Home Bisnis Mengulik Cara Ternak Lele Beserta Perkiraan Modalnya Untuk Pemula

Mengulik Cara Ternak Lele Beserta Perkiraan Modalnya Untuk Pemula

by Mas Abadi
Mengulik Cara Ternak Lele Beserta Perkiraan Modalnya Untuk Pemula

Pasar Indonesia tak lepas dari komoditas dagang bahan pangan. Dari sekian banyak komoditas tersebut, salah satunya adalah bahan baku pangan ikan lele. Minat yang seakan tidak pernah meredup, membuat bisnis ini selalu laris manis dan dicari oleh para pemula. Jika Anda turut tertarik untuk ternak lele, cek dulu perkiraan modal dan informasi berikut ini.

Estimasi Modal dan Kebutuhannya

Bisnis yang satu ini dianggap ramah untuk para pemula bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari angka kapital yang dibutuhkan, maka sudah jelas sekali modal awal untuk berternak ikan lele sangatlah rendah. Terutama jika dibandingkan dengan binatang ternak lainnya, seperti sapi dan kambing. Setidaknya, Anda dapat memulai bisnis ini dengan modal kurang dari 5 jutaan.
Estimasi biaya modal ternak lele setidaknya mencakup empat hal utama. Hal tersebut mencakup kebutuhan untuk pembelian bibit, kebutuhan lahan kolam, pakan, dan perawatan. Setelahnya, Anda hanya tinggal menjaga dan mengembangbiakkan ikan untuk nantinya di panen dengan harga yang lebih tinggi.

1. Pembelian Bibit

Mengulik Cara Ternak Lele Beserta Perkiraan Modalnya Untuk Pemula

Pada umumnya, Anda dapat memulai bisnis ini dengan hitungan 2000 ekor bibit ikan lele. Per akhir tahun 2019, total biaya untuk membeli bibit tersebut hanya dibanderol kurang dari satu juta rupiah. Lebih tepatnya sekitar 500 ribu rupiah saja. Namun, tentunya Anda dapat menyesuaikan dengan kondisi lahan dan budget yang dimiliki.

2. Kebutuhan Lahan

Lahan menjadi nilai vital dalam memulai bisnis ternak ikan yang baik untuk kesehatan ini. Dengan anggaran yang terbatas, Anda dapat membudidayakan ikan ini dengan menggunakan kolam terpal. Setidaknya, Anda bisa menggunakan dua buah terpal tebal dengan kerangka kolam yang terbuat dari bahan bambu saja. estimasi harganya sekitar 1 jutaan.

3. Pakan

Dengan ukuran kolam yang tidak terlalu besar dan jumlah ikan yang terbatas, setidaknya Anda hanya perlu mengeluarkan anggaran pakan sebanyak 500 ribuan setiap bulannya. Inti dari budidaya ikan lele sendiri adalah memberikan pakan yang cukup, tidak terlalu banyak ataupun terlalu sedikit.
Anda dapat memulai dengan pemberian pakan berupa F999 untuk bibit ikan yang sudah dapat mengkonsumsi pelet butiran. Jika belum, pilih saja pakan yang sesuai dengan ukuran mulut lele. Setelah lele semakin besar, Anda pun dapat beralih dan memberikan pakan 781-2 dan 781. Memberi makannya pun bisa dilakukan dua kali sehari.

4. Kebutuhan Perawatan

Agar ikan selalu sehat, cara budidaya ikan lele yang tidak boleh terlewat adalah pemberian obat dan vitamin. Jika diperkirakan, Anda hanya membutuhkan modal sekitar 100 ribuan saja. Vitamin dan obat ini umumnya difungsikan untuk mempercepat metabolisme ikan sehingga tumbuh lebih sehat dan gemuk.

Baca Juga Artikel Berikut : Yuk Simak Panduan Dasar Cara Ternak Bebek Petelur Untuk Pemula

Pembudidayaan Ikan Lele

1. Pemilihan Bibit Unggul

Dalam memilih bibit, carilah bibit pejantan yang berkualitas. Karakteristiknya adalah bentuk perutnya ramping dengan kepala pipih dan warna lebih gelap. Sedangkan untuk bibit betina, Anda bisa memilih lele dengan ukuran perut besar. Pastikan, rasio dan pemilihan bibit sudah tepat. Sehingga proses budidaya dapat berjalan dengan baik.

2. Budidaya Lele Untuk Konsumsi

Untuk bisnis konsumsi, Anda dapat menjual ikan lele dengan ukuran 5 – 7 cm. Biasanya waktu panennya mencapai 3 -4 bulan. Agar hasil lebih optimal, Anda dapat mengisi kolam dengan air setinggi 40 cm saja. Kemudian, ganti air setiap minggu dan berikan makanan ekstra, vitamin, dan obat agar ikan lele tumbuh lebih besar.

3. Pembibitan

Untuk Anda yang ingin memulai dengan proses pembibitan atau menjual lele sebagai bibit, maka prosesnya cukup mudah. Cukup satukan indukan betina dan pejantan. Tunggu hingga proses pemijahan dan penetasan telur. Bibit yang telah menetas dan berumur satu atau dua bulan sudah dapat memberi profit bagi peternak.

4. Optimasi media Kolam

Agar cara budidaya ikan lele sukses, pastikan kolam memiliki suhu optimal 25-28°C. Soal kebersihan, ikan lele sendiri dapat bertahan hidup di air yang cukup dalam meski kondisinya kotor, keruh, dan buruk. Yang perlu diperhatikan adalah air tidak boleh tercemar bahan kimia dan permukaan air tidak tertutup oleh sampah atau tanaman.
Untuk pengadaan media kolam sendiri tidak membutuhkan lahan yang berlebihan. Untuk 100 ikan lele, Anda hanya perlu setidaknya kolam dengan ukuran 2m x 1m x 0.6 m. Jika dikalikan untuk 2000 bibit, maka sekitar 40 x 20 m. Tentunya angka tersebut dapat dipersempit dengan mengurangi jumlah bibit ikan lele di awal masa pembudidayaan.
Itulah beberapa hal yang bisa Anda jadikan sebagai panduan untuk memulai bisnis ternak lele. Dengan modal yang sangat rendah, para pemula di bidang budidaya hewan pun tidak perlu takut rugi besar. Memulainya pun mudah dengan menggunakan lahan dan kolam terpal. Biaya pembelian bibit pun cukup terjangkau, yang mana membuat opsi ini layak untuk dicoba.

You may also like