Home Perencanaan Mengintip Besaran Pesangon Untuk Korban PHK

Mengintip Besaran Pesangon Untuk Korban PHK

by Mas Abadi
perhitungan pesangon

PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja masih menjadi momok mengerikan bagi setiap karyawan. Imbas PHK tentunya akan membuat pemasukan berkurang dan pengangguran akan semakin banyak. Pemerintah telah mengatur jaminan dan pesangon atau UP untuk korban PHK. Anda bisa mengintip perhitungan pesangon dalam ulasan berikut.

Besaran UP Untuk Korban PHK

Besaran dari UP yang akan diterima oleh korban pemutusan hubungan kerja dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No 35 Tahun 2021 yang berisi tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, alih daya, waktu kerja dan waktu istirahat juga Pemutusan Hubungan Kerja. Di Dalam peraturan ini juga dijelaskan secara rinci hak hak pekerja telah dijelaskan.

Untuk besaran UP sendiri ditentukan berdasarkan masa kerja kerja dari masing masing karyawan. Bagi karyawan yang sudah bekerja kurang dari 1 tahun, maka akan mendapatkan UP sebesar 1 bulan gaji. Masa kerja 1 tahun lebih tetapi kurang dari 2 tahun, besarannya 2 bulan gaji. Masa kerja 3 tahun atau lebih tapi masih kurang 4 tahun, maka akan menerima UP 4 bulan gaji.

Masa kerja 4 tahun atau lebih, tetapi masih belum menyentuh 5 tahun, besaran UP sebesar 5 bulan gaji. Begitu seterusnya hingga masa kerja 8 tahun atau lebih akan mendapatkan upah sebesar 9 bulan gaji. Sehingga bisa disimpulkan, semakin lama masa kerja maka besaran pesangon akan semakin besar atau semakin tinggi.

Pengurangan UP Korban PHK

UP yang harus dibayarkan juga bisa dikurangi oleh perusahaan. Asalkan, perusahaan tersebut sudah memenuhi kriteria yang ada. Jika mengutip dari platform milik Kemenkominfo, perusahan diizinkan untuk mengurangi bayaran UP dengan kriteria tertentu. kriteria yang pertama adalah Perusahaan mengalami Pailit.

Perusahaan tutup dikarenakan keadaan yang memaksa atau force majeure. Perusahaan tutup dan mengalami kerugian terus menerus dalam jangka waktu dua tahun juga diizinkan. Selanjutnya berlaku juga untuk perusahaan yang melakukan efisiensi, sebab perusahaan mengalami kerugian.

Dimana perusahaan yang mengalami hal tersebut, UP bisa diberikan separuh atau 0,5 kali dari jumlah besaran UP. Nantinya pekerja juga bisa mendapatkan uang pengganti hak atau ada yang menyebutkan uang perhargaan semasa kerja. Semua perusahaan wajib membayarkan UP bagi para karyawannya.

Hal ini bahkan sudah diatur di dalam Undang Undang yang mewajibkan semua perusahaan harus membayarnya. Sehingga apabila ada perusahaan yang melakukannya, maka tidak akan dibenarkan secara hukum. Perusahaan yang melanggar bisa dilaporkan pada pihak yang berwenang. Karena memang uang pesangon phk adalah hak karyawan yang dilindungi UU.

Baca Artikel Selanjutnya : Mengenal Pilihan Asuransi Kesehatan Terbaik Beserta Preminya

Cara Mengelola UP Demi Finansial Tetap Aman

perhitungan pesangon

Semua orang yang menjadi karyawan, baik karyawan swasta ataupun pemerintah bisa saja mengalami pemutusan hubungan kerja. Terutama di masa masa sekarang, saat semua orang berjuang untuk mempertahankan finansial. Walaupun tidak sedikit pula perusahaan yang terpaksa untuk mengurangi karyawannya. Berikut cara mengolah UP yang bijak.

1. Hitung Semua Aset

Menerima bahwa kita menjadi salah satu korban PHK dari tempat bekerja memang sesuatu yang berat. UP bisa dijadikan sebagai sumber dana guna memenuhi kebutuhan harian pasca PHK. Hanya saja, anda harus benar benar mengelolanya dengan sangat bijak. Dimana anda sebaiknya tidak terlalu hura hura atau merana lantaran PHK.

Justru anda harus segera bangkit untuk melanjutkan hidup anda. Anda juga bisa mendapatkan kesempatan untuk mencari pekerjaan baru. UP bisa mengcover kehidupan anda dalam beberapa bulan. Jika anda memiliki dana darurat tentunya akan lebih membantu untuk bisa bertahan lebih lama sembari mencari pekerjaan.

Silahkan anda mengambil pena dan juga note untuk mencatat semua aset likuid yang dimiliki. Di dalamnya bisa berupa dana darurat, investasi, Up hingga tabungan. Dimana semua total aset akan menjadi sumber dana sementara. Dengan menghitungnya maka akan memudahkan untuk mengaturnya serta bisa mengambil langkah bijak apa yang harus diterapkan.

2. Membuat Daftar Pengeluaran

Jika sudah menghitung semua aset, maka anda harus membuat daftar pengeluaran tiap bulannya. Seluruh pengeluaran ini harus dicatat dengan detail, tujuannya adalah mengetahui mana yang penting dan tidak. Selain itu, anda juga bisa membagi total aset dan total pengeluaran tiap bulan. Dengan begitu dana yang ada bisa diperkirakan bisa untuk berapa lama.

3. Hemat

Mengatur uang pesangon yang selanjutnya adalah dengan menghemat. Tidak ada jalan lain untuk mengatur agar keuangan anda berjalan lancar selain berhemat. Hilangkan dana hura hura anda atau menguranginya. Jika sebelumnya anda selalu memesan makanan, maka kini bisa diselingi dengan memasak sendiri agar lebih hemat.

Itulah besaran dari perhitungan pesangon yang akan diterima oleh korban PHK. Ketika PHK menimpa anda, maka penting bagi anda mengencangkan ikat pinggang. Anda juga sebaiknya tak melunasi hutang saat masa ini. Dan fokus untuk menjadikan UP sebagai sumber dana memenuhi kebutuhan sehari hari sembari menunggu sumber dana baru.

You may also like