Home Perencanaan Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Kebutuhan Tersier dan Contoh-Contohnya

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Kebutuhan Tersier dan Contoh-Contohnya

by Mas Abadi
Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Kebutuhan Tersier dan Contoh-Contohnya

Dalam menjalankan keberlangsungan hidupnya, manusia tidak bisa terlepas dari berbagai macam kebutuhan. Mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. Jika kebutuhan primer wajib dipenuhi dan kebutuhan sekunder dapat menunjang kehidupan. Lantas bagaimana dengan kebutuhan tersier ? Simak ulasan selengkapnya berikut.

Pengertian Kebutuhan Kategori Tersier

Pada hakikatnya, kebutuhan manusia sendiri dikategorikan atas dasar kepentingan dan intensitasnya. Dimana kategori tersebut terbagi menjadi 3 yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan juga tersier. Jika kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi, maka sekunder adalah kebutuhan yang bisa dipenuhi dan bisa juga tidak.
Namun adanya kebutuhan sekunder bisa menunjang berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia, meski individu tetap bisa hidup tanpa adanya barang tersebut. Sementara kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia yang letaknya di bawah sekunder. Dimana kebutuhan ini bisa diartikan sebagai kebutuhan mengonsumsi barang mewah.
Tujuan dari mengonsumsi barang mewah ini untuk meningkatkan harga diri, derajat, hingga status sosial individu. Tujuan tersebut bisa tercapai sebab hanya segelintir orang dengan tingkat ekonomi kelas atas yang mampu meraihnya. Meski sebenarnya manusia tidak membutuhkan barang-barang ini, namun banyak faktor yang membuat seseorang ingin memenuhinya.
Beberapa faktor yang dimaksud di antaranya yaitu pergaulan, lingkungan tempat tinggal, status sosial, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan. Jadi berbeda dengan kebutuhan primer dan sekunder yang dipenuhi karena kepentingannya mendesak. Oleh sebab itu, pemerintah tidak mempunyai kewajiban untuk membantu pemenuhan kebutuhan satu ini.

Contoh Kebutuhan Kategori Tersier

1. Rumah Mewah

Rumah yang merupakan tempat tinggal memang menjadi salah satu barang yang termasuk dalam kategori primer. Karena manusia membutuhkan atap untuk bernaung, melindungi dari panas, hujan, dan lain sebagainya. Namun, rumah tidak lagi tergolong dalam kebutuhan primer jika yang dimaksud adalah rumah mewah. Ini juga termasuk apartemen, villa, dan lainnya.

2. Kendaraan Mewah

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Kebutuhan Tersier dan Contoh-Contohnya

Kendaraan bisa jadi termasuk sebagai kebutuhan sekunder. Karena keberadaannya bisa menunjang kehidupan atau berbagai aktivitas manusia, namun jika tidak ada pun maka individu tetap bisa hidup. Kendati demikian, kendaraan bisa dinilai masuk dalam kategori tersier jika berupa mobil mewah, motor besar, hingga jet pribadi.

3. Aksesoris Mewah

Sama halnya dengan kendaraan, beberapa aksesoris sebenarnya bisa termasuk sebagai kebutuhan sekunder. Contohnya seperti arloji karena bisa membantu melihat waktu, atau syal untuk digunakan di musim dingin. Akan tetapi hal ini akan berbeda jika yang dibeli adalah aksesoris mewah dengan harga tinggi, tentunya benda tersebut termasuk sebagai barang tersier.

Baca Juga Artikel Berikut : Mengulik Manfaat Asuransi Mobil Beserta Perhitungan Preminya

4. Pakaian Bermerk

Contoh kebutuhan tersier berikutnya yaitu pakaian bermerk. Meski pakaian sendiri sejatinya adalah kebutuh pokok manusia yang wajib untuk dipenuhi. Akan tetapi, baju branded nyatanya tidak hanya dibeli sebagai sandang saja, namun juga dapat memberi rasa bangga pada pengguna dan meningkatkan kelas sosialnya.

5. Jalan-Jalan ke Luar Negeri

Berwisata ke luar negeri tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi jika berlibur bersama keluarga. Biaya transport, akomodasi selama di negara lain, hingga biaya visa mengharuskan anda menggelontorkan dana cukup banyak, meski tidak mempengaruhi kelayakan hidup. Oleh karena itu, jalan-jalan ke luar negeri ini termasuk sebagai kebutuhan dalam kategori tersier.

6. Perhiasan

Meski banyak orang yang sengaja membeli perhiasan sebagai media investasi. Namun keberadaan perhiasan tersebut memberikan kesan mewah pada pemilik. Bahkan tanpa adanya perhiasan, hal ini tidak mempengaruhi kelangsungan hidup. Jadi perhiasan seperti kalung mutiara, gelang emas, cincin permata, dan lainnya termasuk contoh kebutuhan tersier.

Tips Mengatur Keuangan

Meski keberadaan dari barang-barang tersier seperti yang telah disebutkan tidak akan mempengaruhi kelangsungan hidup, namun banyak orang yang mati-matian berusaha memenuhinya karena beberapa faktor. Maka dari itu, penting bagi anda untuk mengatur keuangan dengan baik agar tidak menyesal di kemudian hari. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

1. Memahami Perbedaan Keinginan dan Kebutuhan

Apabila mempunyai uang yang berlimpah, boleh saja anda memberi barang tersier sesuai keinginan. Namun jika keuangan terbatas, sebaiknya anda memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Pasalnya keinginan ini bisa begitu luas, dan dapat memakan dana yang cukup banyak jika masing-masing dipenuhi.
Untuk mengetahui mana barang yang termasuk kebutuhan dan mana yang termasuk keinginan, maka ini kembali lagi pada pribadi setiap individu. Contohnya seorang ojek online tentunya membutuhkan smartphone untuk bekerja. Namun di lain sisi orang lain mungkin tidak membutuhkan gawai yang canggih, tapi hanya sekadar keinginan.

2. Buat Daftar Prioritas

Setelah mengetahui perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Sebaiknya buat prioritas terhadap berbagai kebutuhan yang ada. Sehingga dana yang anda alokasikan nantinya dimulai dari berbagai barang yang memang diperlukan. Daftar prioritas ini nantinya akan membantu anda mengatur keuangan secara efektif.
Pada dasarnya, memang tidak salah jika ingin memenuhi kebutuhan tersier. Asalkan dalam proses tersebut tidak malah mengganggu finansial, yang berakibat pada kebutuhan dasar menjadi tidak terpenuhi. Maka dari itu, anda sebaiknya mengatur keuangan dengan baik sebelum membelanjakannya untuk berbagai macam kebutuhan.

 

You may also like