Home Belanja Ini Fungsi dan Jenis dari Bukti Transaksi

Ini Fungsi dan Jenis dari Bukti Transaksi

by Mas Abadi
Bukti transaksi

Pada kegiatan transaksi biasanya, baik offline maupun online, kita biasa mengenalnya dengan sebutan bukti transaksi. Kadang-kadang, kita juga mengenalnya sebagai invoice pembayaran atau kwitansi. 

Biasanya bukti transaksi bisa Anda dapatkan ketika membeli barang di supermarket, marketplace, coffee shop maupun mal. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak sekali pengusaha UMKM yang ikut menyediakan bukti pembayaran yang menjadi invoice pembayaran yang keluar dari mesin kasir (EDC). 

Lalu, apa itu bukti transaksi dan apa fungsinya? Pada artikel ini, kita akan mengulas dengan lengkap tentang bukti transaksi, jenis dan fungsinya. 

Definisi bukti transaksi 

Bukti transaksi merupakan dokumen bukti untuk mengesahkan kegiatan transaksi yang sudah dilakukan. 

Namun, menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sendiri, bukti transaksi menjadi tanda bukti adanya kewajiban di pihak lain yang wajib dilaksanakan. Bukti transaksi ini memuat transaksi yang dilakukan pada perusahaan atau sebuah bisnis, baik bersama pihak eksternal maupun internal.

Bukti pembayaran sangat diperlukan karena menjadi catatan yang akan dirujukan pada pembuatan laporan keuangan. Bila bukti pembayaran hilang bahkan tidak valid, bisa menyebabkan masalah yang tidak inginkan di kemudian hari. Sebagai pelanggan, ada kalanya Ada pun menyimpan bukti pembayaran yang mungkin saja dapat digunakan sewaktu-waktu, bila terdapat permasalahan dengan penjual maupun Anda bisa melakukan klaim.  

Fungsi bukti transaksi 

Untuk perusahaan atau bisnis, bukti pembayaran memiliki peran yang penting sekali. Divisi keuangan bahkan tidak berminat untuk mencatat transaksi yang tidak memiliki bukti. Berikut ini fungsi dari bukti pembayaran pada dunia bisnis. 

  • Mengurangi kesalahan yang dapat terjadi kapan saja sebab tidak terdapat bukti transaksi. 
  • Meminimalisir terjadinya duplikasi pada pencatatan maupun pengumpulan data keuangan. 
  • Menjadi sebuah dasar pencatatan keuangan pada akuntansi sebab terdapat data keuangan yang bisa berpengaruh pada posisi harta, modal dan kewajiban perusahaan.
  • Mengetahui pihak-pihak yang sudah terlibat agar mempermudah divisi keuangan untuk mengkonfirmasi transaksi yang telah dilakukan. 

Jenis-jenis bukti transaksi 

Dari jenisnya, bukti transaksi dibagi menjadi dua jenis yang berbeda yaitu: 

  • Bukti eksternal 

Bukti pembayaran dari perusahaan dan pihak luar yang memiliki pengaruh untuk posisi keuangan. Ada pula pihak luar yang dapat diartikan seperti pelanggan langsung (untuk transaksi jual beli), mitra, serta transaksi dalam hutang piutang kepada pihak bank maupun pihak lainnya. 

  • Bukti internal 

Bukti transaksi yang dijalankan pada internal perusahaan saja. Transaksi internal perusahaan dapat menghubungkan bagian-bagian yang ada di divisi perusahaan ini, dan memiliki potensi untuk mempengaruhi posisi dalam keuangan perusahaan. 

Misalnya, bukti pembayaran internal seperti memo yang diberikan dari atasan ke divisi atau bagian lainnya (bukti memorandum), bukti kas masuk, dan bukti kas keluar. Penerapan transaksi internal ini seperti biaya-biaya penyusutan, gaji karyawan hingga pengalokasian beban usaha. 

Macam-macam bukti transaksi

  1. Kwitansi 

Kwitansi menjadi salah satu bukti  transaksi pembayaran tunai. Pihak yang menerima uang akan menandatangani kwitansi dan pihak yang melakukan pembayaran akan mendapatkan kwitansinya.

Baik  penerima atau pihak pembayar akan menerima kwitansi. Penerima membutuhkannya sebagai dasar untuk mencatatnya dalam laporan keuangan tahunan. 

  • Tanda terima berisi informasi  berikut. 
  • Nama transaksi (maksud dan tujuan transaksi) 
  • Tanggal  transaksi 
  •  Nama donatur dan penerima 
  • Tanda tangan penerima dan donatur.
  • Jumlah uang 

2. Nota 

Nota merupakan bukti penjualan atau pembayaran secara tunai yang diberikan oleh penjual ke pembeli. Bukti pembayaran yang satu ini bisa dibikin menjadi dua salinan sehingga dapat disimpan oleh pembeli dan penjual. 

3. Nota debet 

Nota debet merupakan nota yang memiliki fungsi untuk permintaan resmi pengurangan harga,  koreksi harga, pengurangan hutang maupun jumlah barang ke pihak penjual. Nota debet ini dibikin ketika pembeli merasa terdapat ketidaksamaan misalnya jumlah barang yang diberikan tidak sesuai dengan yang mereka pesan. 

Fungsi dari nota yaitu supaya menghindari konflik ketika pencatatan dan bukti untuk kegiatan stock opname. 

4. Faktur 

Faktur merupakan dokumen tertulis yang berisi catatan transaksi jual beli yang diberikan ke penjual pada pembeli. Isi dari faktur sendiri yaitu: 

  • Nama pembeli
  • Tanggal transaksi
  • Alamat lengkap
  • Tanggal pengiriman
  • Persyaratan pembayaran 
  • Nomor pemesanan 
  • Total harga 
  • Nama barang yang dibeli dan harganya

Faktur bisa dua kali dikirim oleh penjual sebelum permintaan dari pelanggan tersebut di proses dan juga setelah di proses. Tetapi, ada pula yang hanya memberikan satu kali saja selepas barang sudah di proses. 

5. Cek 

Cek adalah instruksi tanpa syarat dari nasabah ke bank untuk membayar sejumlah nominal ke pihak yang menyerahkan lembar cek  atau  yang mencatat cek tersebut. Oleh sebab itu, cek dibagi menjadi dua jenis, yaitu: 

  • Cek hutang (Aan order) adalah cek yang memuat nama penerima uang. Bank hanya dapat mengeksekusi perintah untuk mendistribusikan dana atas nama yang ada pada cek. 
  • Cek pembawa (Aan Toonder) adalah cek yang tak mencantumkan nama penerima. Bank yang memiliki kewajiban akan memberikan uang ke siapa pun yang menulis cek.

You may also like