Home Investasi Mengenal Antara Perbedaan Investasi dan Menabung

Mengenal Antara Perbedaan Investasi dan Menabung

by Mas Abadi
investasi dan menabung

Maraknya orang – orang yang berinvestasi dan menabung karena wabah covid – 19 yang tak kunjung usai karena berpotensi mengubah tatanan ekonomi dunia serta tatanan ekonomi rumah tangga. Banyak kepala keluarga yang dengan tertatih mengelola keuangan agar bisa berkecukupan dalam kehidupan.

Dengan Investasi yang dapat meningkatkan kekayaan pribadi mulai dirambah oleh masyarakat Indonesia, memang dibandingkan dengan negara – negara maju di belahan dunia Indonesia tergolong negara yang minat investasi masih relatif rendah. Rendahnya minat untuk berinvestasi ini tidak terlepas dari masih berparadigma dan berpandangan bahwa investasi hanya dilakukan oleh orang – orang yang kaya saja.

Namun semakin maju jamannya semakin maju dan bergeser juga pola paradigma yang ada di masyarakat Indonesia meskipun sebagian karena desakan ekonomi yang surut tak kunjung pasang di masa pandemic ini. Sekarang investasi dirambah oleh masyarakat menengah ke bawah.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKBM) mencatat pertumbuhan investasi mulai meningkat di tahun 2017 hingga pada tahun 2018, realisasi investasi tercatat di angka Rp 678,8 triliun , sedangkan pada tahun 2018 meningkat 4,1% atau sekitar 721 , 3 triliun.

Pada kuartal pertama tahun 2019 pun mengalami realisasi investasi pun mengalami peningkatan ditambah pada tahun itu adanya pemilu yang merangsang warga masyarakat Indonesia untuk melakukan investasi.

Investasi dikategorikan menjadi investasi jangka panjang dan dan investasi jangka pendek. 

Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang merupakan sebuah instrumen yang di dalam pengembalian atau return membutuhkan waktu yang bertahun – tahun bahkan bisa minimal mencapai 5 tahun baru bisa dijual dan merealisasikan pengembalian.

Bahkan tidak sedikit investasi jangka panjang hanya dibeli tanpa dijual kembali bersifat selamanya dimiliki oleh pemilik investasi tersebut. Investasi jangka panjang relatif memiliki resiko lebih besar karena juga harus memiliki modal yang besar dan kuat juga.

Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek memiliki periode yang pendek apabila mengharapkan pengembalian berkisar 5 sampai 12 bulan. Jenis investasi ini bersifat sementara hanya sekedar untuk mengamankan dana yang dimiliki sambil menunggu kesempatan dan peluang terhadap investasi lain yang memiliki return  yang lebih optimal.

Dari penjelasan mengenai investasi diatas dapat disimpulkan melalui perkembangan pemikiran bahwa investasi adalah kegiatan untuk menanam modal yang berupa aset berharga atau uang ke dalam sebuah lembaga atau sebuah pihak atau bisa berupa benda dengan memberi target agar kelak investor atau kita sebagai pemodal bisa menuai hasilnya dengan mendapatkan keuntungan di waktu yang akan datang dalam waktu tertentu.

Investasi juga disebut penanaman modal karena dalam aktivitasnya pemodal mempunyai harapan atau menargetkan supaya barang atau sesuatu yang pemodal investasikan akan menambah keuntungan bagi pemodal. Di dalam ilmu ekonomi investasi , pemodal atau investor akan membeli sesuatu yang tidak akan dipergunakan dalam waktu sekarang atau saat ini.

Sesuatu yang dibeli disimpan sebagai harta setelah melewati waktu tertentu. Pada teknisnya, sebuah aset investasi yang ditanamkan oleh seorang investor nantinya akan dikembangkan oleh lembaga atau pihak yang akan mengelola. Nah, sehingga pada nantinya keuntungan dari hasil pengembagan tersebut nantinya akan dibagikan kepada investor sebagai balasan jasa tentunya sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak yang bekerjasama. 

Beberapa jenis Investasi :

  1. Emas
  2. Deposito
  3. Saham
  4. Properti
  5. Reksa Dana

Sedangkan Tabungan adalah cara seseorang untuk menyimpan dan mengelola keuangan pribadi dari penghasilan yang didapatkannya untuk berbagai keperluan di masa depan. 

Nah, dari kedua hal diatas untuk itu perlu kita ketahui perbedaan antara Investasi dan Menabung

  • Fungsi dan Penggunaannya

Secara afirmatif umum orang yang menabung hanya memikirkan tujuan jangka pendek saja. Sedangkan orang yang ingin berinvestasi sebagian besar menginginkan manfaat dalam jangka panjang.

Sebagai contoh orang akan membeli sepeda motor maka dia akan menabung untuk mewujudkan keinginannya. Sedangkan bagi orang yang berinvestasi mayoritas mengharapkan adanya hasil atau manfaat jangka panjang misalnya mempersiapkan tempat tinggal untuk anaknya. 

  • Manfaat Keuntungan Yang Diperolah

Orang yang menabung ataupun berinvestasi umumnya akan berharap adanya manfaat keuntungan yang diperolehnya. Secara umum di negara kita Indonesia profit yang bisa diperoleh dari tabungan besaran persentase sebesar  0,25 % hingga 2 % per tahunnya. Sedangkan manfaat keuntungan profit yang diperoleh dari Investasi, bagaimana? 

Nilai dari profit investasi sangat berbeda setiap jenisnya. Hal tersebut nilainya berbeda – beda sesuai dengan jenis yang diinvestasikan misal obligasi, emas, saham dan sebagainya. Sebagai contoh investasi yang berupa properti bisa mencapai 7% per tahunnya, emas bisa mencapai 3 % sampai 5% per tahun.

  • Proteksi Dari Dampak Inflasi

Dampak Inflasi ekonomi suatu negara di Dunia tidak mungkin menghindarinya baik dari pengaruh yang dibawa Inflasi ekonomi tersebut terhadap nilai uang negaraApabila tingkat inflasi semakin tinggi maka akan semakin turun juga nilai mata uang sebuah negara.

Apabila dalam sebuah perekonomian anda menginginkan produk keuangan yang bisa memberikan jaminan proteksi  lebih baik terhadap inflasi maka pilihan tepat adalah investasi. Tabungan tidak berarti tidak memiliki proteksi terhadap inflasi namun tabungan terkena dampak langsung dengan adanya Inflasi sehingga investasi lebih terjaga jika anda memilih produk yang tepat..

  • Tingkat Resiko Produk

Dalam hal tingkat resiko produk, sebuah produk memiliki tingkat resiko masing – masing. Terlebih jika akan melakukan investasi pada suatu produk. Jika akan melakukan investasi harus terlebih dahulu paham tentang segala hal mengenai produk tersebut dan skala resikonya sejauh mana sebab semakin tinggi nilai investasinya semakin tinggi pula resiko yang dimiliki.

Nah, sedangkan tabungan memiliki resiko yang relatif rendah bahkan mungkin tidak ada resiko yang tidak ditanggung oleh nasabah jika tidak terjadi sebuah Inflasi.

You may also like