Home Perencanaan Pahami Tentang Dana Darurat dan Cara Menghitungnya

Pahami Tentang Dana Darurat dan Cara Menghitungnya

by Mas Abadi

Dana darurat merupakan uang yang sengaja disimpan untuk persiapan atau mengantisipasi adanya pengeluaran secara tiba-tiba yang akhirnya bisa membuat Anda merasa terbebani. Idealnya, Anda dapat menggunakan dana darurat untuk solusi pada masa krisis keuangan. Untuk memperoleh pengertian yang lebih dalam tentang pentingnya mempunyai dana darurat, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini. 

Pengertian Dana Darurat 

Pada umumnya, fungsi mempunyai dana darurat yaitu untuk memperkuat keamanan keuangan Anda. Sebagai contoh, dana darurat ini diumpamakan sabuk pengaman yang berguna untuk dana talangan andai Anda sakit atau kecelakaan para sehingga membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit, atau bisa juga menjadi dana memperbaiki kendaraan atau untuk merenovasi rumah. 

Bukan hanya itu saja, dana darurat juga dapat Anda manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok Anda disaat sedang mengalami krisis keuangan, seperti terkena PHK karena pandemi atau bahkan dipecat sehingga Anda tidak memiliki pekerjaan lagi. 

Jadi, dana darurat itu digunakan untuk apa ya? 

Nah, dana darurat hanya akan digunakan ketika Anda kehilangan sumber pendapatan karena tidak lagi bekerja, dana ini dapat Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Manfaatkan dana tersebut untuk membiayai kehidupan Anda sebelum memperoleh pekerjaan baru. 

Dari manfaat dana darurat yang bisa diambil secepatnya, maka Anda harus menabung uang tunai atau emas murni yang bisa diambil atau dijual sewaktu-waktu. Dengan demikian, Anda tidak akan lagi kesulitan finansial saat sedang tidak memiliki pekerjaan. 

Jumlah Ideal Dana Darurat 

Kesadaran untuk menabung dana darurat ada baiknya Anda lakukan mulai sekarang. Lebih baik lagi bila Anda mulai sejak mempunyai pendapatan pertama kali, berapa saja nominalnya. Namun, uniknya lagi, masing-masing individu mempunyai dana darurat dengan tujuan yang berbeda-beda. Sehingga, tidak ada jumlah tetap untuk tabungan dana darurat. 

Namun, sebagai gambarannya, untuk Anda yang telah mempunyai rumah, pastinya Anda mempertimbangkan kembali pengaman keuangan andaikan rumah Anda mengalami kebocoran. Berbeda halnya untuk Anda yang telah mempunyai motor atau mobil pastinya memerlukan tabungan dana darurat untuk membayar perbaikan kerusakan atau servis mobil karena mogok secara tiba-tiba. 

Bagaimana Cara Menghitung Dana Darurat? 

Untuk Anda yang telah mempunyai pendapatan, sekarang menjadi waktu yang pas untuk menabung dana darurat. Kesadaran untuk meminimalisir resiko krisis finansial di masa depan seharusnya telah menjadi kebiasaan baru untuk Anda. Tidak terlambat untuk Anda mulai menabung, apalagi tidak ada rumus yang sulit untuk mengalokasikan dana darurat Anda untuk kebutuhan keluarga maupun diri sendiri. 

Di bawah ini ada beberapa cara untuk menghitung dana darurat yang bisa Anda terapkan. 

  • Tentukan jumlahnya 

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan yaitu menentukan jumlah uang yang akan dialokasikan ke tabungan dana darurat. Contohnya, pengeluaran Anda setiap bulan sebesar Rp 2 juta, jadi bila Anda ingin menentukan jumlah dana darurat sebanyak 3 bulan pengeluaran, maka Anda harus mengumpulkan Rp 6 juta untuk dana darurat. 

  • Tentukan berapa persen dana yang akan dialokasikan 

Untuk awalan, Anda bisa menjadikan 3% dana darurat dari pendapatan per bulan. Misalnya, pendapatan bersih Rp 5 juta, maka Anda wajib menabungkan Rp 150 ribu ke dana darurat. Dengan jumlah tersebut, berarti Anda memerlukan waktu selama 3 tahun. 

Tidak perlu khawatir akan waktu yang lama, karena dana ini bukan sebuah hal yang urgen, namun lebih kepada waktu yang tepat untuk menabung dana darurat. Ingat asumsi mempunyai dana darurat ini yaitu untuk meringankan beban finansial sehingga tidak boleh memberatkan. 

  • Siapkan rekening bank khusus 

Cara terakhir yaitu Anda harus membuat rekening bank khusus agar dana darurat tidak terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk hal ini, biasanya bank mempunyai fitur khusus transfer otomatis ke rekening lain setiap bulannya. Nah, Anda dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk mengirimkan uang ke tabungan dana darurat. 

Apabila Anda mempunyai usaha rumahan atau pekerjaan sampingan yang berkontribusi untuk pendapatan rutin, Anda dapat mengalokasikan sebagian ke tabungan dana darurat dengan jumlah yang sama. Hal ini bisa membantu Anda untuk mencapai target yang ditentukan. 

Lalu, apa cara berikutnya bila tabungan dana darurat ini telah mencukupi? Beberapa pakar keuangan lebih menyarankan untuk Anda membuat tabungan dana darurat kedua. Di rekening kedua ini hanya bisa Anda gunakan untuk dana antisipasi jika ada musibah yang tidak bisa dihindarkan, misalnya biaya check up ke dokter, berlibur, atau service kendaraan. 

Ibaratnya tabungan tersebut merupakan dana darurat yang bisa membuat keuangan Anda dan keluarga semakin kuat. Keuntungan tersebut yang nantinya bisa membantu Anda terhindar dari kesulitan finansial. 

Sekian ulasan tentang dana darurat dan cara menghitungnya yang bisa Anda terapkan mulai sekarang. Selamat mencoba!

You may also like