Home Investasi Mengenal Pengertian, Jenis Hingga Contoh Obligasi, Pemula Wajib Tahu

Mengenal Pengertian, Jenis Hingga Contoh Obligasi, Pemula Wajib Tahu

by Mas Abadi
apa itu obligasi

Investasi memiliki banyak jenis yang bisa dijadikan sebagai pilihan masyarakat. Apalagi setelah masyarakat mulai melek investasi, banyak yang berlomba lomba untuk memulainya. Salah satu produk investasi yang dinilai menjanjikan adalah obligasi. Untuk tahu lebih dalam apa itu obligasi, anda bisa menyimak ulasan berikut.

Mengenal Apa Yang Dimaksud Dengan Obligasi?

Obligasi adalah istilah di pasar modal untuk menyebut surat pernyataan hutang penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Jika menurut OJK, obligasi merupakan dokumen bermaterai yang menyatakan bahwa penerbit akan membayar utang pokok dalam waktu tertentu, dan secara berkala akan membayar kupon pada pemegang obligasi.

Umumnya, obligasi diikat dengan adanya jaminan yang dapat dijual guna melunasi klaim apabila emiten gagal membayar pokok dan kupon ketika jatuh tempo. Dari definisi tersebut bisa dijelaskan secara sederhana, jika surat obligasi merupakan surat utang yang bisa dijual belikan. Yang mana, pembeli akan mendapatkan keuntungan dari bunga yang didapatkan.

Nantinya di dalam surat utang akan terisi tanggal jatuh tempo akan pembayaran hutang dan bunganya. Bunga inilah yang kemudian disebut dengan kupon. Kupon wajib diberikan bagi penerbit obligasi kepada pemegang obligasi nya. Di Indonesia sendiri, tempo obligasi umumnya mulai 1 sampai 10 tahun. Sehingga bisa dikatakan sebagai surat utang jangka menengah panjang.

Dari pengertian obligasi juga bisa dikatakan jika penerbit obligasi adalah peminjam dana. Dimana penerbit inilah yang nantinya wajib untuk melunasi pokok pinjaman saat jatuh tempo. Dalam obligasi, tidak termasuk sebagai objek program penjaminan simpanan. Sehingga bank hanya sebagai agen penjual obligasi, obligasi ini mirip dengan investasi deposito.

Jenis Jenis Obligasi Yang Perlu Diketahui

1. Berdasarkan Sisi Penerbit

Obligasi dibedakan dalam beberapa jenis, jika dilihat dari sisi penerbitnya maka terdapat 3 jenis. Yakni obligasi korporasi, obligasi pemerintah dan juga obligasi daerah. Obligasi Korporasi bisa diterbitkan oleh perusahaan swasta atau BUMN. Sementara yang diterbitkan pemerintah dinamakan Obligasi Negara Ritel dan oleh daerah yang tujuannya untuk membantu pemerintah daerah.

2. Obligasi Suku Bunga Tetap

Selain ditentukan dari sisi penerbitnya, obligasi juga dibedakan berdasarkan bunganya. Seperti suku bunga tetap yang artinya, kupon bunganya tetap dan akan dibayar secara berkala selama obligasi. Nantinya kupon ini harus wajib diperhatikan, karena akan berlaku terhadap besar tetap.

3. Obligasi Suku Bunga Mengambang

Jenis obligasi selanjutnya adalah Floating Rate Note atau suku bunga mengambang. Obligasi ini memiliki kupon tetapi kupon yang dibayarkan bergantung pada indeks pasar uang layaknya Euribor dan LIBOR. Sehingga besar yang dibayarkan bisa berubah sewaktu waktu. Tetap spreadnya tetap konstan mengingat hampir semuanya membayar tiap 2 bulan.

Baca Artikel Selanjutnya : Mengenal Lebih Baik Deposito Sebagai Alternatif Media Investasi Masa Depan

4. Obligasi Tanpa Bunga

apa itu obligasi

Obligasi ini dikenal dengan nama lain Zero Coupon Bond yang artinya tidak ada bunga yang diberlakukan. Umumnya jenis inilah yang diperdagangkan dalam pemberian potongan harga yang diperoleh dari nilai pari. Nantinya pemegang obligasi akan menerima secara penuh pokok hutang begitu jatuh tempo.

5. Obligasi Indeks Berbasis Ekuiti

Obligasi ini mengacu pada indeks yang juga menjadi indikator dari bisnis seperti nilai tambah, penghasilan juga indeks nasional. Seperti misalnya pada produk domestic obligasi dimana ia berbeda dari keamanan pendapatan tetap standar. Sebab, nantinya saat pembayaran akhir akan didasarkan pada pengembalian ekuitas.

6. Obligasi Inflasi

Obligasi satu ini dikenal juga dengan istilah Inflation Linked Bond yaitu obligasi yang pokok hutangnya mengacu indeks inflasi. Bunga yang dibayarkan cenderung lebih rendah jika dibandingkan suku bunga tetap. Hanya saja, nilai pokok utang akan sejalan dengan inflasi sehingga bisa saja meningkat.

7. Junk Bond atau Berimbang Hasil

Bisa dikatakan jika jenis satu ini menjadi obligasi dengan tingkat risiko yang cukup tinggi. Sebab, memiliki peringkat di bawah peringkat investasi yang nantinya akan diberikan oleh lembaga pemerintah kredit. Karena resikonya tinggi, sehingga investor banyak yang mengharapkan jika imbalannya juga tinggi.

Keuntungan Investasi Obligasi

Setelah tahu sedikit obligasi, maka anda juga harus tahu apa manfaat yang bisa diambil dari investasi ini. Bisa dikatakan jika keuntungan obligasi akan lebih besar jika dibandingkan deposito bank. Nantinya anda akan mendapatkan kupon secara berkala yang dibedakan kupon tetap juga kupon floating.

Nantinya jika anda menjual obligasi maka, anda bisa mendapatkan capital gain yang terbilang besar. Selain itu, investasi ini juga sudah dijamin oleh pemerintah, bila membeli obligasi milik pemerintah. Menariknya obligasi juga bisa dijadikan sebagai jaminan maupun agunan. Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat contoh obligasi terlebih dahulu.

Apapun investasi yang dipilih, tentunya harus disesuaikan dengan perspektif anda masing masing. Ada baiknya anda benar benar mengenali dan memahami apa itu obligasi sebelum terjun pada investasi satu ini. Dengan begitu anda bisa tahu langkah apa yang tepat dan tahu apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak.

You may also like