Home Investasi Investasi itu Soal Belajar, Bukan Ikut-ikutan

Investasi itu Soal Belajar, Bukan Ikut-ikutan

by admin

Industri pasar modal telah berkembang pesat tahun ini. Hal ini juga tercermin dari meningkatnya jumlah pemodal di pasar modal tahun ini. Menurut data di BEI pada Agustus 2021 mencapai 6,1 juta investor. Jumlah itu naik sekitar 57,2 juta dari level akhir tahun lalu yang hanya 3,9 juta investor.

Investment Specialist PT MAMI, yaitu Krizia Maulana menegaskan, pertumbuhan investor juga dibarengi dengan munculnya para investor yang membeli saham secara iseng. Namun, menurutnya, ini bukan langkah  yang cerdas, karena salah-salah bisa merugi.

Mengenali profil risiko

Profil risiko merupakan toleransi seseorang terhadap setiap risiko yang bersedia mereka ambil. Secara umum, profil risiko dari seseorang dapat dipengaruhi beberapa faktor, misalnya usia, pengetahuan investasi dan tingkat aset serta kewajiban. Krizia menjelaskan bahwa seseorang dengan banyak aset dan sedikit kewajiban  mempunyai kemampuan relatif tinggi demi mengambil risiko.

Di sisi lain, orang dengan jumlah aset yang kecil serta kewajiban tinggi cenderung kurang berani mengambil risiko. Selain itu, kemauan untuk mengambil risiko sering dikaitkan dengan faktor usia.Investor muda cenderung mau mengambil risiko lebih tinggi, sedangkan investor yang lebih tua cenderung akan menghindari risiko. Pengambilan risiko dan kemauan untuk mengambil risiko tidak selalu berjalan beriringan.

Resiko profil ini terbagi menjadi 4 kategori, yaitu sangat konservatif, konservatif, moderat dan agresif. Berikut dibawah ini adalah penjelasannya :

  • Sangat konservatif

Dimana Anda akan lebih memprioritaskan keutuhan dari nilai utama investasi serta tidak keberatan jika harus melepaskan potensi memperoleh keuntungan. Kemudian, Anda tidak dapat mentoleransi adanya risiko kehilangan dari nilai utama investasi sehingga lebih cenderung memilih jenis investasi berupa tabungan, deposito atau reksadana, karena lebih mudah dicairkan.

  • Konservativ

Risiko profil yang kedua adalah konservatif dimana anda sebagai seorang investor menginginkan adanya pertumbuhan dari nilai investasi secara stabil serta menerima hasil keuntungan dari investasi secara berkala.

Anda juga hanya bersedia untuk mentoleransi risiko minimal serta cenderung akan memilih untuk melakukan pencairan ketika terjadi nilai investasi yang menurun atau mengarah ke kerugian. Biasanya investor seperti ini hanya akan mengalokasikan modalnya dengan nominal yang kecil ke jenis investasi seperti saham atau obligasi.

  • Moderat

Lalu yang berikutnya ada investor dengan karakter, di mana jika anda termasuk pada jenis investor ini anda hanya berinvestasi karena memiliki tujuan untuk memperoleh penghasilan secara berkala serta pertumbuhan modal untuk jangka menengah hingga panjang.

Selain itu Anda juga masih dapat menerima ketika ada resiko penurunan dari nilai investasi jangka pendek demi memperoleh keuntungan dari pertumbuhan modal lebih tinggi untuk waktu yang cukup panjang. Anda juga cenderung tidak akan mencairkan investasi tersebut jika terjadi penurunan, namun lebih memilih untuk memonitor investasi yang telah dilakukan.

  • Agresif

Yang terakhir adalah investor dalam kategori agresif, gimana bila Anda merupakan salah satunya berarti anda adalah seorang investor yang berani menghadapi segala kemungkinan. Karena bagi Anda semakin tinggi resiko dari investasi tersebut maka imbal hasil atau penghasilan yang akan diterima juga akan semakin tinggi.

Karena itu saat terjadi penurunan dari nilai investasi saham yang Anda miliki, Anda tidak akan serta-merta atau terburu-buru mencairkannya. Bahkan Anda akan cenderung serta memilih mengawasi bagaimana perjalanan dari investasi yang Anda miliki tersebut.

Untuk investor dengan profil risiko agresif ini, mempunyai kesabaran yang cukup banyak karena memang hasil dari berinvestasinya tidak dapat begitu saja ditarik, Anda membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun hingga dapat menikmati hasilnya.

Kelola risiko

Pada kehidupan sehari-hari, setiap orang dihadapkan dengan risiko yang berbeda-beda. Bahkan dengan berinvestasi, ada risiko yang perlu Anda hadapi. Krizia mencontohkan: Berpartisipasi dalam investasi langsung dalam instrumen ekuitas tanpa pengetahuan yang memadai dapat dibandingkan dengan mengikuti tren mengendarai mobil sport di jalan  tanpa mengemudi.

Perlu dicatat bahwa berinvestasi langsung pada instrumen ekuitas mempunyai memperoleh keuntungan yang lebih tinggi, namun juga disertai dengan tingkat risiko tinggi. Oleh karena itu, sangat penting guna menguasai pengetahuan terlebih dahulu agar dapat mengelola risiko secara baik.

Mengenali sarana dari investasi yang ada pada pasar saham

Secara umum, Anda dapat menggunakan dana saham untuk meminimalkan risiko berinvestasi di saham. Ini karena dana ekuitas terdiri dari kumpulan saham perusahaan berbeda yang telah dipilih manajer portofolio secara ketat.

Diversifikasi saham ke dalam produk reksadana meminimalkan risiko investasi sekaligus membantu untuk meningkatkan potensi hasil investasi. Oleh karena itu, setiap orang dapat memanfaatkan peluang investasi di pasar modal. Tetapi tergantung pada profil risiko, Anda harus memilih jenis investasi yang tepat.

Jadi bagi Anda yang merupakan investor pemula, sebaiknya tidak melakukan investasi hanya karena ikut-ikutan. Bila memang Anda tertarik untuk berinvestasi pada jenis instrumen manapun atau apapun pelajarilah terlebih dahulu hal-hal yang telah dijelaskan sebelumnya. Ini bertujuan supaya sebagai seorang investor pemula Anda tidak putus asa ketika mengalami kerugian.

You may also like