Home Investasi Kesalahan yang Kerap Dilakukan Pemula ketika Berinvestasi Reksa Dana

Kesalahan yang Kerap Dilakukan Pemula ketika Berinvestasi Reksa Dana

by Mas Abadi

Sekarang mulai banyak masyarakat yang menyadari jika investasi menjadi salah satu instrumen untuk bisa mencapai tujuan finansial. Khususnya untuk kalangan anak muda milenial yang mulai menunjukkan ketertarikan pada investasi. Tetapi, menjadi investor pemula, terdapat banyak hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan berinvestasi supaya tidak mengalami kesalahan dalam berinvestasi. 

Sebab, walaupun ketertarikan investasi semakin meningkat, tidak sedikit para pemula yang belum paham tentang investasi yang dilakukan dan bergelut berinvestasi hanya karena tergiur dengan iming-iming retur atau keuntungan yang menggiurkan. Akibatnya, banyak orang yang baru bergabung tetapi sudah rugi sebab tidak dapat mengelola investasinya dengan benar. 

Nah, supaya lebih waspada menjadi investor pemula Anda harus tahu apa saja hal-hal yang menjadi kesalahan investasi supaya dapat menghindari hal tersebut. Yuk, simak ulasannya berikut ini. 

  • Tidak mempunyai tujuan investasi 

Hal penting yang selalu dilewatkan oleh para investor pemula yaitu membuat tujuan investasi dengan jelas sebelum mulai terjun untuk berinvestasi. Seba tujuan ini yang sebenarnya tidak hanya bisa mendapatkan keuntungan, tetapi juga untuk memenuhi dan mencapai tujuan investasi Anda. 

Apa saja tujuan investasi? Tujuan investasi merupakan goals atau target yang ingin Anda capai dengan cara berinvestasi, seperti investasi untuk masa pensiun, pendidikan, membeli rumah, traveling dan lainnya. 

  • Salah paham mengenai investasi 

Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan oleh investor pemula yaitu kesalahpahaman mengenai investasi. Banyak sekali pemula yang mengira investasi, trading, gambling, trading dan menabung merupakan hal yang sama. Padahal semuanya mempunyai arti yang berbeda-beda. 

Akibatnya, banyak investor pemula yang sangat mudah tergiur dengan keuntungan dari yang dibilangnya investasi padahal bukan instrumen investasi. Sehingga, mereka berinvestasi ke produk yang tidak mempunyai underlying asset atau produk ilegal. 

  • Melupakan resiko dan mudah menyerah 

Yang juga menjadi kesalahan pada investor pemula yaitu tidak konsisten saat berinvestasi dan mudah menyerah. Hal tersebut mungkin terjadi sebab ekspektasi yang salah terhadap investasi. 

Contohnya, dalam investasi saham. Klaim yang bertebaran pada investasi ini yaitu untung cepat tanpa paham resiko kerugian yang dapat terjadi. Sehingga, saat sekalinya rugi, maka para investor pemula ini mudah patah semangat dan tidak ingin berinvestasi lagi. 

Padahal yang harus Anda ketahui yaitu dalam berinvestasi saham memerlukan analisis dan strategi supaya kinerja investasi Anda tetap bagus dan meminimalisir resiko kerugian. Dna yang harus dijadikan prinsip berinvestasi yaitu peluang keuntungan akan sebanding dengan tingginya resiko yang dapat terjadi. 

  • Tidak realistis dan faktor emosional

Kesalahan selanjutnya yang juga sering dilakukan oleh investor pemula yaitu melakukan investasi sebab faktor emosional. Yang berarti mereka melakukan investasi hanya karena melihat orang lain atau ikut-ikutan saja. 

Padahal investasi sebenarnya dilakukan dengan analisis yang mendalam. Selain itu, investasi yang aman merupakan investasi yang realistis khususnya mengenai keuntungan. Perlu Anda ingat jika suatu hal yang “terlalu baik” biasanya pun “terlalu baik” untuk dapat menjadi kenyataan. 

  • Tidak melakukan diversifikasi investasi 

Mungkin Anda masih merasa asing dengan istilah diversifikasi investasi, bukan? Secara sederhananya, diversifikasi adalah membagi dana investasi tidak ke satu produk atau aset investasi saja. Hal tersebut dilakukan guna menekan resiko kerugian yang dapat terjadi. 

Umumnya, pemula hanya akan menginvestasikan dananya ke satu produk investasi saja. Sehingga saat kinerja pada produk yang ia pilih tersebut turun membuat mereka mengalami kerugian. 

Berbeda bila dana diinvestasikan ke banyak produk, maka saat investasi pada satu produk sedang turun, maka dapat jadi pada produk lainnya mengalami kenaikan. Jadi dapat menekan resiko kerugian yang terjadi pada Anda. 

Apabila Anda merupakan seorang pemula dan tidak tahu ingin berinvestasi pada produk yang mana, maka Anda dapat memilih reksa dana sebab tidak hanya terjangkau dan mudah saja, untuk pengelolaannya instrumen yang satu ini telah menerapkan strategi diversifikasi pada semua produknya. 

  • Menunda-nunda investasi 

Kesalahan para investor yang paling fatal yaitu menunda-nunda waktu saat ingin berinvestasi. Anda mungkin memiliki alasan ingin menunggu waktu yang tepat untuk berinvestasi, padahal semakin lama Anda menunda berinvestasi, maka semakin sempit pula waktu untuk mencapai ke tujuan finansial Anda di masa mendatang. 

Jika Anda sudah memiliki tujuan yang jelas, mengapa harus menunda-nunda untuk melakukan investasi? 

Nah, apakah ada diantara Anda yang pernah melakukan kesalahan seperti di atas? Ada baiknya sebelum melakukan investasi, Anda mencari dan pelajari tentang semua instrumen investasi secara mendalam supaya tidak terjadi kesalahan yang bisa merugikan Anda. 

Itu dia ulasan mengenai beberapa kesalahan yang sering terjadi pada investor pemula yang harus Anda ketahui. Semoga ulasan di atas bisa membantu Anda yang masih baru bergelut di bidang investasi ini. 

You may also like