Home Perencanaan Pengertian Infaq Menurut Islam, Beserta Hikmahnya

Pengertian Infaq Menurut Islam, Beserta Hikmahnya

by Greg Pascal
pengertian Infaq

Dalam menjalankan agamanya, umat Islam memiliki aturan yang tercantum dalam Al Quran dan juga Hadis. Salah satu yang diatur adalah tentang infaq. Berikut ini ada beberapa penjelasan mengenai apa itu pengertian Infaq dalam agama Islam dan bagaimana pembagiannya.

Pengertian Infaq Menurut Sudut Pandang Bahasa

Jika dirunut dari sudut pandang bahasa, kata “infaq” berasal dari bahasa Arab yakni kata anfaqa yang memiliki arti mengeluarkan sesuatu untuk kepentingan tertentu. Beberapa ahli bahasa mengatakan pula bahwa kata infaq bisa bermakna keterputusan dan kelenyapan.

Bila ditilik dari sisi leksikal infaq juga bisa berarti: mengorbankan harta atau suatu benda yang bernilai dengan tujuan kebaikan. Hanya saja kata infaq dari bahasa Arab masih bersifat sangat umum dimana tujuan kebaikan tersebut bisa untuk kita sendiri maupun untuk kepentingan umum.

Hal ini dibenarkan pula dalam ayat yang menjelaskan mengenai membelanjakan harta yakni pada  Al-Anfal ayat 63 yang berarti

“Walaupun kamu membelanjakan semua yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka”.

Dari ayat tersebut kata infaq dimaksudkan pula untuk membelanjakan harta ataupun pendapatan kita untuk diri kita sendiri. Bentuk lain dari kata infaq ini sendiri adalah nafkah dimana penggunaan katanya ada dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 34 yang artinya adalah:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”

Dari Surat An-Nisa tersebut pula ditemukan pemanfaatan kata infaq sebagai biaya yang dikeluarkan suami untuk membiayai keluarga maupun rumah tangganya. Dari diskusi diatas dapat disimpulkan bahwa infaq adalah kebaikan bersifat umum yang bila tidak dilakukan tidak menimbulkan dosa.

Hal ini berbeda dengan zakat yang menjadi kewajiban umat Islam. Zakat memiliki sifat wajib yang apabila orang yang sudah memenuhi syarat untuk berzakat namun tidak melakukannya maka hal itu akan menimbulkan dosa bagi mereka.

Pengertian Infaq Menurut Syariat Islam

Menurut pandangan syariat Islam, infaq adalah mengeluarkan sebagian harta atau pendapatan untuk suatu kepentingan yang telah diatur dan diperintahkan ajaran Islam. Hal ini juga memiliki maka yang tidak jauh berbeda dengan makna secara bahasa.

Sifat dari infaq ini sendiri adalah mengeluarkan harta dengan sukarela yang di lakukan seseorang. Demikian dapat diartikan secara bahasa maupun syariat bahwa infaq merupakan harta yang dikorbankan untuk kebaikan yang mengalami keterputusan dari kepemilikan pemilik sebelumnya.

Infaq diatur dalam Syariat Islam dengan berlandaskan 4 rukun infaq yaitu :

  1. Pemberi infaq ( Muwafiq)
  2. Penerima infaq ( Muwafiq Lahu )
  3. Barang yang diinfaqkan
  4. Penyerahan ( Ijab Qabul )

Perbuatan Infaq bisa saja dianggap gagal. Infaq dapat dianggap sah apabila dalam proses pemberian itu sudah terjadi proses serah terima. Namun, bila Infaq itu hanya diucapkan dan belum terjadi serah terima atau Ijab Qabul maka hal tersebut belum termasuk Infaq. 

pengertian Infaq

Baca Artikel Selanjutnya :

Selain itu, dalam pemberian atau penghibahan suatu harta atau barang bernilai lainnya telah terjadi atau telah diterima oleh Muwafiq Lahu atau penerima infaq maka barang atau harta yang dihibahkan tidak boleh meminta kembali kecuali orang yang memberi itu orang tua (ayah/ibu) pada anaknya.

Ulama Hanabilah juga memberikan 11 syarat yang harus ada dalam proses atau perbuatan infaq yakni :

  1. Infaq dari harta yang boleh di tasharrufkan atau ditawarkan
  2. Harta yang diperjualbelikan
  3. Terpilih dan sungguh-sungguh
  4. Tanpa adanya pengganti
  5. Tidak disertai syarat waktu
  6. Orang yang sah memilikinya
  7. Sah menerimanya
  8. Walinya sebelum pemberi dipandang cukup waktu
  9. Menyempurnakan pemberian
  10. Pemberi sudah dipandang mampu tasharruf (merdeka, dan mukallaf)
  11. Mauhub harus berupa harta yang khusus untuk dikeluarkan.

Selain syarat untuk mengatur terjadinya infaq, barang atau harta yang akan di infaq-kan juga memiliki persyaratan yakni:

  1. Barang yang menjadi obyek infaq jelas terlihat wujudnya,
  2. Barang yang dihibahkan merupakan barang atau obyek yang bernilai atau memiliki harga.
  3. Barang yang dihibahkan merupakan benar milik orang yang memberikan hibah dan berpindah status pemiliknya dari tangan pemberi hibah (muwafiq) ke tangan penerima hibah (muwafiq lahu)

Pembagian Infaq

Secara hukum, ada 4 pembagian infaq yakni sebagai berikut

  1. Infaq mubah yang mana merupakan sebuah tindakan mengeluarkan harta untuk perkara mubah atau berdagang dan bercocok tanah.
  2. Infaq wajib yaitu merupakan pengeluaran harta untuk perkara yang wajib. Beberapa contoh Infaq wajib seperti membayar mahar (maskawin), menafkahi istri, dan menafkahi istri yang ditalak dan masih dalam keadaan iddah.
  3. Infaq haram yaitu merupakan perbuatan infaq dengan tujuan yang diharamkan Allah, seperti:
  1. Infaqnya orang kafir untuk menghalangi syiar Islam yang tercantum dalam Surat Al-Anfal ayat 36
  2. Infaq orang Islam kepada fakir miskin tapi bukan karena Allah yang tercantum dalam Surat An-Nisa ayat 38.
  3. Infaq sunnah yaitu perbuatan infaq atau mengeluarkan harta dengan niat shadaqah. Jenis ini terbagi kedalam dua kategori yakni infaq untuk jihad dan infaq pada yang membutuhkan.

Perbuatan infaq tidak hanya menjadi realisasi iman terhadap Allah namun juga memberi manfaat terutama pada mereka yang membutuhkan seperti kaum du’afa maupun membangun sarana dan prasarana untuk kemajuan umat. Hal ini didukung oleh hadis berikut:

“Saling hadiah-menghadiahkan kamu, karena dapat menghilangkan tipu daya dan kedengkian”

(HR. Abu Ya’la)

“Hendaklah kamu saling memberi hadiah, karena ia akan mewariskan kecintaan dan menghilang kan kedengkian-kedengkian”

(HR. Dailami).

Sedangkan dalil yang tercantum dan menguatkan adalah QS. Ali-Imran: 38 yang memiliki arti 

“Zakaria berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Itulah pengertian infaq dan pembagian infaq, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita dan dapat meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT dengan perbuatan infaq.

You may also like