Home Keterampilan Obrolan Seputar Finansial yang Wajib Dibicarakan Sebelum Menikah

Obrolan Seputar Finansial yang Wajib Dibicarakan Sebelum Menikah

by Mas Abadi

Hidup dalam ikatan pernikahan tidak selalu mengenai tentang keberhasilan hubungan tetapi juga tentang bagaimana kamu dan pasangan bisa beradaptasi dengan karakter dan sifat yang sebenarnya. Saat kamu sudah memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan itu artinya harus siap dengan segala hal terkait kehidupan. 

Dari mulai kebiasaan kecil yang tidak pernah kamu lihat saat pacaran hingga berbagai hal dan yang terberat menurut banyak orang adalah perihal finansial. Karena itu sangatlah disarankan bagi pasangan yang akan melangkah ke jenjang berikutnya untuk saling terbuka mengenai masalah keuangan ini, jangan sampai kamu mengetahui keburukan dari pasangan dalam mengelola keuangannya ketika sudah menikah.

Obrolan sebelum menikah mengenai finansial

Berikut dibawah ini adalah beberapa poin obrolan yang bisa kamu diskusikan bersama dengan pasanganmu sebelum kalian memutuskan untuk menikah :

1. Untuk apa saja uang penghasilan digunakan

Memiliki penghasilan atau gaji dengan nominal yang cukup besar bukanlah penanda bila kamu sudah hidup dengan sejahtera. Mengapa? Dari banyak kasus yang terjadi di masyarakat, saat seseorang memiliki pendapatan yang tinggi banyak yang mempunyai sifat konsumtif berlebihan hingga tidak mempunyai sisa gaji. 

Hal seperti inilah yang wajib kamu bicarakan bersama dengan pasangan sebelum kalian melangkah ke jenjang pernikahan. Katakan padanya pengeluaran konsumtif macam apa yang membuatmu boros atau kamu memang memiliki hobi yang tidak murah. 

Kalian berdua haruslah terbuka dan berdiskusi mengenai hal-hal menyangkut penghasilan supaya bisa saling memahami pola hidup serta pengeluaran masing-masing. Agar nantinya, kalian dapat mencari solusi bersama untuk menekan kebiasaan tersebut.

2. Pengalokasian dana darurat

Simpanan darurat memang selalu menjadi hal wajib tidak hanya ketika kamu masih sendiri namun saat sudah berumah tangga pun simpanan ini tetap wajib untuk dimiliki. Karena seperti yang kamu tahu tidak ada siapapun yang tahu apa yang bisa terjadi di masa depan.

Tentunya untuk nominal dari dana darurat saat sendiri dan sudah menikah akan berbeda, di mana ketika kamu masih sendiri idealnya memiliki simpanan 3 sampai dengan 6 kali pengeluaran bulanan. Tetapi saat sudah menikah maka besarannya menjadi 6 hingga 12 kali dari pengeluaran rutin bulanan

3. Investasi, target tabungan dan gaya hidup

Saat kamu memutuskan untuk menikah dengan kekasihmu itu berarti segala hal yang berhubungan dengan keuangan tidak lagi bisa diputuskan sendiri tetapi wajib didiskusikan dengan pasangan. Kamu dan pasanganmu haruslah membicarakan tentang tujuan finansial termasuk mengenai gaya hidup, investasi yang dimiliki hingga target menabung.

Mengapa harus membicarakan tentang gaya hidup? Sebab kalian berdua tentunya mempunyai cara yang berbeda selama ini sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, lalu ketika sudah menikah tentu harus mengetahui supaya dapat mendiskusikan dan merencanakan pos keuangan setiap bulannya.

Contohnya seperti gajimu dan pasangan berapa persen yang nantinya akan digunakan guna menabung, kebutuhan rumah tangga, membayar cicilan, investasi, dana darurat dan lainnya. Lalu ketika ternyata baru akan melakukan investasi setelah kalian menikah, diskusikanlah jenis instrumen investasi apakah yang ingin kalian miliki dan cocok dengan resiko investasi.

4. Kepemilikan hutang dan cicilan masing-masing

Bicarakanlah mengenai hutang serta cicilan yang kalian miliki, berkatalah jujur mengenai masalah ini seperti apakah kamu masih memiliki pikiran kendaraan gadget rumah atau memang mempunyai hutang uang di bank jelaskan pula waktu itu mengapa kamu meminjam nya dan berapa nominalnya.

Katakan pula pada pasanganmu masih berapa lama lagi harus mencicil kewajiban tersebut, sehingga nantinya kalian dapat mendiskusikan apakah tagihan atau cicilan ini akan ditanggung berdua atau tetap menjadi tanggung jawab masing-masing.

5. Pembagian tanggung jawab

Selanjutnya jika kalian sudah membicarakan tentang pendapatan digunakan sebagai apa penghasilan yang kamu miliki selama ini itu artinya kalian berdua sudah mengetahui berapa besaran gaji bulanan masing-masing. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membagi tanggung jawab finansial dalam rumah tangga nantinya.

Bicarakan pula mengenai apakah tetap dengan rekening atas nama pribadi atau kalian membuat satu tabungan bersama di mana nantinya tabungan tersebutlah yang akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Contohnya untuk tagihan rumah listrik air belanja bulanan dan lain sebagainya.

6. Cara menanggulangi hal-hal tidak terduga

Terkadang ketika kamu sudah membuat rencana keuangan lalu terjadi hal-hal yang tidak diduga sehingga rencana tersebut menjadi berantakan, hal ini biasanya disebut dengan risiko keuangan di mana kamu tidak dapat menduga apa yang bisa terjadi di masa mendatang misalnya pasanganmu atau kamu sendiri di PHK, kecelakaan hingga musibah yang menyebabkan kematian. 

Tentunya hal-hal seperti itu harus kalian diskusikan secara baik dan benar, kalian harus memiliki solusi untuk menanggulangi adanya risiko finansial tersebut. Caranya bisa dengan mendaftar pada asuransi baik itu kesehatan, pendidikan, asuransi jiwa atau lain sebagainya.

Nah, itulah tadi 6 hal yang perlu kamu obrolkan bersama dengan pasanganmu mengenai hal-hal seputar keuangan sebelum kalian berdua menikah. Jangan sampai pasanganmu baru mengetahui hutang yang kamu miliki atau kewajibanmu ketika kalian sudah menikah, sebab kadangkala permasalahan seperti inilah yang kerap dijadikan alasan perceraian.

You may also like