Home Pinjaman Pengertian Riba dan Hukumnya yang Wajib Diketahui

Pengertian Riba dan Hukumnya yang Wajib Diketahui

by Greg Pascal
Pengertian riba

Pengertian Riba secara umum adalah mengambil tambahan dari harta pokok atas modal secara batil, baik itu dalam bentuk transaksi jual beli maupun pinjaman yang bertentangan dengan syariat atau kaidah yang berlaku dalam islam.

Dalam kehidupan sehari-hari, kerap dijumpai praktik balas jasa atas pinjaman uang yang bertentangan dengan prinsip muamalat. Dalam islam praktik seperti ini jelas dilarang dan diharamkan, dimana umat islam tidak boleh mengambil tambahan dalam jumlah besar maupun kecil.

Jenis riba dalam bentuk pinjaman tanpa disadari contoh kasusnya banyak terjadi disekitar kita, seperti seorang rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi, atau tidak bisa melunasi pinjaman tepat waktu, pengembalian bisa ditunda dengan memberikan tambahan dari total pinjaman.

Macam-Macam Riba

Terdapat dua jenis riba yang wajib diketahui, yaitu riba akibat jual beli dan riba hutang piutang, untuk detail penjelasannya dibawah ini.

1. Riba Jual Beli

Adapun jenis riba jual beli yang masuk dalam kategori barang ribawi adalah sebagai berikut :

2. Riba Fadhl

Riba fadhl adalah riba yang diakibatkan dari kegiatan pertukaran barang sejenis dengan takaran atau kadar yang berbeda. 

Contohnya : Seseorang ingin menukar uang 100 ribu dengan pecahan 5 ribuan, tetapi jumlah yang diberikan 18 lembar yang totalnya hanya 90 ribu.

3. Riba Yad

Riba Yad adalah proses kegiatan jual beli yang memiliki perbedaan nilai ketika terjadi penundaan transaksi, tidak ada ketegasan pembayaran maupun kesepakatan dalam serah terima barang.

Contohnya : Jika seseorang membeli Televisi secara tunai harganya Rp 1 juta, sementara pembayaran dengan cicilan harganya Rp 1,5 juta. Kedua belah pihak antara pembeli dan penjual tidak tegas menentukan jumlah yang harus dibayarkan hingga akhir transaksi.

4. Riba Nasi’ah

Riba Nasi’ah adalah proses jual beli atau pertukaran barang tidak sejenis dan dilakukan dengan berhutang, adanya nilai tambahan apabila terjadi penangguhan waktu pembayaran.

Contohnya : Seseorang meminjam uang sebesar Rp 200 ribu, pembayarannya dalam jangka 2 bulan. Jika pengembalian melebihi waktu tersebut, maka akan dikenakan biaya tambahan Rp 20 ribu per bulan. 

Pengertian riba

Baca Artikel Selanjutnya :

5. Riba Hutang Piutang

Adapun riba dari akibat hutang piutang adalah sebagai berikut :

1. Riba Qardh

Riba Qardh adalah riba dari akibat hutang piutang dengan adanya tambahan pengembalian, si pemberi mengambil keuntungan yang disyaratkan kepada si penerima.

Contohnya : Seorang rentenir meminjamkan uang kepada si peminjam sebesar Rp 5 juta dengan syarat bunga 25 persen selama 5 bulan.

2. Riba Jahiliyah

Riba Jahilliyah adalah riba akibat adanya tambahan hutang melebihi nilai pinjaman, karena si peminjam tidak sanggup bayar tepat waktu.

Contohnya : Seseorang meminjam uang sebesar Rp 100 ribu, harus dikembalikan selama 2 minggu. Apabila tidak dilunasi tepat waktu, pengembalian bisa ditunda dengan syarat adanya tambahan nilai dari total pinjaman.

Macam-macam riba yang wajib diketahui bagi umat islam, dibagi atas jenis ribanya yang terdiri dari riba jual beli dan riba hutang piutang. Lantas, apa hukum riba menurut islam?

Dasar Hukum Riba

Hukum riba dalam islam secara tegas dan jelas diharamkan dan dilarang, meskipun jumlahnya sedikit. Hal tersebut tertulis dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 275-279. 

Ayat tersebut menjelaskan bahwa, Allah SWT dan Rosulullah SAW akan memerangi mereka yang dengan jelas melakukan riba, dimana mereka akan menghuni neraka, dan kekal di dalamnya.

Lantas, bagaimana dengan sistem kredit dan pinjaman Bank? Selama kedua belah pihak melakukan kesepakatan atau perjanjian dengan adil, maka hukumnya bukan riba. Hal ini seperti yang diterapkan oleh Bank Syariah. 

Alasan Riba Diharamkan

Riba merupakan suatu perbuatan yang dilarang, karena bisa merugikan orang yang sedang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, berikut alasan riba diharamkan :

  1. Riba termasuk dalam perbuatan mengambil harta orang lain tanpa adanya pergantian, dimana yang meminjamkan mengenakan satu kali jumlah uang dibayar dengan dua kalinya. 
  2. Riba bisa membuat orang malas dalam mencari pekerjaan yang selayaknya diberkahi, riba dianggap cara cepat dalam mendapatkan uang, padahal keuntungannya dibebankan kepada orang lain.
  3. Riba membuat rasa belas kasih antar sesama manusia terputus, semangat saling membantu menjadi hilang, yang seharusnya terjadi bisa saling membantu.
  4. Riba membuat ketimpangan sosial, akibat mengambil keuntungan lebih sehingga tingkat kehidupannya lebih sejahtera, meskipun riba itu dilarang dan diharamkan

Itulah alasan mengapa riba diharamkan, melihat dampak yang akan dirasakan. Maka sebaiknya jauhi riba, sehingga kehidupan dipenuhi dengan keberkahan. Riba hanya akan memperkaya si pemberi dengan mengeruk keuntungan yang dibebankan ke si peminjam.

Pengertian riba berdasarkan teknisnya merupakan perbuatan yang dilarang karena mengambil tambahan nilai atas pinjaman, hal inilah yang dilarang karena bertentangan dengan muamalat dalam islam. Agar tidak terjadi riba, sebaiknya lakukan kesepakatan yang adil sesuai dengan syariat dan kaidah dalam islam.

You may also like