Home Investasi Pengertian Saham adalah, Jenis dan Contohnya

Pengertian Saham adalah, Jenis dan Contohnya

by Mas Abadi
ilustrasi saham adalah

Beberapa dari anda pasti sudah tidak asing dengan istilah saham. Ya, istilah yang mulai populer di berbagai kalangan ini sekarang cukup diminati bukan hanya di lingkungan orang besar saja. Mahasiswa maupun karyawan juga memanfaatkan saham sebagai alat investasi yang cukup menjanjikan. Menanam saham adalah kegiatan yang tidak terlalu banyak menguras energi apalagi di zaman modern seperti saat ini. Namun, apakah anda tau apa itu saham? Jika anda belum mengeri, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian saham

Saham merupakan surat berharga yang menyatakan kepemilikan suatu modal di sebuah perusahaan yang bisa diperdagangkan di bursa efek. Siapapun yang memiliki saham tersebut berarti bisa ikut menyertakan modal dan memiliki perusahaan pengeluar saham yang telah kita beli. 

saham adalah

Saham disebut juga aandeel dalam bahasa Belanda atau share di bahasa inggris. Sedangkan di bahasa Jerman, saham biasa disebut aktie. Istilah-istilah tersebut memiliki arti surat berharga yang mengatasnamakan saham sebagai tanda bukti kepemilikan sebagian dari perusahaan atau perseroan yang mana saham dikeluarkan atas nama pemilik ataupun pembeli.

Bentuk saham yaitu selembar kertas yang menegaskan bahwa yang memilikinya juga turut menjadi pemilik dari perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. sama halnya dengan kita menabung di bank, kita akan menerima lembaran saham bila kita membeli saham tersebut. Lalu, apa saja jenis-jenis saham yang perlu anda ketahui? Coba perhatikan beberapa jenis saham yang telah kami rangkum berikut.

Menurut Darmadji dan Fakhruddin, saham dapat dibagi dalam beberapa jenis antara lain :

Dilihat dari segi kemampuan dan hak dalam faktor tagih serta klaim

  • Saham Biasa atau common stock

Saham biasa adalah saham yang memposisikan pemiliknya sebagai  anggota paling muda terhadap pembagian dividen serta kekayaan perusahaan jika perusahaan tersebut sedang dalam proses penjualan aset untuk membayar kreditor dan mendistribusikan sisa aset kepada masing-masing pemilik saham atau yang biasa kita sebut dilikuidasi.

  • Saham preferen atau preferred stock

Adalah saham yang memiliki ciri-ciri gabungan antara obligasi serta saham biasa sebab bisa menghasilkan tetap contohnya bunga obligasi namun belum tentu mendatangkan hasil seperti yang diinginkan oleh investor.

Dilihat dari cara pemeliharaannya

  • Bearer stock

Bearer stock atau saham atas unjuk adalah saham yang tidak tertulis nama pemiliknya. Hal ini bertujuan agar mudah dipindah tangankan dari satu investor ke investor lain.

  • Registered stock

Saham atas nama atau registered stock berbeda dengan bearer stock. Di dalam saham ini tertulis jelas siapa nama pemiliknya dan bagaimana cara peralihannya.

Dilihat dari kinerja perdagangan

  • Blue Chip Stock

Saham unggulan atau blue chip stock adalah saham biasa dari perusahaan yang telah memiliki nama atau reputasi tinggi sebagai pemimpin dalam industri sejenis dan memiliki pendapatan yang stabil untuk membayar dividen.

  • Income stock

Income stock atau yang biasa disebut saham pendapatan adalah institusi yang memiliki kemampuan untuk membayar keuntungan pada pemilik saham lebih tinggi dari rata-rata yang dibayarkan tahun-tahun sebelumnya.

  • Grow Stock-Well Know

Merupakan saham-saham institusi atau perusahaan yang memiliki growth pendapatan yang tinggi sebagai pemimpin dalam industri sejenis. Selain itu ada juga growth stock lesser known yang juga memiliki ciri growth stock namun institusi tidak menjadi pemimpin dalam industri sejenis.

  • Saham spekulatif

Adalah saham yang tidak konsisten memperoleh pendapatan yang tinggi di masa depan meskipun belum pasti.

  • Saham Siklikal

Saham Siklikal atau counter cyclical stock adalah saham yang tidak terpengaruh terhadap kondisi ekonomi makro maupun bisnis lainnya.

  • Saham bertahan

Sama seperti saham siklikal, saham bertahan adalah saham yang tidak terpengaruh pada kondisi ekonomi makro serta bisnis lain. Harga saham ini bertahan tinggi dan mampu memberikan keuntungan yang tinggi ketika terjadi resesi. Maka dari itu institusi yang mengeluarkan saham ini masih bisa membayarkan dividen yang cukup tinggi pada investor.

Contoh-contoh saham

Banyak saham yang beredar di khalayak luas dengan berbagai karakteristik yang berbeda-beda. Tapi bagi anda yang masih pemula, anda bisa mengambil beberapa contoh saham yang aman untuk anda ambil sebagai berikut :

  1. Saham dari perusahaan produksi yang berfokus pada kebutuhan pokok;
  2. Saham BUMN;
  3. Saham Perbankan ( ex: BCA, BRI );
  4. Saham Properti;
  5. Saham Farmasi.

Nah, bagaimana? apakah anda tertarik untuk membeli saham sebagai investasi masa depan anda? Memang untuk sekarang, saham sangat diminati oleh berbagai kalangan sebab menanam saham adalah hal yang bisa dianggap lebih praktis dan mudah di era modern seperti sekarang. Namun anda mempelajari terlebih dahulu saham yang akan anda ambil agar tidak terjadi kesalahan atau hal-hal yang tidak anda inginkan.

You may also like