dari besar atau kecilnya penghasilan setiap bulan yang didapatkan seseorang. Semua hal tersebut cenderung lebih relatif.

Alasan Keuangan Kamu Masih Seret

Sudah masuk pertengahan bulan tetapi keuangan sudah mulai seret. Tetapi tidak tahu penyebab uang menipis begitu saja. Padahal, jika dipikir ulang kembali, penghasilan yang didapatkan cenderung lebih tinggi apabila dibandingkan orang lain. Maka dari itu, kamu harus lebih memahami apa saja penyebabnya.

Supaya kamu lebih memahami apa saja penyebab keuangan kamu seret. Simak dan perhatikan yuk! Supaya kamu bisa lebih paham mengelola keuangan.

Tidak Mempunyai Rencana Hidup dan Keuangan yang Matang

Kamu akan mudah mengalami kondisi keuangan yang seret apabila tujuan hidup kamu tidak matang. Tujuan hidup yang jelas tentu saja akan mempengaruhi rencana keuangan kamu. Ini penting dimiliki setiap orang, karena sangat penting bagi masa depan kamu yang lebih matang, damai dan sejahtera bersama keluarga.

Kamu harus memahami, bahwa uang yang kamu punya tidak hanya akan digunakan untuk masa sekarang saja. Kamu juga harus memikirkan suatu hari nanti kamu tidak akan bekerja lagi. Maka dari itu, kamu juga harus memikirkan masa itu akan datang dengan perencanaan keuangan yang matang.

Mengikuti Gaya Hidup yang Tidak Sesuai dengan Penghasilan

Penyebab kondisi keuangan kamu tetap seret salah satunya adalah mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai dengan penghasilan kamu. Kamu yang selalu mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai, kamu hanya akan menyesal di kemudian hari.

Sebagai contohnya, jika penghasilan kamu setiap bulan adalah Rp 10 juta tetapi gaya hidup kamu senilai Rp 20 juta. Tentu saja hal itu hanya akan membuat kamu tersiksa. Pada umumnya, orang yang mengikuti gaya hidup yang seperti itu hanya mengikuti gengsi saja.

Justru, hidup hanya demi mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai tersebut hanya akan membuat kamu merasa lebih mudah seret. Kamu hanya akan merasa tidak cukup dengan gaji yang kamu punya.

Uang tabungan juga tidak akan mudah terkumpul. Kamu tidak akan memiliki kondisi keuangan yang stabil. Oleh sebab itu, hindari gaya hidup yang berlebihan dan gunakan uang kamu untuk kebutuhan saja secukupnya.

Tidak Bisa Membedakan Prioritas

Keuangan kamu jadi seret jika kamu mengalami kesulitan dalam membedakan mana yang merupakan prioritas dan mana yang bukan. Sederhananya, kamu tinggal memikirkan mana yang harus kamu utamakan, tentu saja kebutuhan pokok daripada keinginan saja.

Sebagai contohnya, ponsel yang kamu punya belum rusak tetapi sudah rilis ponsel dengan model terbaru, sebenarnya kamu tidak terlalu membutuhkannya tetapi kamu hanya ingin membelinya. Jika mengikuti pola yang seperti itu, sudah bisa dipastikan keuangan kamu hanya akan semakin seret saja.

Kamu harus mampu menentukan membeli barang yang harus kamu beli, daripada membeli barang yang bisa kamu beli lain kali.

Tidak Punya Tabungan

Jika kamu selalu merasa tidak cukup, bisa saja itu karena kamu tidak memiliki tabungan. Kamu harus tahu, setiap orang akan hidup lebih damai dan sejahtera jika sudah memiliki tabungan.

Apabila kamu sudah bertahun-tahun bekerja tetapi merasa tidak melihat hasil kerja kerasmu, itu artinya tidak pernah menabung. Mumpung masih muda, sebaiknya sisakan uang untuk tabungan. Memang jika masih awal akan susah tetapi hasilnya bisa kamu dapat dan rasakan di masa depan.

Sudah Terbiasa Berhutang

Perlu diingat dengan baik, jika kamu sudah terbiasa berhutang, gaji yang kamu dapatkan setiap bulannya hanya akan hasbil untuk melunasi hutang. Bagaikan gali lubang dan tutup lubang.

Tabungan kamu tidak akan mudah terkumpul jika uang yang kamu punya hanya untuk membayar hutang. Usahakan jangan sampai terbiasa berhutang, sebab keuangan kamu akan jadi semakin seret.

Meremehkan Catatan Pengeluaran Keuangan

Dengan memiliki catatan pengeluaran keuangan, kamu jadi tahu uang yang kamu punya untuk apa saja. Namun, jika kamu menganggap remeh catatan tersebut, maka kamu hanya akan menggunakan uang secara boros dan tidak hati-hati menggunakannya.

You may also like