Home Tips Pengertian Zakat Jenis dan Besarannya

Pengertian Zakat Jenis dan Besarannya

by Mas Abadi
pengertian zakat

Zakat fitrah menjadi salah satu dari beberapa kewajiban bagi umat muslim ketika Ramadhan tiba. Akan tetapi, tahukah Anda pengertian zakat itu sendiri? Selain itu zakat juga banyak jenisnya. Pastinya tujuan berzakat tidak sebatas menunaikan kewajiban saja namun juga sebagai bentuk pembersihan harta dan berbagi kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Pada artikel kali ini akan dibahas hal-hal mengenai zakat serta jenis-jenis zakat. Sebab sebagai orang muslim sebaiknya Anda tidak boleh meremehkan yang namanya zakat, dimana zakat sendiri masuk ke dalam rukun Islam keempat. Jika ingin mengetahui banyak hal tentang zakat, silahkan untuk menyimak pembahasan pada artikel ini hingga selesai.

Pengertian Zakat Secara Garis Besar

Zakat merupakan sejumlah harta yang dimiliki individu  dan wajib dikeluarkan oleh kaum muslim untuk nantinya diberi ke orang-orang memiliki hak untuk mendapatkannya, mereka adalah orang-orang kurang mampu dan sejenisnya, sesuai yang sudah ditetapkan oleh syariah. Zakat adalah rukun Islam keempat dan salah satu hal terpenting di dalam menegakkan dan memegang syariat Islam.

pengertian zakat adalah

Maka dari itu, hukum zakat menjadi sesuatu yang wajib untuk seluruh umat Islam yang sudah memenuhi syarat-syarat yang ada. Zakat juga termasuk sebuah ibadah seperti halnya puasa, shalat dan lainnya seperti yang sudah diatur di Al-Quran dan juga Sunnah.

Jenis-Jenis Zakat

Zakat sendiri terdiri dari 2 jenis, yakni Zakat Nafs atau biasa disebut dengan Zakat Fitrah. Kedua ada Zakat Maal yang berarti harta. Dibawah ini masing-masing penjelasan dari dua jenis zakat tersebut.

  • Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan zakat wajib yang dilakukan oleh setiap kaum muslim di bulan Ramadhan. Lebih tepatnya ketika menjelang hari raya Idul Fitri. Zakat fitrah besarannya setara 3,5 liter atau 2,5 kg makanan pokok pada umumnya.

Zakat tersebut berupa gandum, beras, dan sejenisnya berdasarkan daerah tertentu. Zakat juga dapat diganti dengan nominal uang, akan tetapi harus setara harga atau nilai makanan pokok berdasarkan zakat yang ada.

  • Zakat Maal

Zakat harta atau zakat maal merupakan zakat yang juga wajib dikeluarkan oleh umat Islam berdasarkan nisab dan juga haulnya. Nisab adalah syarat minimum maal atau harta yang bisa dikategorikan sebagai zakat wajib. Sedangkan haul merupakan masa kepemilikan harta yang telah berlalu selama 1 tahun Hijriyah/Qamariyah.

Tidak ditetapkan batasan waktu untuk mengeluarkan jenis zakat tersebut. Itu artinya dapat dikeluarkan selama setahun ketika semua syarat telah terpenuhi.

Zakat satu ini akan memicu banyak macam zakat lain, diantaranya seperti zakat perniagaan, penghasilan, pertambangan, pertanian, hasil ternak, hasil laut, tabungan, obligasi, hasil temuan, perak, emas dan banyak lagi.

Perhitungan Besaran Zakat

  • Zakat Fitrah

Besaran zakat fitrah untuk per orang yaitu 3,5 liter x harga beras 1 liter. Contoh: Jika harga bekas yang sering Anda konsumsi setiap hari adalah 10 ribu per liter, berarti zakat fitrah yang wajib Anda bayar per orang nya sebesar 35 ribu. Bila dihitung dari beratnya, maka zakat fitrah untuk satu orang = 2,5 kilogram x nilai beras per kilogram.

  • Zakat Maal

Perhitungan zakat maal yaitu 2,5 persen x jumlah harta tersimpan selama 12 bulan. Cara menghitung nisabnya yakni 85 x nilai emas per gram.

Contohnya, apabila Anda memiliki tabungan sebesar 100 juta, deposito 200 juta, lalu rumah yang dikontrakan harganya 500 juta, lalu emas perak 200 juta. Maka total harga yang Anda miliki 1 miliar. Seluruh harta tersebut telah dimiliki sudah dari 12 bulan terakhir.

Apabila harga dari 1 gram emas senilai 600 ribu, berarti batas nisab untuk zakat maal yaitu 85 x 600 ribu = 51 juta. Sebab harta Anda sudah melebihi limit nisab, itu berarti Anda wajib membayarkan zakat maal senilai 1 milyar x 2,5 persen yang jika ditotal per tahunnya 25 juta.

  • Zakat Penghasilan

Agar mengetahui besaran dari zakat penghasilan, Anda tinggal kurangi total penghasilan dengan utang yang ada. Kemudian hasilnya dikalikan 2,5 persen. Nisab untuk zakat penghasilan yaitu 520 x harga dari bahan pokok sehari-hari.

Contohnya, jika Anda mendapatkan gaji bulanan sebesar 7 juta, dan memiliki utang angsuran motor sebanyak 1 juta. Itu berarti sisa pendapatan Anda masih 6 juta, dan untuk rata-rata dari harga beras per kilo yaitu 10 ribu. Maka untuk batas nisab pada zakat penghasilan yakni 520 x 10 ribu = 5,2 juta.

Dengan sisa gaji Anda sudah melewati batas nisab zakat tersebut, berarti zakat penghasilan yang harus Anda bayar yakni 6 juta x 2,5 persen = 150 ribu.

Demikian lah artikel yang mengulas tentang pengertian zakat, jenis-jenis zakat hingga zara menghitung besaran dari masing-masing zakat sesuai syariat Islam. Sebagai umat muslim yang taat alangkah baiknya untuk mengetahui lebih dalam tentang rukun Islam ke-4 tersebut agar tidak kebingungan dalam prosesnya dan bisa beribadah dengan ikhlas.

You may also like