Home Belanja Mengulik istilah COD (cash on delivery) Dalam Jual Beli Online

Mengulik istilah COD (cash on delivery) Dalam Jual Beli Online

by Mas Abadi
Cash on Delivery

Budaya belanja online dan masifnya peminat menjadi satu stimulan pergeseran budaya jual beli. Di dalam proses ini, muncul berbagai istilah dan metode jual beli baru. Salah satunya adalah COD. Metode ini mulai mengikis popularitas sistem transfer, yang mana COD dinilai lebih aman dan terpercaya. Namun apa benar? Berikut, pengertian apa itu COD dan tips yang harus Anda tahu.

Definisi COD

Diambil dari arti secara harfiah, COD atau Cash on delivery adalah transaksi yang mengharuskan adanya pertemuan antara kedua belah pihak. Layaknya di pasar, namun waktu dan lokasi dapat diatur sesuai kesepakatan. Barang dan juga pembayaran pun dilakukan secara langsung oleh pihak pembeli dan penjual.

Meskipun begitu, penerapan dan definisi dari COD sendiri mulai bergeser dengan maraknya E-commerce. COD mengedepankan metode pembayaran yang dilakukan secara langsung di tempat tujuan pesanan. Jika barang telah berpindah tangan dari kurir ke pembeli, di saat itulah pembayaran dilakukan secara tunai kepada kurir dan disampaikan kepada penjual.

Tips Aman Melakukan COD

Dilihat dari arti COD, memang metode ini mengutamakan pembayaran tunai dari pembeli ke penjual. Namun di dalam prosesnya yang dinilai efektif, masih ada celah yang dapat dimanfaatkan untuk penipuan atau perampokan. Untuk menghindari potensi tersebut, berikut adalah hal yang bisa Anda terapkan sebelum menyepakati kegiatan COD.

1. Memastikan Lokasi Yang Tepat

Pilihlah lokasi strategis yang tidak memberatkan kedua belah pihak. Hindari lokasi yang berkesan sepi dan pribadi, seperti rumah atau di suatu lokasi tersembunyi. Ada baiknya Anda bertemu di lokasi yang tepat di tengah jarak antara kedua pihak dan merupakan fasilitas umum. Seperti contohnya adalah cafe atau mall yang juga dilengkapi dengan fasilitas ATM.

2. Memastikan Waktu Yang Baik

Sama halnya dengan lokasi, waktu juga sebaiknya disepakati dan tidak memberatkan kedua belah pihak. Namun, pastikan bahwa COD dilakukan di waktu yang tidak mencurigakan. Seperti contohnya mengajak untuk COD di suatu lokasi umum di malam hari atau lebih dari jam 9 malam. Selain tidak menguntungkan, Anda mungkin saja sudah terlalu lelah untuk bertemu.

Waktu juga berkaitan dengan kesempatan untuk melakukan klarifikasi transaksi. Saat bertemu, Anda wajib melakukan pengecekan barang, fokus, dan memastikan tidak ada yang salah dalam prosesnya. Beri pengertian kepada pihak yang bersangkutan mengenai kebutuhan tersebut yang menandakan bahwa pertemuan lebih baik dilakukan di siang hari.

3. Tidak Pergi Sendirian

Penting sekali untuk tidak pergi bertemu seorang diri. Usahakan membawa teman atau orang yang Anda percaya saat akan transaksi COD. Terutama jika akan bertemu langsung, dan Anda adalah seorang wanita. Orang yang Anda bawa ikut serta bisa menjadi pelindung akan hal hal negatif, seperti penipuan, perampokan, dan lain sebagainya.

Selain itu, orang tersebut bisa juga menjadi saksi mata transaksi atau sosok ahli. Anggap saja Anda akan membeli produk elektronik tertentu. Membawa teman yang paham akan barang tersebut dapat menjadi pembantu dalam memastikan jaminan dan kualitas barang. Di sisi penjual, membawa teman juga akan meningkatkan rasa kepercayaan kepada klien.

Baca Artikel Selanjutnya : Mengintip Keunggulan Paylater Dibanding Kartu Kredit, Simak Disini!

4. Kenali Identitas Penjual Dan Pembeli

Cash on Delivery

Pastikan Anda mengenal identitas asli, kontak, beserta alamat pihak transaksi dengan baik. Hal ini sangat penting, karena akan sangat membantu jika ditemukan masalah atau akan melakukan komplain. Baik pembeli atau penjual, mengenali identitas juga akan meningkatkan nilai reliabilitas yang mana penting dalam menjalankan suatu bisnis.

5. Fokus Pada Transaksi

Metode Cash on delivery hendaknya dilakukan dengan serius. Fokuslah dengan transaksi dan lebih waspada jika pihak bersangkutan memulai perbincangan yang keluar konteks. Beri informasi secukupnya dan yang penting saja. Begitu pula dengan memastikan diri untuk turut serta dalam pembicaraan substansial saja, terutama jika Anda tidak saling kenal.

6. Periksa Kelengkapan

Fokus juga membuat Anda lebih teliti di dalam proses transaksi. Dalam hal ini, melakukan pemeriksaan adalah hal yang sangat penting. Lakukan pemeriksaan pada segala hal yang diperlukan mengenai barang yang akan ditransaksikan. Anda bisa cek kondisi barang, kelengkapan peralatan, garansi, hingga bertanya mengenai hal bersangkutan kepada pihak terkait.

7. Periksa Hasil Transaksi

Ketika barang sudah jelas dan berpindah tangan, maka Anda wajib cek hasil transaksi. Periksa uang yang Anda dapat di rekening bank atau hitung secara langsung. Tidak ada salahnya juga untuk membawa pembeli ke fasilitas yang menyediakan scanner uang untuk cek keasliannya. Pembeli juga bisa menunjukkan hasil transfer atau menghitung secara detail uang yang dibayarkan.

Itulah beberapa hal yang Anda kenali mengenai istilah baru dalam dunia bisnis daring ini. Memahami apa itu COD menjadi langkah pertama untuk mengoptimasi proses jual beli, yang mana dapat memudahkan kedua belah pihak. Namun, terapkan tips aman COD untuk hindari kerugian baik untuk pihak pembeli atau penjual.

You may also like