Home Investasi Pemegang Saham Ada Kategorinya Ini Ulasan Lengkapnya

Pemegang Saham Ada Kategorinya Ini Ulasan Lengkapnya

by Mas Abadi
jenis pemegang saham

Ketika berbicara mengenai hal-hal yang berbau esensial sebuah perusahaan, Anda tidak dapat terhindari dari yang namanya pemegang saham atau pemilik saham. Secara garis besar, pemegang saham merupakan orang yang sudah membeli saham atau sudah menjadi bagian perihal kepemilikan perusahaan.

Sedangkan, saham adalah surat bukti atas kepemilikan modal PT yang memberikan hak atas dividen serta hal lainnya menurut besar dan kecilnya suatu modal yang disetorkan. Di dalam bidang ekonomi, shareholder yang merupakan sebutan untuk pemegang saham terdiri dari beberapa macam sesuai dari persentase saham yang dimiliki oleh mereka.

Masing-masing shareholder juga memiliki hak dan juga kewajiban. Pastinya, semua ini mempunyai landasan hukum yang jelas. Agar bisa memahami lebih jauh, dibawah ini akan ada penjelasan terkait jenis kepemilikan saham, RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham dan hak kewajiban para pemilik saham.

Jenis-Jenis dari Pemegang Saham

Menyambung dari penjelasan yang diulas di atas, para pemegang saham dikelompokkan ke beberapa jenis berdasarkan persentase saham yang dimiliki oleh mereka, yakni shareholder, para pemegang saham minoritas, dan pemegang saham mayoritas. Simak untuk lebih jelasnya dibawah ini:

1.       Shareholder

Shareholder adalah pihak perusahaan, perorangan atau sebuah lembaga yang mempunyai satu saham di dalam perusahaan. Disini, nama dari pemegang saham akan diterbitkan lewat surat saham. Suatu perusahaan, entah itu publik atau swasta sama-sama dapat menerbitkan surat saham ini.

Selain itu shareholder dapat memperoleh profit dalam hal peningkatan nilai suatu saham atau jumlah dividen yang diperoleh dari keuntungan perusahaan. Pihak pemegang saham juga bisa mengalami kerugian, jika harga saham suatu perusahaan mengalami penurunan.

2.       Pemegang Saham Mayoritas

Setelah shareholder, ada juga jenis lain yaitu pemegang saham mayoritas. Dimana pemegang saham tersebut mempunyai saham lebih dari total setengah saham yang ada pada perusahaan, maka dari itu pihak pemegang saham mayoritas mempunyai pengaruh yang sangat kuat serta bisa mengendalikan perusahaan tersebut dan bisa ikut berperan di dalam sistem Perseroan.

3.       Pemegang Saham Minoritas

Lain halnya dari pemegang saham mayoritas yang bersifat dominan dalam urusan operasional suatu perusahaan dengan nilai saham lebih dari setengahnya. Sedangkan untuk pihak pemegang saham minoritas yaitu pihak yang mempunyai saham kurang dari 50% total saham perusahaan. Hal ini membuat posisi atau pengaruh pihak yang merupakan pemegang saham minoritas begitu kecil terkait operasional dan kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Kesimpulannya, hak dan wewenang dari pemegang saham minoritas lebih terbatas dibanding pemegang saham mayoritas.

Hak dan Kewajiban dari Pemegang Saham

Tidak hanya sebatas memperoleh keuntungan berdasarkan kinerja dari perusahaan, shareholder pun mempunyai hak atas beberapa bagian perusahaan terkait. Selain itu, pemegang saham juga memiliki beberapa kewajiban, antara lain:

1.       Hak Pemegang Saham

Hak serta kewajiban dari pemegang saham mempunyai landasan hukum yang tertuang dalam Undang-Undang mengenai Perseroan Terbatas. Di dalam pasal dan ayat yang ada, dikatakan bahwa saham memberi sebuah terhadap pemiliknya yang digunakan untuk:

  •         Menerima total pembayaran dividen serta sisa dari pendapatan hasil likuidasi
  •         Menghadiri serta mengeluarkan suara pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
  •         Menjalankan hak lain sesuai yang tertuang di undang-undang tersebut.

Hak ini tentu berlaku sesudah saham tercatat di daftar shareholder yang mengataskan nama dari pemiliknya. Masing-masing saham memberi kepada para pemiliknya sebuah hak yang tidak bisa dibagi begitu saja. Suatu saham yang kepemilikannya dari satu orang, lalu hak yang ada dari saham terkait digunakan dengan sistem menunjuk seseorang yang merupakan wakil bersama dari perusahaan.

2.       Kewajiban Pemegang Saham

Pemegang saham selain memiliki hak, mereka juga mempunyai kewajiban. Di dalam undang-undang terkait pemegang saham telah disampaikan bahwasannya shareholder atau pemegang saham perseroan tidak memegang tanggung jawab dalam bentuk pribadi atas peresmian yang dilakukan ata nama dari perseroan serta tidak bertanggung jawab dari kemungkinan rugi dari perseroan melebihi nilai saham yang ada.

Lalu, Undang-Undang Perseroan Terbatas Pasal 3 Ayat 1 mengatakan bahwa ketentuannya sebagaimana yang tertuang di dalam ayat 1 dan tidak berlaku jika:

  •         Shareholder atau pemegang saham yang bersangkutan, entah itu secara langsung atau tidak langsung yang memiliki itikad buruk yang memanfaatkan Perseroan tersebut untuk kepentingan atau urusan pribadi
  •         Persyaratan sebuah Perseroan sebagai lembaga hukum tidak terpenuhi atau belum terpenuhi.
  •         Shareholder yang terkait terlibat di dalam dugaan tindakan melawan hukum yang mana dilakukan oleh Perseroan tersebut, atau
  •         Pemegang saham atau shareholder yang terkait entah langsung maupun tidak langsung melakukan tindakan melawan hukum serta memanfaatkan kekayaan dari Perseroan, sehingga mengakibatkan kekayaan yang dimiliki Perseroan atau perusahaan menjadi berkurang dan tidak cukup jika dipakai untuk melunasi utang-utang dimiliki Perseroan.

Itulah ulasan mengenai pemegang saham serta penjelasan dari setiap jenis dari pemegang saham suatu perusahaan yang perlu Anda ketahui dan bisa menjadi referensi Anda di kemudian hari.

 

 

 

You may also like