Home Perencanaan Pentingnya Keterbukaan Keuangan Rumah Tangga

Pentingnya Keterbukaan Keuangan Rumah Tangga

by Mas Abadi

Setiap pasangan memang idealnya harus selalu terbuka serta jujur dalam hal apapun, salah satunya adalah tentang keuangan. Namun, pada kenyataannya masih banyak yang tidak dapat berterus terang mengenai hal tersebut.

Contohnya, masih ada istri atau suami yang tidak mengetahui secara pasti berapa banyak gaji pasangannya. Ada juga yang setiap membeli produk, tidak mau memberitahu pasangannya terlebih dahulu. Padahal jumlah dana yang dikeluarkan tidaklah sedikit.

Hal-hal seperti itulah yang kerap menjadi masalah dalam berumah tangga. Karena itulah sangat disarankan untuk saling terbuka dan tidak ada yang ditutupi tentang segala hal terkait keuangan, termasuk jika salah satu diantara Anda mempunyai cicilan.

Manfaat dari keterbukaan finansial dalam rumah tangga

Apabila Anda atau pasangan merupakan seseorang yang sulit berterus terang, maka tidak ada salahnya jika mulai sekarang mengubah kebiasaan tersebut. Karena, dengan terbuka akan membuat Anda atau pasangan lebih tenang dan jelas kehidupan rumah tangga akan lebih harmonis. Seperti beberapa manfaat dibawah ini :

  • Dapat mengurangi rasa saling curiga
  • Dapat mengurangi sifat perhitungan
  • Dapat lebih memupuk rasa saling menghargai
  • Akan memudahkan ketika pasangan ingin mencairkan tabungan, investasi ataupun asuransi bila salah satu sakit/ meninggal dunia

Harus dimulai dari mana?

Kadangkala ketika kita ingin mengatakan suatu hal secara jujur tentu akan bingung harus memulai dari mana. Begitu pula Anda serta pasangan tentu juga ada perasaan canggung untuk mulai terbuka terkait masalah keuangan rumah tangga, karena itu berikut adalah poin pentingnya :

  • Berdiskusilah dengan pasangan terkait keuangan

Berdiskusilah mengenai masalah keuangan ini dikala senggang. Berceritalah kepada pasangan Anda mengenai segala keinginan tentang finansial, jika sudah menemukan kesepakatan dengan pasangan. Anda berdua bisa mulai menyusun rencana akan melakukan apa saja atau apa yang memang ingin dicapai.

Misalkan, jika saat ini masih hidup bersama orang tua, maka Anda bisa membuat target dengan membuka tabungan bersama yang tujuannya adalah untuk membeli rumah. Kemudian targetkan, bila dalam 2 atau 3 tahun kedepan harus sudah terkumpul uang guna DP rumah.

  • Bila ada konflik terkait finansial, temukan bersama solusinya

Gunakan waktu percakapan bersama untuk mengungkap hambatan dan konflik antara Anda serta pasangan. Kemudian mencoba mencari solusi supaya masalah tersebut dapat segera dibenahi. Misalnya, Anda bisa keberatan jika pasangan ingin membantu kerabat secara besar-besaran tanpa ada persetujuan dari Anda. 

Contohnya cerita Ranti yang protes saat mengetahui suaminya baru saja mengirimi Dito 6 juta untuk membayar liburan orang tua Dito. Sebenarnya mereka mempunyai alasan kuat. Tetapi, jika konflik muncul dalam keluarga, itu berarti mereka perlu mencari cara supaya bisa diatasi.

Misalnya, cobalah untuk berbicara dengan pasangan Anda atau mendapatkan persetujuan mereka sebelum memberikan uang kepada kerabat. Dapat juga dengan menyiapkan anggaran khusus untuk orang tua atau dana amal, maksimal pendapatan 10.000 per bulan.

  • Saling terbuka tentang pos keuangan

Tidak sedikit pasangan yang mengkhawatirkan keadaan finansial pribadi pasangannya, contohnya gaji, tabungan, penghasilan tambahan dan lainnya. Jika Anda dan pasangan sedang ada dalam situasi seperti itu, sebaiknya untuk membuat kesepakatan saling terbuka.

Contoh mudahnya adalah dengan menjelaskan besaran gaji yang diperoleh, apakah memiliki penghasilan lain, berapa besar THR/ bonus yang didapatkan, apakah mempunyai simpanan dana darurat dan lain sebagainya. Kemudian, Anda berdua bisa saling mencatat nomor rekening masing-masing, supaya mempermudah jika harus membantu pasangan.

Selanjutnya, terbuka mengenai pengeluaran pribadi, seperti misalnya Anda secara rutin membelanjakan penghasilan untuk membeli beberapa kebutuhan pribadi misal skincare, baju, sepatu dan lain sebagainya. Begitu pula pasangan, lalu pastikan jika semua kebutuhan itu tidak lebih dari 10 persen dari total penghasilan.

  • Periksalah hutang pribadi

Selanjutnya adalah masalah hutang bawaan antara Anda ataupun pasangan. Untuk masalah hutang ini memang sebaiknya sejak awal pernikahan atau sebelum menikah sudah dibicarakan terlebih dahulu, apakah hutang yang dibawa sebelum berumah tangga tetap menjadi tanggung jawab masing-masing atau nantinya akan ditanggung bersama.

Apabila memang akan ditanggung bersama bicarakanlah mengenai berapa persen yang ditanggung oleh pihak istri dan berapa persen pihak suami. Pastikan jika masalah ini tidak semakin berlarut dan menyebabkan terjadinya kericuhan di dalam rumah tangga.

  • Memiliki tabungan bersama

Hal terakhir adalah anda dan juga pasangan dapat membuka tabungan bersama yang mana dengan adanya tabungan ini tentunya akan mempermudah untuk saling mengawasi perihal keuangan. Selain itu Anda juga bisa berdiskusi berapa besaran gaji yang harus di transfer kan ke simpanan tersebut.

Memiliki hubungan harmonis merupakan impian semua pasangan. Karena itu mulailah untuk saling terbuka mengenai segala hal termasuk masalah keuangan karena bagaimanapun pasangan Anda memiliki hak untuk mengetahui dari mana penghasilan yang didapat dan ke mana saja uang tersebut. Kecuali jika sejak sebelum menikah Anda dan juga pasangan membuat perjanjian pra-nikah.

You may also like