Home Investasi Mengenal Rupiah, Mata Uang Indonesia dan Sejarahnya

Mengenal Rupiah, Mata Uang Indonesia dan Sejarahnya

by Mas Abadi
Sejarah Mata uang Rupiah

Uang merupakan alat transaksi dalam evolusi konstan dari waktu ke waktu. Pada mulanya, manusia di muka bumi berupaya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dari alam semesta. Tetapi dengan jumlah orang, kelompok menjadi lebih banyak dan kebutuhan lebih besar. Komunikasi berlanjut dan orang memenuhi kebutuhan orang lain dengan barter atau pertukaran barang. Nah, inilah latar belakang dari hadirnya uang di dunia.

Namun, pada kesempatan ini kita akan membahas tentang sejarah uang di Indonesia. Kita akan memberitahu Anda bahwa pada masa kejayaan kerajaan Hindu Buddha, uang para penguasa kolonial akhirnya diubah menjadi Rupiah, yang sangat mereka banggakan. 

Abad ke-9 Bernama Krishnala

Pada abad ke-9, pada masa Kerajaan Mataram, koin tertua di Nusantara diciptakan. Namanya Krishnala, waktu itu Mataram sudah sangat maju, kerajaan Mataram mulai menghasilkan uang dengan bahan baku yang bagus dan dapat bertahan lama sebab tersusun dari logam seperti perak dan emas. 

Selepas Mataram, Majapahit juga mempunyai uang logam yang disebut Gobog, uang logam dibuat dari tembaga. Menurut catatan Museum Bank Indonesia (BI) diperkirakan uang ini  beredar antara abad ke-14 dan ke-16 dan tidak hanya digunakan sebagai uang, tetapi juga saat ini sebagai benda keramat. 

Mata uang logam ini sangat dibutuhkan sebab sistem perdagangan di nusantara berkembang pesat sekali. Dianggap koin ini dapat menggantikan sistem pertukaran atau manik-manik, kulit kerang atau belincung. 

Pada awal abad ke-15, ketika Kerajaan Islam berkembang di Nusantara, bada banyak mata uang yang beredar menjadi sebuah alat pembayaran. Setelah kerajaan, koin yang beredar ditulis dalam aksara Arab. Perdagangan atau niaga di nusantara saat itu sangat gencar, bahkan uang yang tersedia dapat ditukar dengan mata uang asing. Sebab perdagangannya sangat beragam. Misalnya, real Spanyol dapat ditukar dengan dirham atau 16 emas. 

VOC Masuk dan Banyak Perubahan

Waktu terus berubah, asosiasi perdagangan Belanda yang terkenal sebagai VOC masuk ke Indonesia. Mereka memonopoli perdagangan di Nusantara. Sebab luas dan cepatnya perdagangan, VOC melakukan yang terbaik untuk menarik dan mengubah semua koin yang beredar. VOC mulai mencetak uang kertas dan koin sebagai alat pembayaran umum di Nusantara. Selanjutnya Belanda juga membuat  uang atau yang kita kenal dengan koin tembaga, yang diciptakan oleh Belanda di Nusantara pada abad ke-17.  

Raja William I  mengusulkan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk membangun sebuah bank di pulau Jawa pada tahun 1825, dan  De Javasche Bank lahir di Batavia (sekarang kota tua). Belanda lebih berhasil karena mereka meningkatkan peredaran florin atau uang mereka. Namun karena tekanan yang terbatas, beberapa uang yang beredar di Hindia Belanda sebagian besar adalah uang logam yang dikeluarkan VOC.

Jepang Masuk dan Mulai Mendistribusikan Uang Kertas

Lalu, Jepang menjajah Indonesia. Mereka pun tak ingin kalah, Jepang telah membuat dan mendistribusikan uang kertas di Indonesia melalui pemerintahan Dai Nippon. Awal kemerdekaan tidak mudah bagi Indonesia. Menjadi sebuah negara baru, situasi moneter di negara ini buruk sekali. Dahulu diperkirakan kira-kira empat miliar uang kertas Jepang tersebar di Indonesia. Sebanyak 1,6 miliar orang berada di pulau Jawa. 

Penyebaran uang NICA meningkat di kota-kota besar Indonesia di tahun 1945. NICA, dengan bantuan sekutu, mulai mengedarkan uang Jepang di bank-bank Indonesia. NICA menggunakan uang itu untuk membayar gaji pegawai pribumi dan membayar operasi militer. Akibat “serangan” ini, situasi keuangan Indonesia memburuk. 

Pada tanggal 2 Oktober 1945, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa mata uang NICA tak bisa lagi digunakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun karena keterbatasan sumber daya dan pakar untuk mencetak uang sendiri. Sehari kemudian, pada tanggal 3 Oktober 1945, pemerintah mengeluarkan kembali pemberitahuan bahwa mata uang yang menyebar hingga pendudukan Jepang diakui menjadi instrumen transaksi yang sah.

Tahun 1946 ORI Diterbitkan

Setahun setelah kemerdekaan, pada tanggal 30 Oktober 1946, pemerintah akhirnya  mulai menerbitkan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) menjadi alat pembayaran yang resmi di Indonesia. Selanjutnya ORI juga merupakan legitimasi pemerintah Indonesia, sebab ORI merupakan atribut bangsa yang merdeka, berdaulat dan pemersatu. 

Rakyat Indonesia menyambut baik penyebaran IRO. Enam hari selepas  ORI diumumkan, sebuah surat kabar People menerbitkan artikel berjudul “Uang Kita Menang, Katakanlah Rakyat Jakarta”. satu florin uang NICA. 

Pada awal peredaran, setiap penduduk mendapat satu sehingga jumlah uang Jepang yang masih digunakan dapat hilang dengan sendirinya. Para mahasiswa menjadi agen pendistribusian uang tersebut. Tapi menyebarkan ORI tidak semudah yang diiklankan. Meski Indonesia telah merdeka, keadaan keamanan tetap tidak menentu. Kemudian ORI didistribusikan secara diam-diam. Namun, sosialisasi IRO dapat menanamkan rasa solidaritas terhadap nasionalisme  Indonesia. 

Kurir ORI selalu siap kirim ke mana saja di Indonesia. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya menyimpan ORI di tempat rumput untuk ternak, menyembunyikannya di kursi sepeda, di keranjang sayur. Tetapi tak jarang, WNI pengedar ORI yang ditangkap NICA menghadapi siksaan yang bisa kehilangan nyawa. 

Nah, itulah sekilas sejarah mata uang Indonesia yang perlu Anda ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat! 

 

You may also like