Home Investasi Mengenal Lebih Jauh Tentang Media Investasi IHSG Dan Cara Menghitungnya

Mengenal Lebih Jauh Tentang Media Investasi IHSG Dan Cara Menghitungnya

by Mas Abadi
ihsg adalah

Maraknya sponsor dan ajakan untuk investasi pintar di reksadana semakin melejit di dunia yang semakin modern. Bagi Anda yang ingin terjun di dalam dunia investasi saham, tentunya harus paham istilah IHSG. Secara gamblang IHSG adalah indeks pasar saham yang mencakup semua bursa efek Indonesia (BEI). Untuk detailnya, cek ulasan berikut ini.

Pengertian IHSG

Jika dilihat secara garis besar, IHSG sendiri adalah indeks yang memberikan semua daftar saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Segala informasi terkait akan mencakup gambaran mengenai kenaikan dan penurunan pasar investasi secara global. Yang mana lebih berfokus pada pasar saham di Indonesia.

Nama dari IHSG sendiri adalah singkatan dari indeks harga saham gabungan yang menjelaskan fungsinya sebagai indikasi menyeluruh akan kondisi pasar saham dan perekonomian negara. Nama IHSG sendiri sering juga disebut sebagai Indonesia Composite index (ICI) atau IDX composite.

Lantas apa kegunaan dari indeks ini? Secara gamblang, informasi terkait kondisi ekonomi di Indonesia hingga naik turunnya saham akan membantu investor dan trader. Mereka yang bergelut di dunia investasi ini dapat mempertimbangkan kebutuhan untuk menambah dana atau menarik dana saham dan menghindari kerugian.

Dalam artian lain, data yang terlampir di IHSG sendiri kerap mencerminkan pergerakan saham yang terjadi. Termasuk semua saham yang masuk dalam LQ45. Umumnya, IHSG bahkan sering digunakan sebagai patokan akurat akan likuiditas saham A dan saham B di Indonesia yang terkait.

Istilah Yang Wajib Dipahami

1. Bubble

Istilah ini merujuk pada suatu fenomena investasi, yang mana suatu saham melejit sangat tajam dalam waktu singkat. Di istilah ekonomi, kenaikan harga saham tersebut bisa saja terjadi dalam hitungan bulan. Umumnya, fenomena ini muncul karena pasar terlalu percaya pada kondisi fundamental perusahaan.

2. Saham Likuid

Dalam eksistensi data IHSG, saham likuid sendiri diartikan sebagai saham yang paling mudah diperjual belikan. Hal ini karena frekuensi transaksi yang terjadi cukup sering dan memiliki antrean pembeli di hampir setiap harga saham. Sehingga membuat saham tersebut lebih memiliki nilai.

3. BEI

Istilah ini adalah singkatan dari Bursa Efek Indonesia yang mulai beroperasi sejak tanggal 1 Desember 2007. Awal mulanya, BEI sendiri hadir sebagai pusat data gabungan yang terkait Bursa Efek Surabaya (BES) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ). Data BEI lah yang terus dihadirkan di dalam indeks harga saham gabungan.

Baca Artikel Selanjutnya : Mengulik Pengertian IDX30 dan Daftar Sahamnya

4. Likuiditas

ihsg adalah

Likuiditas dalam dunia ekonomi, sering kali dikaitkan dengan kemampuan suatu perusahaan untuk menjalani kebutuhan dan melunasi hutang yang dimiliki. Sedangkan dalam dunia saham, likuiditas berarti jumlah transaksi dalam periode tertentu. Likuiditas akan meningkat seiring dengan frekuensi transaksi saham.

5. Fluktuasi

Arti dari fluktuasi dari kamus KBBi adalah keadaan yang menunjukkan naik turunnya harga atau hal tertentu. Artian tersebut sejalan dengan pengertiannya di dalam dunia saham. Harga saham yang naik dan turun kerap disebut fluktuasi. Hal tersebut bisa terjadi karena mekanisme jual beli saham sendiri.

6. Portofolio

Sama seperti arti secara harfiah, portofolio memberikan detail akan kumpulan aset investasi yang dimiliki. Aset yang terdaftar bisa saja dimiliki oleh perorangan atau perusahaan. Bahkan dalam keadaan tertentu, perusahaan bisa saja memiliki saham dari perusahaan lain sebagai bagian portofolio yang tercantum di IHSG.

7. Buyback

Jika diartikan secara langsung, buyback merujuk pada aktivitas pembelian kembali. Untuk dunia investasi, buyback dikaitkan dengan aktivitas pembelian kembali suatu saham perusahaan yang sebelumnya telah dilepas ke media publik. Aktivitas ini umumnya hanya akan dilakukan oleh pihak perusahaan tertentu yang telah memiliki modal lebih besar.

Alasan dari buyback sendiri dapat dikaitkan dengan keinginan perusahaan untuk memiliki pemasukan atau laba bersih. Pada dasarnya saham yang dijual pada publik, membuat perusahaan memiliki dividen. Yang kemudian jumlah laba akan dibagi pada dividen (pemilik saham). Jika buyback dilakukan, maka perusahaan akan mendapat kenaikan laba.

Metodologi Perhitungan IHSG

Cara menghitung IHSG sebenarnya tidak jauh berbeda dengan saham lainnya. Yang menjadi point utama adalah penggunaan perhitungan rata rata suatu jumlah saham dan market value weighted average index. Jika ditulis secara sederhana, rumus yang digunakan adalah nilai pasar / nilai dasar x 100.

Nilai dasar yang digunakan adalah kumulatif jumlah saham pada harga awal x harga pada hari dasar. Sedangkan nilai pasar (market value weighted average indeks) adalah harga pasar x jumlah saham yang tercatat. Untuk menghitung nilai pasar Anda dapat menggunakan rumus p1q1 + p1q1 + …. + piqi + pnqn. P adalah harga yang terjadi, q jumlah saham, dan n jumlah emiten.

Bisa disimpulkan bahwa informasi yang tersedia di IHSG akan memberi gambaran kondisi ekonomi Indonesia dan saham BEI. Sehingga membantu investor untuk menggelontorkan dana di waktu yang tepat. Informasinya pun dinilai cukup akurat untuk prediksi saham lainnya. Jika Anda ragu dengan investasi saham, investasi emas dan menabung bisa menjadi pilihan teraman.

You may also like