Home Investasi Jenis Investasi yang Bisa Dicoba untuk Pertama Kali

Jenis Investasi yang Bisa Dicoba untuk Pertama Kali

by admin

Investasi dapat menjadi cara yang baik untuk meningkatkan kekayaanmu. Namun, bagi pemula, memulai investasi bisa menjadi tugas yang menakutkan dan membingungkan. Ada begitu banyak bentuk jenis investasi pemula yang saat ini tersedia, masing-masing dengan risiko dan potensi pengembalian yang berbeda.

Ini investasi pemula yang bisa kamu coba jika ingin berinvestasi

Untuk membantumu memulai, berikut adalah beberapa jenis investasi yang bisa kamu coba untuk pertama kali:

Reksadana

Reksadana adalah jenis investasi yang mengumpulkan uang dari banyak investor dan dikelola oleh manajer investasi profesional. Dana yang terkumpul kemudian diinvestasikan dalam berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Pilihan investasi ini sangat cocok untuk pemula karena memiliki risiko yang lebih rendah dan lebih mudah diakses daripada saham.

 

Terdapat dua jenis reksadana, yaitu reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap. Reksadana saham menginvestasikan dana dalam saham, sementara reksadana pendapatan tetap menginvestasikan dana dalam obligasi atau instrumen pasar uang.

Reksadana saham cocok bagi investor yang ingin memperoleh pengembalian yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Namun, karena investasi ini terkait dengan pasar saham yang berfluktuasi, pengembalian investasi bisa turun dalam jangka pendek. Oleh karena itu, kamu harus siap menerima risiko yang terkait dengan investasi ini.

 

Sementara itu, reksadana pendapatan tetap lebih cocok bagi investor yang mencari pengembalian yang lebih stabil dan pasti. Reksadana ini memperoleh pendapatan dari bunga obligasi dan memberikan pengembalian yang lebih stabil dibandingkan reksadana saham.

 

Meskipun reksadana dapat memberikan pengembalian yang menjanjikan, investasi ini tidak bebas risiko. Pastikan untuk memahami risiko dan potensi pengembalian yang terkait dengan jenis investasi ini sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Deposito

Deposito adalah bentuk investasi di mana kamu menyetorkan sejumlah uang ke bank dan menerima bunga sesuai dengan persentase yang disepakati. Deposito dapat dibuka di bank-bank yang terdaftar dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Deposito memiliki jangka waktu tertentu, mulai dari satu bulan hingga lima tahun, dan biasanya memiliki suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa.

 

Deposito relatif aman dan stabil karena investasi kamu dijamin oleh LPS hingga sejumlah tertentu, saat ini sebesar Rp2 miliar per nasabah. Deposito juga cocok untuk kamu yang ingin berinvestasi dengan risiko yang rendah, karena uang kamu akan terjaga dan tetap ada di bank selama jangka waktu deposito berlangsung.

 

Namun, pengembalian investasi dari deposito biasanya lebih rendah dibandingkan dengan jenis investasi lainnya seperti saham atau properti. Selain itu, jika kamu melakukan penarikan uang sebelum jangka waktu deposito berakhir, maka kamu akan dikenakan denda atau potongan bunga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Agar kamu bisa memilih deposito yang tepat, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan, seperti tingkat bunga yang ditawarkan, jangka waktu deposito, dan biaya administrasi. Kamu juga dapat membandingkan produk deposito dari berbagai bank untuk mendapatkan pilihan yang terbaik.

 

Sekarang, dengan adanya layanan perbankan digital, kamu dapat membuka deposito secara online tanpa harus datang ke bank. Sebelum membuka deposito, pastikan kamu membaca dengan cermat syarat dan ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan tujuan investasi kamu.

 

Obligasi

Obligasi biasanya memiliki jangka waktu tertentu dan bunga yang dihitung dari nilai nominal obligasi. Jika dipegang hingga jatuh tempo, investor akan menerima kembali nilai nominal obligasi beserta bunga yang telah disepakati.

 

Salah satu keuntungan dari investasi obligasi adalah risikonya yang relatif rendah dibandingkan dengan saham. Hal ini karena obligasi memberikan bunga tetap sesuai dengan kesepakatan, sehingga investor memiliki gambaran jelas mengenai pengembalian yang akan diperoleh. Selain itu, obligasi juga memiliki risiko default yang lebih rendah dibandingkan dengan saham, karena penerbit obligasi harus membayar kembali uang yang dipinjam sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati.

 

Namun, seperti jenis investasi lainnya, obligasi juga memiliki risiko. Salah satu risiko obligasi adalah risiko kredit, yaitu kemungkinan penerbit obligasi tidak mampu membayar bunga atau mengembalikan nilai nominal obligasi pada saat jatuh tempo. Risiko kredit ini dapat terjadi jika penerbit obligasi mengalami kesulitan keuangan atau gagal membayar hutang.

 

Selain risiko kredit, obligasi juga memiliki risiko suku bunga. Hal ini karena investor akan lebih memilih investasi yang memberikan suku bunga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, investor harus mempertimbangkan faktor suku bunga sebelum melakukan investasi obligasi.

 

Untuk mengurangi risiko investasi obligasi, investor dapat melakukan diversifikasi dengan membeli obligasi dari berbagai penerbit. Diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko kredit karena jika salah satu penerbit mengalami kesulitan keuangan, investasi masih dilindungi oleh obligasi dari penerbit lainnya.

 

Itulah beberapa jenis investasi yang bisa kamu coba untuk pertama kali. Penting untuk diingat bahwa setiap jenis investasi memiliki risiko dan potensi pengembalian yang berbeda-beda. Sebelum melakukan investasi, pastikan kamu melakukan riset terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan ahli keuangan untuk memastikan bahwa investasi tersebut cocok untukmu.

 

You may also like