Home Perencanaan Karyawan Lalai atau Curang? Antisipasi Risiko dengan Asuransi Fidelity

Karyawan Lalai atau Curang? Antisipasi Risiko dengan Asuransi Fidelity

by Mas Abadi
asuransi fidelity

Loyalty guarantee atau asuransi fidelity mungkin belum banyak dikenal oleh banyak orang. Padahal, jenis asuransi yang satu ini sangat penting guna  melindungi perusahaan jika adanya kerugian. Karena resiko kerugian dapat datang diwaktu yang tak terduga-duga. Baik faktor eksternal maupun internal perusahaan. 

Faktor eksternal ini dimaksud bisa berbentuk inflasi, gejolak harga, persaingan perdagangan, perubahan peraturan dan pedoman pemerintah, serta keadaan atau force majeure yang tidak terduga layaknya bencana alam. 

Di sisi lain, faktor internal dapat berbentuk kesalahan pada sistem atau kesalahan yang dilakukan oleh manusia. Nah, kerugian yang terjadi karena faktor internal perusahaan, khususnya yang berhubungan dengan SDM, bisa dihindari dengan menggunakan asuransi fidelity. 

Definisi asuransi fidelity 

Asuransi fidelity merupakan asuransi yang buat secara khusus sehingga bisa memberikan ganti rugi yang diakibatkan adanya kecurangan maupun ketidakjujuran yang diperbuat oleh para pegawai, atau juga dilakukan oleh perseorangan hingga persengkongkolan. Seperti, kerugian jika uang perusahaan hilang, kerusakan properti sebab adanya penyalahgunaan yang dilakukan karyawan dan juga pencurian surat berharga. 

Mengapa membutuhkan asuransi fidelity?

Perlindungan finansial melalui asuransi fidelity harus dimasukkan ke manajemen risiko perusahaan. Hal ini karena selalu terdapat kemungkinan bagi perusahaan untuk menderita kerugian finansial karena kelalaian atau penipuan dari pihak karyawan. Terlebih lagi di perusahaan yang sudah besar dengan karyawan yang tak terhitung jumlahnya, risiko internal  ini pasti akan meningkat. 

Terutama di dunia pemakaian data elektronik sekarang ini, penipuan lebih mudah sebab karyawan yang berwenang bisa dengan mudah melihat semua data perusahaan. Hal tersebut wajib dijadikan pertimbangan utama untuk pemilik usaha agar lebih dulu mengantisipasi risiko yang dapat muncul dari mana saja.

Alasan harus menggunakan asuransi fidelity 

Asuransi fidelity ini penting sekali untuk dimiliki oleh setiap perusahaan di berbagai bidang, baik perusahaan yang sudah biasa atau perusahaan di bidang keuangan. Apalagi untuk perusahaan besar yang mempunyai karyawan banyak dan memiliki perbekalan fisik seperti uang atau barang berharga lainnya. 

Hal tersebut tentu saja didukung dengan fakta jika banyak sekali karyawan yang dimiliki  perusahaan,  maka risiko penipuan terhadap individu atau kelompok juga semakin besar. Apabila risiko internal tersebut tak segera diantisipasi oleh pihak asuransi, otomatis perusahaan dapat mendapatkan kerugian yang besar. Hal ini tentunya berdampak pada kinerja perusahaan.

Hal yang ditanggung oleh asuransi fidelity

Khususnya untuk para pemilik bisnis, penting untuk memperhatikan cakupan yang termasuk pada asuransi loyalitas. Asuransi ini memberikan pertanggungan yaitu ganti rugi karena terjadi berbagai risiko kerugian yang disebabkan oleh: 

  • Ketidakjujuran yang dilakukan oleh karyawan untuk keuntungan pribadi. 
  • Penipuan  karyawan. 
  • Kehilangan harta benda, baik berupa uang maupun harta benda dan aset. 
  • Biaya yang dikeluarkan untuk penilaian kerusakan. 
  • Biaya penulisan ulang atau modifikasi program komputer sehubungan dengan kerugian

Hal yang tidak ditanggung asuransi fidelity

Tidak hanya pertanggungan, Anda juga perlu mengetahui apa saja hal yang tidak bisa ditanggung oleh asuransi ini. Pengecualian adalah keadaan atau hal yang tidak tercakup atau tidak mendapat ganti rugi. Walaupun masing-masing perusahaan asuransi mempunyai aturan pengecualian berbeda-beda, pada umumnya pengecualian asuransi pada asuransi kesetiaan. 

  • Kerugian karena adanya perang, aksi terorisme, huru-hara dan peristiwa serupa. 
  • Kerugian yang diderita perusahaan karena kecurangan maupun ketidakjujuran dari pihak manajemen atau direksi yang memegang polis asuransi. 
  • Kerugian yang disebabkan oleh hilangnya persediaan karena adanya salah penghitungan fisik. 
  • Biaya yang dikeluarkan oleh tertanggung untuk menghindari kerugian  besar. 
  • Kerugian dari perhitungan kas yang berbeda. 
  • Hal-hal lain yang dikecualikan dari polis. 

Jenis-jenis polis asuransi fidelity 

Asuransi loyalitas memberikan berbagai jenis pertanggungan, yang terdaftar di bawah opsi asuransi yang berbeda. Setiap polis berisi persyaratan yang berdasarkan kebutuhan untuk menjamin risiko kerugian yang diinginkan. Pedoman tersebut bisa  mengikat individu atau kelompok. 

  1. Individual policy 

Polis yang memberikan jaminan ke karyawan dalam posisi tertentu atas pertanggungan yang disepakati secara kontrak. 

  1. Collective policy 
  • Unnamed collective: polis ini tidak mencantumkan nama dari karyawan, namun tercakup dalam kategori. Misalnya, tiga CFO dan lima teller. Besarnya jaminan dapat disesuaikan secara bervariasi atau per orang. 
  • Blanket: ini menjamin semua karyawan tanpa menyebutkan nama atau jabatannya. 
  • Position: biasanya dipakai untuk para pejabat pemerintah, kepolisian ini hanya mencantumkan posisi
  • Name collective: kebijakan ini berisi tugas, nama, dan jumlah pertanggungan setiap karyawan.

Discovery period di asuransi fidelity 

Selain pengecualian dan pertanggungan,  penting bagi Anda untuk memahami ketentuan periode penemuan. Discovery period merupakan waktu untuk mendeteksi adanya kecurangan atau pencurian  oleh pegawai.  Jangka waktu ini berbeda untuk setiap perusahaan asuransi dan dimulai antara enam dan 24 bulan setelah berakhirnya masa asuransi atau setelah pensiun/PHK/pensiun/kematian karyawan yang bersangkutan, mana yang terjadi lebih dulu. Harus jelas bahwa kerusakan tidak ditanggung oleh asuransi jika kerusakan ditemukan di luar jangka waktu karena kelalaian atau penipuan oleh karyawan baru.

You may also like