Home Perencanaan Komponen Penting dalam Laporan Arus Kas

Komponen Penting dalam Laporan Arus Kas

by Mas Abadi

Selain laporan laba rugi dan neraca, yang harus ada di dalam laporan keuangan perusahaan yaitu laporan arus kas (cash flow statement). Perusahaan akan terbantu dengan adanya laporan arus kas karena lebih mudah mencatat pergerakan keuangan perusahan selama periode waktu tertentu. Seluruh rincian pemasukan dan pengeluaran dilaporkan ke dalam laporan arus kas atau cash flow.

Dengan melihat laporan arus kas, sehat atau tidaknya kondisi keuangan perusahaan dapat diketahui. Jika jumlah pendapatan atau pemasukan lebih besar dibandingkan dengan pengeluarannya maka perusahaan tersebut dapat dikatakan sehat. Dan sebaliknya, perusahaan yang tidak sehat itu berarti jumlah pendapatan atau pemasukan yang didapatkan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Untuk menyusun laporan arus kas terdapat dua metode yaitu metode langsung dan tidak langsung.

Fungsi Laporan Arus Kas

Laporan kas memiliki beberapa fungsi untuk perusahaan, yakni sebagai berikut :

  • Perusahaan dapat memperkirakan arus kas atau cash flow pada periode selanjutnya dengan melihat laporan periode saat ini.
  • Laporan arus kas dapat menjadi acuan pengambilan keputusan oleh manajer keuangan dengan harapan agar kinerja perusahaan meningkat.
  • Laba bersih dapat diketahui sehingga menjadi tolak ukur keberhasilan perusahaan.
  • Menjadi indikator apakah perusahaan mampu membayar kewajiban (gaji karyawan, pajak, dll) serta membayar dividen.

Tiga Kompenen Laporan Arus Kas

Setelah mengetahui betapa pentingnya penyusunan laporan arus kas, perlu juga untuk diketahui bahwa terdapat 3 komponen penting yang harus termuat pada laporan arus kas. Komponen-komponen tersebut terdiri dari :

  1. Arus Kas dari Aktivitas Bisnis atau Operasi

Komponen paling utama yang harus ada di laporan arus kas yaitu dari kegiatan operasional. Kegiatan operasional itu mencakup seluruh pendapatan dan pengeluaran untuk mendukung operasional perusahaan. Arus kas dari kegiatan operasional ini dapat menjadi indikator untuk mengukur kemampuan perusahaan. Kondisi arus kas perusahaan dikatakan baik jika kas yang dihasilkan cukup agar dapat menutupi seluruh biaya untuk kegiatan operasional tanpa perlu bergantung pada sumber pendanaan dari luar.

Berikut yang termasuk ke dalam arus kas masuk dari aktivitas bisnis atau operasi ini :

– Penjualan barang dan jasa

– Penerimaan dari komisi

– Hasil Investasi

– Penerimaan royalti

Sedangkan yang termasuk arus kas keluar dari aktivitas bisnis atau operasi yaitu :

– Penggajian karyawan

– Pembelian inventori

– Pembayaran beban bunga

– Pembayaran pajak

Arus kas dari aktivitas bisnis atau operasi ini sangat penting terutama bagi para investor yang akan menanamkan modal ke perusahaan terkait. Nantinya akan terlihat sesukses apa suatu perusahaan dalam menghasilkan uang. Selain itu, juga dapat menilai efisiensi operasional perusahaan.

  1. Arus Kas dari Investasi

Arus kas dari investasi perusahaan merupakan seluruh transaksi yang bersumber dari aset tidak lancar. Aktivitas investasi ini dilakukan agar perusahaan memperoleh arus kas dan pendapatan di masa depan. Hal tersebut penting bagi permodalan dan pertumbuhan aset perusahaan sehingga untuk calon investor akan lebih mudah dalam melakukan analisis fundamental. Contoh yang termasuk dalam arus kas dari aktivitas investasi yaitu sebagai berikut :

– Pembayaran piutang atas pinjaman yang telah diberikan kepada pihak lain

– Pembelian investasi berupa aset tetap, aset jangka panjang dan aset tidak berwujud misalkan pabrik, properti dan peralatan-peralatan yang menunjang keberlangsungan perusahaan

– Penerimaan dari penjualan investasi baik aset tetap, aset jangka panjang dan aset tidak berwujud

– Penerimaan dari penjualan efek utang atau ekuitas

– Penerimaan bunga yang berasal dari joint venture

Aktivitas investasi penting bagi permodalan dan pertumbuhan aset perusahaan sehingga untuk calon investor akan lebih mudah dalam melakukan analisis fundamental.

  1. Arus Kas Pendanaan atau Pembiayaan

Komponen ini merupakan arus kas yang bersumber dari seluruh transaksi yang akan berpengaruh pada ekuitas maupun utang perusahaan. Arus kas masuk dari kegiatan pendanaan memuat setiap transaksi pinjaman bank. Selain itu juga berasal dari penerbitan surat berharga seperti saham, obligasi dan surat utang. Untuk arus kas keluarnya terdiri dari pembayaran utang pinjaman maupun pembayaran dividen kepada para investor atau  pemegang saham.

Arus kas dari aktivitas pendanaan disebut positif apabila uang atau pemasukan perusahaan lebih banyak daripada pengeluarannya seperti menerbitkan ekuitas atau saham dan obligasi yang kemudian dijual kepada para investor. Sedangkan hasil negatif akan ditunjukkan oleh perusahaan yang sedang membayar hutangnya karena tidak menghasilkan pemasukan yang cukup untuk membiayai seluruh operasional perusahaan.

 

Demikianlah tadi penjelasan mengenai apa itu laporan arus kas, fungsinya dan komponen-komponen penting yang harus termuat di dalam laporan arus kas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk para pembaca.

You may also like