Home Pinjaman Kelebihan dan Kekurangan Membeli Rumah dengan KPR

Kelebihan dan Kekurangan Membeli Rumah dengan KPR

by Mas Abadi

Kamu mungkin pernah mendengar tentang Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. KPR adalah salah satu cara untuk membeli rumah, terutama bagi mereka yang tidak memiliki cukup uang tunai untuk membeli rumah secara langsung. Namun, seperti halnya dengan setiap jenis pembelian rumah, KPR memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli rumah dengan KPR.

Kelebihan Membeli Rumah dengan KPR

Meningkatkan Nilai Aset

Membeli rumah dengan KPR bukan hanya memberikan kamu tempat tinggal, tetapi juga dapat meningkatkan nilai aset kamu di masa depan. Saat ini, harga rumah di Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Bahkan, beberapa tahun terakhir ini harga rumah di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung mengalami kenaikan yang signifikan.

 

Dengan membeli rumah dengan KPR, kamu dapat memanfaatkan kenaikan harga rumah ini untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Seiring berjalannya waktu, nilai rumah yang kamu miliki akan meningkat dan kamu bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Hal ini tentu saja akan memberikan keuntungan yang besar bagi kamu.

Bunga yang Relatif Rendah

Suku bunga KPR relatif rendah dibandingkan dengan jenis pinjaman lainnya, seperti pinjaman pribadi atau kartu kredit. Hal ini dikarenakan KPR dijamin oleh rumah yang dibeli sebagai agunan, sehingga risiko bagi pihak bank lebih rendah. Selain itu, suku bunga KPR juga cenderung lebih stabil dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar seperti suku bunga pinjaman lainnya.

Karena suku bunga KPR yang rendah, kamu dapat membayar cicilan rumah dengan jumlah yang lebih kecil setiap bulannya. Dalam jangka waktu yang cukup panjang, misalnya 10 tahun, 15 tahun, atau bahkan 20 tahun, hal ini akan memudahkan kamu untuk mengatur keuangan dan tidak akan terlalu terbebani dengan biaya yang besar.

Kekurangan Membeli Rumah dengan KPR

Cicilan Lebih Mahal

Salah satu kelemahan dari membeli rumah dengan KPR adalah cicilan yang harus kamu bayar cenderung lebih mahal daripada jika kamu membeli rumah secara langsung dengan uang tunai. Ini karena ketika kamu membeli rumah dengan KPR, kamu harus membayar bunga dan biaya administrasi, yang akan menambah jumlah cicilan.

 

Bunga yang harus kamu bayar pada KPR dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suku bunga pasar, profil risiko peminjam, serta lamanya masa kredit. Umumnya, semakin lama masa kredit, semakin tinggi bunga yang harus kamu bayar. Selain itu, biaya administrasi yang dikenakan oleh bank juga dapat mempengaruhi besarnya cicilan.

 

Sebagai contoh, jika kamu membeli rumah senilai Rp 500 juta dengan uang muka sebesar 20% dan sisa pembayaran senilai Rp 400 juta diambil dengan KPR selama 20 tahun dengan bunga 8% per tahun, maka cicilan bulanan yang harus kamu bayar adalah sekitar Rp 3,8 juta per bulan. Jumlah cicilan tersebut sudah termasuk bunga dan biaya administrasi.

 

Dalam jangka panjang, jumlah cicilan yang harus kamu bayar akan sangat besar. Kamu harus mempertimbangkan kemampuan keuanganmu untuk membayar cicilan tersebut selama jangka waktu yang panjang. Jika kamu mengalami kesulitan dalam membayar cicilan, kamu harus mengambil tindakan yang tepat agar tidak terjerat dalam utang yang semakin besar.

Terikat dengan Perjanjian

Membeli rumah dengan KPR berarti kamu harus terikat dengan perjanjian tertentu. Perjanjian ini akan memuat beberapa persyaratan dan kewajiban yang harus kamu penuhi sebagai peminjam. Beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam perjanjian tersebut antara lain:

 

  1. Pembayaran Cicilan Tepat Waktu

 

Kamu harus membayar cicilan tepat waktu sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam perjanjian. Jika kamu gagal membayar cicilan tepat waktu, maka kamu akan dikenakan sanksi berupa denda atau bahkan pemutusan kontrak.

 

  1. Perubahan Suku Bunga

 

KPR memiliki sistem bunga tetap dan bunga mengambang. Dalam sistem bunga tetap, suku bunga yang harus kamu bayar tidak akan berubah selama jangka waktu kredit. Sedangkan dalam sistem bunga mengambang, suku bunga akan mengikuti perubahan suku bunga pasar.

 

Jika kamu memilih sistem bunga tetap, maka kamu harus membayar suku bunga yang telah ditetapkan dalam perjanjian. Namun, jika kamu memilih sistem bunga mengambang, kamu harus siap dengan risiko perubahan suku bunga pasar yang dapat meningkatkan cicilan bulanan kamu.

 

  1. Biaya Administrasi

 

Selain bunga, kamu juga harus membayar biaya administrasi yang cukup besar saat mengajukan KPR. Biaya administrasi ini dapat mencapai beberapa juta rupiah dan akan ditambahkan ke dalam jumlah pokok yang harus kamu bayar.

 

  1. Jaminan

 

Untuk mengajukan KPR, kamu harus memberikan jaminan berupa rumah yang akan kamu beli atau jaminan lainnya yang setara. Hal ini berarti bahwa jika kamu gagal membayar cicilan tepat waktu, maka rumah atau jaminan yang kamu berikan akan diambil alih oleh bank sebagai ganti rugi.

 

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah menggunakan KPR, kamu harus mempertimbangkan dengan baik kelebihan dan kekurangannya. Jangan terburu-buru mengambil keputusan tanpa memahami risiko dan konsekuensi dari pengambilan KPR. Pastikan kamu memahami semua rincian KPR sebelum menandatanganinya. Dengan demikian, kamu bisa meminimalkan risiko kehilangan rumah dan memastikan keuanganmu stabil selama masa tenor KPR.

 

You may also like