Home Investasi Macam Macam Investasi Jangka Pendek yang Cepat Memberikan Keuntungan

Macam Macam Investasi Jangka Pendek yang Cepat Memberikan Keuntungan

by Mas Abadi
investasi jangka pendek

Masyarakat saat ini sudah mulai sadar bagaimana pentingnya investasi, untuk bekal di masa mendatang. Investasi memang menjadi salah satu upaya dalam pengelolaan keuangan. Bahkan tidak harus selalu dalam bentuk jangka panjang, investasi jangka pendek pun bisa menjadi pilihan bagi anda karena cenderung rendah risiko.

Mengenal Investasi dalam Jangka Pendek

Investasi sendiri merupakan suatu aktivitas berupa menyimpan dana pada periode tertentu, yang nantinya dapat menimbulkan keuntungan karena peningkatan nilai investasi. Dalam praktiknya ini terdapat dua bentuk, investasi jangka panjang dan jangka pendek. Dimana bentuk jangka pendek cenderung memiliki risiko rendah.

Investasi dalam jangka pendek sendiri merupakan bentuk investasi yang dilakukan dalam durasi waktu singkat, biasanya hanya 12 bulan atau bisa juga kurang. Jadi investor yang memilih bentuk investasi ini, dapat mencairkan keuntungannya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Memang bila ditilik dari segi risiko, investasi bentuk jangka pendek ini terbilang rendah. Karena mayoritas macam macam investasi yang ada mempunyai nilai yang cenderung konsisten, dan terus mengalami kenaikan meski dalam jumlah yang kecil. Sehingga dapat dipastikan anda bisa mendapat keuntungan dengan minim risiko rugi.

Bisanya, mereka yang memilih bentuk jangka pendek mempunyai tujuan yaitu untuk mendapatkan tambahan dana guna membiayai kebutuhan. Lalu beberapa investor lainnya ada juga yang ingin menjadikan cash flow miliknya, agar nantinya bisa jauh lebih bermanfaat dalam beberapa waktu.

Macam Macam Investasi dalam Jangka Pendek

1. Investasi Berupa Saham

Di Indonesia, investasi saham semakin populer dari waktu ke waktu. Bahkan kepopuleran jenis investasi ini hampir menyamai emas. Yang membuatnya dilirik adalah karena cara investasinya yang mudah, dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan melakukan investasi berupa saham dapat dilakukan dengan modal kecil.

Namun jika anda ingin mendapatkan keuntungan maksimal yang besar, tentu perlu mengambil risiko. Dalam hal ini, anda bisa menjual saham dalam rentang waktu beberapa hari saja setelah membelinya guna mendapat keuntungan. Untuk bentuk jangka pendeknya, banyak orang yang menggunakan sistem trading.

Sistem trading tersebut memungkinkan investor agar mendapat keuntungan hanya dalam beberapa jam saja. Akan tetapi, anda sebagai investor dituntut agar terus memantau grafik pasar agar bisa mendapat keuntungan maksimal. Yang perlu diingat saat melakukan investasi berupa saham yaitu semakin besar keuntungan yang anda peroleh, maka akan semakin besar pula risiko.

Baca Artikel Selanjutnya : Banyak Yang Tertarik, Ayo Intip Keuntungan dan Cara Memulai Investasi Logam Mulia Emas

2. Deposito

investasi jangka pendek

Sistem deposito sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh dengan menabung. Bahkan baik tabungan maupun deposito merupakan produk perbankan, yang dapat dipilih oleh nasabah dalam menyimpan uang. Hanya saja, uang yang disimpan dalam rekening deposito tidak dapat diambil sewaktu waktu.

Terdapat jangka waktu yang ditetapkan oleh pihak perbankan sebagai waktu jatuh tempo, sebelum nasabah dapat mengambil uang yang disimpan. Dimana jangka waktu ini tersedia dalam beberapa pilihan, misalnya 1 tahun, 3 tahun, dan lain sebagainya. Yang membuat deposito banyak dilirik adalah bunganya jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan tabungan biasa.

3. Obligasi

Investasi obligasi juga bisa menjadi pilihan bagi anda yang menginginkan investasi dalam jangka waktu pendek. Umumnya obligasi atau surat utang ini mempunyai jangka waktu 2 hingga 3 tahun, namun ada pula yang lebih pendek dari itu yaitu dengan tenor sekitar 6 bulan lamanya. Biasanya obligasi dengan tenor pendek merupakan surat utang yang sudah mau jatuh tempo.

Obligasi sendiri merupakan surat utang, yang berisikan janji pihak yang menerbitkan agar membayar bunga pada periode tertentu, dan melunasi utang pokok dalam waktu yang sudah ditentukan pada pihak yang telah membeli obligasi. Jenis investasi ini sifatnya terbilang fleksibel dan minim risiko, namun return yang diberikan juga cenderung rendah.

4. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah sebuah wadah untuk menghimpun dana masyarakat, yang kemudian diinvestasikan dalam instrumen investasi tertentu misalnya obligasi dan deposito. Jadi reksadana pasar uang ini sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan obligasi maupun deposito, hanya saja penempatannya dikelola oleh manajer investasi.

Umumnya bentuk investasi ini mempunyai jangka waktu selama 1 tahun, dimana besaran bunga yang mampu ditawarkan relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka inflasi rata rata yang ada di Indonesia. Sehingga dari segi risiko, reksadana pasar uang tersebut cenderung rendah.

5. P2P Lending

P2P Lending atau dikenal juga dengan nama peer to peer lending adalah bentuk investasi yang terbilang paling baru di Indonesia, bila dibandingkan dengan macam investasi yang telah disebutkan pada poin sebelumnya. Jadi dalam P2P, anda berperan sebagai pemberi pinjaman modal untuk UMKM. Keuntungan yang didapat nantinya berasal dari suku bunga pinjaman tersebut.

Meski investasi jangka pendek disebutkan mempunyai risiko lebih rendah, namun stigma berisiko tinggi memang tidak bisa lepas dari kegiatan investasi itu sendiri. Sehingga alangkah lebih baik bila anda tetap selalu waspada dan berhati hati dalam melakukan investasi. Jika salah memperhitungkan, maka bukan tidak mungkin jika anda mengalami kerugian besar dalam sekejap.

You may also like