Home Investasi Memahami Isi UU No.25 Tahun 2007 Terkait Penanaman Modal

Memahami Isi UU No.25 Tahun 2007 Terkait Penanaman Modal

by Mas Abadi
UU penanaman modal

Memilih bentuk investasi atau penanaman modal memang menjadi bagian penting untuk bisa mengembangkan dan memutar uang yang Anda miliki. Tujuannya agar mampu terus berkembang dan menjadi pemasukan yang menjanjikan. Di Indonesia sendiri ada banyak bentuk investasi, paling umum mulai dari properti, emas, dan saham. 

Dibalik kemakmuran dan keuntungan yang didapatkan, tentunya melakukan proses investasi memiliki resiko yang tinggi, salah satunya kerugian yang besar. Apalagi jika Anda tidak mengenal terkait UU Pemerintah yang membahas tentang penanaman modal atau investasi, sehingga perlu sekali untuk mengetahui dan mengenalnya secara menyeluruh. 

Penjelasan Terkait Undang-Undang Investasi

Sebenarnya pemerintah Indonesia telah membentuk dan mengatur melalui UU NO. 25 Tahun 2007 terkait penanaman modal. Berdasarkan aturan yang telah berlaku tersebut ada beberapa ketentuan dan bentuk hukum yang mengikatnya. Nah, apa saja sih bentuk yang melatarbelakanginya? Bagaimana prosesnya terbentuk? Yuk simak penjelasannya. 

Pertimbangan Pembuatan UU Investasi 

Melalui Presiden Republik Indonesia memutuskan untuk membuat dan memberlakukan terkait pembentukan UU tersebut, apa saja dasarnya? 

1. Berdasarkan UUD 1945

Dasar yang mendalami adanya aturan terkait penanaman modal mengacu pada UUD 1945 yang menjelaskan terkait pembangunan ekonomi Indonesia yang akan lebih baik dan proses pembangunan yang berkelanjutan. Dengan demikian, semua prosesnya harus didasari pada dasar hukum yang ada dan menguntungkan untuk semua pihak. 

Tidak hanya itu saja, bentuk dari proses pembuatan dan pembentukannya pun dilandaskan pada demokrasi ekonomi yang terbuka dan demokrasi. Oleh karena itu, semua proses yang ada harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Dampaknya untuk masyarakat luas dan bukan hanya menguntungkan salah satu individu saja. 

2. Amanat MPR RI 

Melalui ketetapan MPR RI Nomor XVI/MPR/1998 menjelaskan adanya aturan yang mengikat dari proses penanaman modal dikhususkan untuk memberikan aturan dan kebijakan yang tepat. Khususnya pada ekonomi yang berlandaskan kerakyatan. Oleh karena itu, semua prosesnya diperuntukkan untuk kebutuhan masyarakat luas. 

Dengan adanya kebutuhan dari penanaman modal tersebut memberikan dampak yang tepat saran guna memajukan beberapa kebutuhan yang ada. Mulai dari adanya penanaman modal atau investasi pada usaha kecil, mikro, menengah, dan bantuan koperasi. Dengan demikian memberikan dampak yang luas untuk usaha UMKM tersebut. 

3. Percepatan Pembangunan Ekonomi 

Untuk memberikan dampak yang besar dan tepat sasaran tentunya penanaman modal menjadi bagian untuk memajukan dan mempercepat laju pembangunan ekonomi dalam negeri. Semuanya dilakukan untuk mengatur dan mengelolah beberapa sumber yang ada, sehingga membuat semua prosesnya akan menghasilkan. 

Mengenai modal yang ada tersebut, terbuka dari suntikan dalam negeri atau modal usaha dari luar negeri untuk kemajuan bersama. 

4. Kerjasama Internasional 

Terciptanya UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (investasi) tersebut membuat Indonesia masuk dalam iklim internasional. Salah satunya menyediakan bentuk kerjasama yang lebih luas dan menyeluruh. Dengan begitu, bentuk kerjasama dari asing akan menjadi bentuk yang harus dilakukan guna menggenjot percepatan kemajuan ekonomi di Indonesia. 

Dalam tahap ini, proses untuk kebutuhan investasi tersebut harus sesuai dengan penanaman modal yang ada, tentunya sifatnya harus adil, kondusif, efisien, dan promotif. Tidak lupa juga, proses investasi tersebut harus mengutamakan dan memperhatikan kepentingan nasional, demi kemajuan bangsa dan negara. 

Melihat Isi UU No. 25 Tahun 2007

Mengenai penjelasan yang ada isi terkait dari UU tersebut menjelaskan tentang investasi atau penanaman modal sebagai bagian dari investasi utama. Berdasarkan Isi dari UU tersebut, Investasi adalah bentuk yang dilakukan untuk menanamkan modal, baik itu investor dalam negeri dan luar negeri. 

Maksud dari penanaman dalam negeri adalah melakukan penanaman modal dan nilai investasi yang berasal dari investor lokal. Sedangkan untuk penanaman modal luar negeri adalah investor asing yang semua dana atau modalnya dari luar negeri. Dengan demikian, keduanya ini harus Anda lihat dan pahami bersama-sama. 

Untuk proses kegiatannya sendiri, UU No. 25 tersebut menjelaskan mengenai berbagai asas yang telah ditentukan. Semuanya harus berkaitan dengan kepastian hukum, akuntabilitas, perlakuan adil, mandiri, kebersamaan, berkelanjutan, keterbukaan, dan terdapat keseimbangan dalam kesatuan ekonomi di Indonesia. 

Tujuan UU No. 25 Tahun 2007 

Maksud dan tujuan dari adanya UU tersebut dilakukan untuk menciptakan dan membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, adanya perubahan, dan membantu masyarakat agar lebih mampu berkembang dan menghadapi berbagai persaingan global yang terjadi saat ini. 

Bahkan, peranan dari penanaman modal tersebut juga berguna untuk mengurangi jumlah kemiskinan di Indonesia, sehingga kebutuhannya untuk kemakmuran nasional. 

Dengan demikianlah penjelasan mengenai isi dari UU No. 25 Tahun 2007 yang dapat Anda ketahui dan pahami bersama-sama. Pastikan Anda memahaminya agar proses investasi bisa Anda lakukan secara menyeluruh. 

You may also like