Home Keterampilan Kebiasaan Pagi yang Membuatmu Tetap Miskin

Kebiasaan Pagi yang Membuatmu Tetap Miskin

by Mas Abadi

Kemiskinan adalah suatu kondisi yang dihindari dan ditakuti hampir setiap orang di muka bumi ini. Miskin dan sederhana seringkali dijadikan sebagai kondisi yang disetarakan, padahal, konsepnya tidak begitu. Sikap yang menjadi kebiasaan dan melekat menjadi sebuah karakter akan sulit untuk diubah. Tapi sebenarnya bisa diperbaiki. Kebiasaan itu dapat menjadi faktor penyebab orang menjadi miskin dan/atau bersikap sederhana. Menyikapi 2 hal yang berbeda itu perlu kamu ketahui perbedaannya.

Miskin merupakan kondisi dimana seseorang hanya dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya yang dilakukan secara terpaksa karena tidak memiliki harta yang cukup. Sedangkan, sederhana adalah kondisi seseorang dalam mengatur keuangan yang dimilikinya, tidak diukur dari kemampuan ekonomi yang dimiliki, sehingga sikap membatasi dalam memenuhi kebutuhannya dilakukan secara sadar. Oleh karenanya, hidup sederhana ini adalah sebuah pilihan dalam mengatur pola hidupnya.

Kebiasaan Pagi Yang Membuat Tetap Miskin

Kondisi ekonomi kamu perlu dibenahi untuk menghindarkan kamu dari jerat kemiskinan. Kamu perlu memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang akan membuat kamu terjebak dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Pagi hari adalah waktu dimana kamu akan memulai segala aktifitas dan rutinitas. Untuk itu, kebiasaan yang dibangun dari pagi pagi hari akan menentukan kualitas rutinitas kami sepanjang hari.

Kaitannya dengan jerat kemiskinan, berikut kebiasaan pagi yang dapat membuat kamu terjebak di dalamnya.

1. Menunda dan Mematikan Alarm Yang Berbunyi

Alarm menjadi sarana yang kerap kali dikorbankan oleh mayoritas orang. Alat itu digunakan guna membantu manusia untuk dapat mengingatkan waktu untuk melakukan aktivitas, contohnya dalam menentukan jam bangun pagi. Maksud dalam menjadi korban adalah, banyak orang yang mengandalkan namun, mereka menunda dan mengabaikan dering yang menunjukan waktunya bangun.

Sikap menunda dan mematikan alarm ini terlihat sepele, namun dampak yang dihasilkan cukup besar. Hal ini akan mempengaruhi timeline yang kamu buat untuk menjalani rutinitas sepanjang hari. Jika, kebiasaan ini tidak diubah atau diabaikan akan menjadi kebiasaan buruk yang mempengaruhi kualitas kerja, rejeki yang akan didapat, dan mood kamu dalam jangka panjang loh!

2. Melewatkan Ibadah Pagi

Sebagai seorang yang beragama, menyembah Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk ibadah atau ucapan rasa syukur adalah kewajiban. Bagi setiap umat beragama manapun ibadah atau rasa syukur tersebut adalah hal yang baik, terlebih apabila hal ini dijadikan kebiasaan yang dirutinkan di pagi hari sebagai awal untuk menjalankan rutinitas sepanjang hari. Keyakinan itu perlu dikuatkan.

Jika kamu menerapkan kondisi sebaliknya dalam mengawali hari kamu dengan melewatkan ibadah dan mengucap rasa syukur atas Tuhan, kehidupan yang kamu jalani akan terasa hampa. Keyakinan akan Kemurahan Tuhan tidak tertanam kuat dalam diri kamu. Hal itu dapat menjadi faktor penyebab kamu terus terjebak dalam jerat kemiskinan.

3. Memepetkan Waktu

Tepat waktu, bukan berarti datang pada saat mepet jam yang telah ditentukan. Memberikan spare waktu dapat membantu kamu untuk dapat bernapas lega dan tidak tergesa-gesa. Penerapan di dunia kerja, kebiasaan ini sangat dinilai oleh pimpinan kantor, karena berkaitan dengan kualitas kerja dan output yang dihasilkan. Selain itu, kebiasaan ini akan mempengaruhi kepercayaan pimpinan dan rekan kerja kamu. Rezeki dan kemiskinan yang diperoleh seseorang dapat berupa apapun. oleh sebab itu kebiasaan yang dibangun akan sangat mempengaruhinya. Terlebih saat pagi dimana kamu mengawali hari dan aktivitas.

Kebiasaan menempatkan waktu atau menunda-nunda waktu yang diberikan memberikan kesempatan kemiskinan mengitari hidup kamu. Miskin harta, miskin ilmu, miskin pengalaman, miskin relasi, miskin kepercayaan, dan lain sebagainya. Maka, awali hari kamu dengan semangat dan jiwa kerja yang membara, jangan mudah menunda dan menyepelekan waktu.     

4. Pesimis

Membiasakan diri terbelenggu dalam sikap dan sifat pesimis merupakan kebiasaan yang buruk. Pesimis merupakan sikap seseorang yang selalu memiliki pandangan buruk terhadap sesuatu, rasa takut atau cemas berlebih terhadap sesuatu yang sebenarnya belum dilakukan, menduga-duga, atau cenderung selalu berprasangka. Sikap ini akan menentukan apakah kamu tipe orang open mind atau tidak terhadap sesuatu. Segala peluang yang datang bukan disambut dengan baik atau optimis melainkan akan dihadapkan dengan rasa takut dan prasangka buruk bagi kamu yang selalu pesimis. Jika hal itu terjadi, bersiaplah dengan kegagalan dan kemiskinan selamanya.

5. Meninggalkan Rumah dalam Kondisi Emosi

Kondisi emosional yang baik dan stabil akan mempengaruhi kualitas kinerja kamu. Pagi yang diawali dengan mood atau suasana hati yang positif akan menciptakan hasil kerja dan suasana kerja yang baik untuk diri sendiri dan juga orang lain. Jika kamu biasakan hari dengan sifat marah dan selalu emosi bisa diyakini semua rencana sepanjang hari akan kacau. Perolehan atau hasil yang diterima dalam usaha mencari rezeki pun akan sulit.

Untuk tidak terjebak dalam kondisi yang miskin harta, tahta, ilmu, dan relasi biasakan hari kamu dengan nuansa kehidupan yang positif. Supaya, segala bentuk rezeki yang akan di dapat pun turut lancar  

 

 

 

You may also like