Home Perencanaan Ketahui Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Ketahui Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

by Mas Abadi
yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memang membantu pengobatan masyarakat, tetapi ada sejumlah penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan lho. Apa sajakah penyakit itu? Yuk cari tahu! 

BPJS merupakan sebuah “asuransi” kesehatan yang bisa digunakan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Jika Anda memiliki kartu BPJS dan membayar premi setiap bulan, biaya pengobatan Anda akan ditanggung oleh pemerintah. Mempunyai BPJS kesehatan pastinya menguntungkan sekali. 

Namun, “kartu ajaib” ini tidak dapat dipakai untuk seluruh layanan penyakit maupun kesehatan. Yang berarti, ada sejumlah pelayanan penyakit atau kesehatan yang tidak di-cover oleh BPJS. Berikut daftar penyakit dan layanan yang tidak bisa di-cover oleh BPJS Kesehatan yang harus Anda ketahui sebelum melakukan pengobatan. 

10 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS 

  • Kecantikan dan Perawatan Kulit 

BPJS Kesehatan tidak menanggung kesehatan atau perawatan kulit. Yang dimaksud dalam hal ini adalah operasi atau perawatan plastik, sulam alis, suntikan filler, dan perawatan kecantikan lainnya.

  • Perawatan Gigi 

Perawatan kecantikan gigi contohnya behel, tidak bisa di-cover oleh BPJS Kesehatan. Tidak hanya itu saja, pencabutan gigi dan perawatan gigi berlubang pun tidak masuk dalam tanggungan kartu ajaib ini. Tetapi BPJS Kesehatan dapat mengcover biaya untuk pengobatan ke dokter gigi jika Anda bisa memperoleh rujukan yang diberikan oleh faskes tingkat 1. 

cara daftar BPJS kesehatan

  • Overdosis Obat

Kecanduan narkoba, seperti narkoba, tentu saja tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Ini sudah menjadi resiko yang harus Anda tanggung sendiri. 

  • Penyalahgunaan Alkohol 

Alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menjadi masalah kesehatan. Jika hal tersebut sudah terjadi, maka BPJS Kesehatan tidak dapat membantu untuk menanggung biaya pengobatan. Sama hal nya dengan overdosis obat, penyalahgunaan alkohol juga dianggap sebagai resiko yang harus ditanggung oleh diri sendiri. 

  • Wabah atau Bencana 

Penyakit yang diakibatkan dari wabah atau bencana ini tidak masuk ke dalam tanggung BPJS Kesehatan. Begitu pula dengan pandemi Covid-19 yang mewabah di tahun ini, penyakit tersebut juga tidak masuk di daftar penyakit yang ditangani oleh BPJS Kesehatan. Tetapi, pada umumnya pemerintah akan membuat posko tertentu sehingga bisa menawarkan pengobatan gratis di luar tanggungan BPJS. 

  • Gangguan Infertilitas 

BPJS Kesehatan juga tidak dapat menanggung gangguan kesuburan atau infertilitas pada pria dan wanita.

  • Perawatan di Faskes yang Tidak Terdaftar

Untuk para pengguna BPJS kesehatan, Anda hanya dapat menerima pengobatan gratis jika mereka mengunjungi fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang terdaftar dalam BPJS. Dengan kata lain, jika Anda pergi ke klinik yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, Anda harus membayar sendiri biaya pengobatannya.

  • Pengobatan di luar Indonesia 

BPJS Kesehatan tak dapat dipakai untuk berobat di luar negeri. Kartu ajaib ini hanya dapat dipakai hanya di dalam negeri dan di lembaga kesehatan yang bekerja sama. 

  • Gangguan atau penyakit akibat percobaan bunuh diri 

BPJS Kesehatan juga tidak menanggung gangguan kesehatan akibat percobaan bunuh diri. Hal tersebut karena kondisi yang dihasilkan sendiri.

  • Pengobatan Alternatif 

Biaya terapi akupunktur dan Sinshe tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal yang sama berlaku untuk semua tindakan medis yang bersifat eksperimental. Ini adalah sejumlah perawatan penyakit atau kesehatan yang tak akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. 

Meski pergi ke faskes yang ada di daftar BPJS Anda dan seluruh biaya perawatan akan di-cover oleh BPJS, Anda tetap saja wajib memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan. 

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, kalau mau ke Puskesmas dengan BPJS wajib memiliki kartu; baik berbentuk hard copy atau soft copy.

“Kartu Anggota atau akun dari BPJS juga harus aktif. Dengan kata lain, tidak memiliki tunggakan,” jelas dr Iqbal.

“Jika ingin melakukan perawatan di faskes tingkat 1, terlebih dahulu lihat apakah kliniknya terdaftar. Usahakan tidak berobat di faskes lain (yang tidak ada dalam daftar) kecuali Anda dipindahkan. Umumnya faskes tercatat di kartu BPJS Kesehatan Anda” lanjutnya. 

Apabila Anda sedang berada di luar kota dan tidak dekat dengan pusat kesehatan yang ditunjuk, Anda masih dapat pergi ke klinik yang terdaftar sama dengan catatan ada tanda-tanda keadaan darurat. 

“Misalnya, mengalami demam di atas 40 derajat celcius selama lebih dari 3 hari, lalu ketika cek darah didapati sesuatu yang membahayakan, hal tersebut dapat ditanggung,” kata dr. Iqbal

“Yang berarti, pergi ke UGD karena ada gejala gawat darurat, bisa menggunakan BPJS saat tidak dekat dengan faskes 1. Kalau tidak memiliki bukti, tidak dapat menggunakan BPJS,” pungkasnya.

Sekarang Anda menjadi tahu layanan dan jenis penyakit apa saja yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, bukan? Semoga ulasan di atas bisa membantu Anda yang ingin berobat menggunakan BPJS Kesehatan. 

You may also like