Home Bisnis Mengintip Peluang Usaha Katering Makanan Sehat dan Perkiraan Modalnya

Mengintip Peluang Usaha Katering Makanan Sehat dan Perkiraan Modalnya

by Mas Abadi
Mengintip Peluang Usaha Katering Makanan Sehat dan Perkiraan Modalnya

Menerapkan pola hidup sehat kini semakin disadari oleh masyarakat secara luas. Tentunya selain berolahraga secara rutin, konsumsi makanan sehat dan bergizi juga termasuk di dalamnya. Akan tetapi banyak orang yang sibuk sehingga memilih untuk memesan katering. Sehingga peluang usaha katering semakin terbuka lebar. Anda tertarik ? Simak ulasan selengkapnya berikut.

Peluang Bisnis Katering

Di kota kota besar seperti Jakarta, bisnis katering nyatanya terus tumbuh dan membuka peluang usaha lebih besar. Ini berlaku baik untuk katering sehat maupun bisnis katering itu sendiri. Hal ini lantaran perkembangan zaman yang semakin maju, membuat masyarakat kota metropolitan terus sibuk sepanjang hari.
Sehingga membuat makanan bergizi untuk disantap rasanya begitu sulit karena tidak memiliki waktu. Namun tentu saja kebutuhan makanan sehat dan memiliki gizi lengkap harus dipenuhi dengan baik. Maka dari itu, banyak yang memilih untuk memesan katering menu sehat untuk kebutuhan sehari hari.
Bahkan banyak perusahaan besar di kota besar yang juga memberikan makan siang dengan menu sehat untuk karyawannya. Ini dilakukan guna mendukung kesehatan dan kesejahteraan pekerja. Tentu hal tersebut menjadi peluang usaha yang cukup besar untuk membuka bisnis katering.

Baca Juga Artikel Berikut : Tips Dan Trik Menambah Follower Di Instagram Bisnis, Pengusaha Online Wajib Tahu

Analisis Bisnis Katering

Mengintip Peluang Usaha Katering Makanan Sehat dan Perkiraan Modalnya

1. Modal dan Biaya Operasional

Modal usaha katering bisa dimulai dengan biaya yang sangat terjangkau. Pasalnya untuk membuka bisnis katering rumahan, anda tidak memerlukan modal besar. Dengan memanfaatkan peralatan memasak yang ada serta dapur di rumah, maka bisa dijadikan sebagai modal awal untuk memulai bisnis ini.
Sementara untuk biaya operasionalnya, anda bisa melakukan perhitungan seperti biaya bahan makanan, gas, transportasi, listrik dan air, dan lain sebagainya. Jika dilakukan sebagai bisnis keluarga atau dilakukan seorang diri, anda tidak perlu mengeluarkan dana lebih untuk menggaji karyawan.
Namun jika memerlukan kurir atau bantuan di dapur, maka anda perlu mengeluarkan anggaran untuk menggaji karyawan. Selain itu biaya promosi juga bisa dipikirkan, apabila ingin menggaet pelanggan lebih cepat. Atau anda juga bisa menggunakan media promosi gratis seperti sosial media pribadi.

2. Pendapatan

Apabila ingin menganalisis pendapatan yang mungkin diperoleh dari bisnis katering ini, maka anda harus memperkirakan berapa boks kira kira yang bisa dibuat dalam satu hari. Sebagai contoh dalam sehari anda membuat 25 kotak dengan harga termurah Rp. 20.000. Maka asumsi pendapatan per harinya adalah Rp. 500.000 (25 x Rp. 20.000).
Jadi pendapatan per bulan sama dengan Rp. 500.000 x 30 hari yaitu Rp. 15.000.000. Namun jika anda libur sekali dalam seminggu, maka perhitungan bisa menjadi Rp. 500.000 x 26 hari sama dengan Rp. 13.000.000. Untuk mencari laba bersih maka pendapatan perlu dikurangi dengan biaya operasional. Semisal biaya operasional menghabiskan 7 juta, maka laba bersih adalah Rp. 6.000.000.

Memulai Bisnis Katering

1. Menentukan Jenis Usaha

Apabila anda sudah menentukan akan menjalankan bisnis katering sehat, maka perlu diketahui pula jenis usaha yang hendak anda lakukan di sini. Pasalnya healthy catering pun tentunya mempunyai segmentasi berbeda. Apakah anda akan terjun pada bisnis katering rumahan, katering makanan anak, katering kantoran, atau semua sekaligus.
Untuk katering rumahan, umumnya per hari melayani pesanan mencapai 100 orang yang mencakup kebutuhan rumah tangga, karyawan, anak kos, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Tentunya kurir katering harus rela mengantarkan satu per satu pesanan yang tempatnya berbeda beda ini dalam satu hari.
Sementara katering makanan anak khusus melayani pembuatan makanan sehat untuk anak anak dan bayi. Sehingga biasanya penyajian katering ini dibentuk sedemikian rupa agar anak anak tertarik untuk menyantapnya, misalnya dengan membuat aneka bentuk hingga menggunakan wadah khusus.
Sedangkan bisnis katering kantoran melayani pesanan kantor, seperti rantangan untuk karyawan maupun nasi boks pada acara tertentu. Ini mungkin relatif lebih praktis, karena umumnya satu perusahaan akan memesan dalam jumlah cukup banyak untuk karyawan. Sehingga pengiriman langsung menuju ke satu tempat tersebut dengan menu sehat yang sama.

2. Modal dan Perlengkapan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, modal bisnis katering rumahan tidak membutuhkan biaya besar karena anda bisa menggunakan perlengkapan di rumah. Jadi anda hanya perlu menyiapkan dana untuk keperluan operasional dalam membuat makanan. Dimana besar anggarannya tergantung dari berapa porsi yang hendak dibuat.

3. Penetapan Harga

Penetapan harga tentu menjadi hal penting dalam memulai bisnis katering. Sebab mematok harga yang terlalu tinggi tentu membuat calon pembeli enggan untuk melakukan pemesanan. Dan di sisi lain, harga yang terlampau murah akan memperbesar risiko anda mengalami kerugian. Jadi penting untuk melakukan riset pasar mengenai harga terlebih dahulu.
Meski peluang usaha katering cukup besar, namun bukan berarti melakukan bisnis ini menjadi mudah. Tentu diperlukan berbagai pertimbangan pula saat memulainya, agar anda tidak merugi di kemudian hari. Beberapa cara memulai serta analisis bisnis seperti di atas bisa anda perhatikan, sebagai strategi dalam membangun bisnis katering makanan sehat.

You may also like