Home Perencanaan Ini Dia Prioritas Alokasi Tunjangan Hari Raya yang Benar

Ini Dia Prioritas Alokasi Tunjangan Hari Raya yang Benar

by Greg Pascal
Tunjangan Hari Raya

Sebentar lagi akan hari raya Idul Fitri akan tiba. Bagi para karyawan dan ASN atau PNS, tentu sudah mengharapkan adanya THR atau Tunjangan Hari Raya. Dikarenakan kita masih ada di situasi pandemi, ada baiknya bagi Anda mengelola Tunjangan Hari Raya dengan baik. Sebab, kita akan menghadapi berbagai macam ketidakpastian yang wajib diantisipasi.

Bagi ASN atau PNS, serta pensiunan akan mendapatkan THR pada hari Jumat, 15 Mei 2020. Sedangkan untuk perusahaan swasta, pembayaran THR disarankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan melalui surat edaran yakni paling lambat 7 hari sebelum Idul Fitri.

Prioritas Pengelolaan THR

Sudah selayaknya, kebiasaan finansial saat Ramadhan harus diubah 180 derajat dikarenakan pandemi. Jadi, biaya-biaya seperti jajan, belanja, serta buka puasa bisa lebih ditekan karena situasi pandemi ini. Sebaliknya, porsi tabungan perlu Anda tingkatkan.

Setidaknya, Tunjangan Hari Raya tidak hanya diperuntukkan bagi keperluan hari raya. Melainkan, sisihkan 10% untuk tambahan tabungan yang bisa disesuaikan dengan skala prioritas. 

Selain itu, pengelolaan dana THR bisa ditujukan untuk beberapa hal berikut ini!

1. Sisihkan untuk Berbagi

Dalam hidup ini, tidak semua hal harus tentang diri kita sendiri. Sebab, dalam harta kita terdapat hak orang-orang yang membutuhkan. Nah, hal pertama yang harus Anda lakukan dari perolehan THR adalah dengan membayar zakat, hadiah untuk orang tua, serta bonus bagi sopir, pembantu, dan juga pegawai Anda.

Zakat fitrah tentu wajib dibayarkan. Sedangkan untuk zakat mal sendiri wajib dibayarkan hanya untuk orang-orang yang sudah memenuhi ketentuan. Pastikan Anda sadar akan kewajiban ini terlebih dahulu.

2. Jangan Lupa Melunasi Hutang

Berdasarkan skala prioritas, tentu Anda harus memenuhi hal-hal yang wajib terlebih dahulu. Selain zakat, Anda juga perlu membayarkan hutang.

Jangan sampai ada tunggakan hutang yang membuat Anda merasa keberatan saat akan membayarkannya. Beberapa jenis pinjaman yang perlu dibayar terlebih dahulu meliputi, kartu kredit, pinjaman online, serta pinjaman pada individu.

3. Memenuhi Kebutuhan Lebaran

Sudah menjadi rahasia umum jika saat lebaran, Anda membutuhkan banyak hal. Mulai dari baju baru, kue lebaran, makanan besar, dana silaturahmi, angpao untuk anak-anak, dan sebagainya. Namun, dalam hal membelanjakan THR untuk keperluan lebaran, Anda perlu menerapkan prinsip berbelanja secara cerdas.

Perhatikan terlebih dahulu apakah barang yang akan diberi termasuk dalam kebutuhan maupun keinginan. Nah, untuk itu, prioritaskan terlebih dahulu barang kebutuhan. Selain itu, manfaatkan lah diskon dan promosi. Jangan lupa, bandingkan harga di berbagai toko. Berbelanja online juga sangat disarankan karena harganya relatif lebih murah.

tunjangan hari raya

Baca Artikel Selanjutnya :

4. Untuk Biaya Mudik

Bagi Anda yang memiliki keluarga di kampung, sebaiknya penggunaan biaya THR juga untuk mudik. Perhitungan beberapa hal seperti transportasi, konsumsi, serta akomodasi saat perjalanan mudik.

Sebaiknya, booking tiket jauh-jauh hari supaya Anda memperoleh harga yang lebih rendah. Manfaatkan juga mudik ekonomis yang biasanya diadakan oleh organisasi-organisasi sehingga Anda dapat lebih menghemat pengeluaran.

5. Sebagai Dana Cadangan

Seperti yang Anda tahu, Tunjangan Hari Raya bukan pemasukan yang rutin akan diperoleh. Untuk itu, jadikan THR sebagai tambahan dana cadangan untuk investasi maupun tabungan. Sehingga, saat ada kebutuhan tidak terencana, maka Anda tidak terlalu gelagapan.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Dalam menganggarkan kas, tentu Anda harus lebih disiplin serta berkomitmen untuk membelanjakan dana sesuai dengan jumlah biaya serta tingkat prioritas yang sudah ditetapkan. Jika THR sudah mampu memenuhi kebutuhan, maka sisanya bisa dijadikan dana cadangan untuk berbagai kebutuhan seperti pendidikan anak.

Jika penerimaan THR tidak mencukupi, maka sebaiknya, Anda seleksi lagi pengeluaran. Justru, Anda harus berkreasi menambah pemasukan. Nah, bulan Ramadhan sendiri ada banyak peluang usaha. Baik dengan menerima pesanan kue lebaran, jualan baju, atau menjual parcel.

Selain itu, kurangi beberapa kegiatan yang membuat perencanaan finansial Anda jadi terganggu, seperti :

1. Membeli sajian buka puasa secara berlebihan 

Saat berpuasa, orang-orang cenderung menginginkan banyak makanan. Padahal, saat berbuka, tidak semuanya dikonsumsi. Ternyata, hal ini akan menyebabkan kebocoran halus pengeluaran. Sehingga, Anda perlu membuat daftar menu yang akan dibeli. Sehingga, pengeluaran bisa lebih terkontrol.

2. Buka Bersama

Ajakan buka bersama mungkin baik karena bisa menjadi ajang untuk bertemu kawan lama. Namun, jangan sampai dalam satu waktu, Anda mengiyakan ajakan buka bersama dari teman SD, SMP, SMA, teman kuliah, atau teman kantor. Sebaiknya, lebih selektif lagi untuk mendatangi acara buka puasa sesuai dengan pos yang telah Anda buat.

3. Membeli Barang promo dan Prinsip Harus Serba Baru

Salah satu stigma lebaran harus serba baru memang sudah terlanjur melekat bagi masyarakat Indonesia. Namun, Anda harus mulai mempertimbangkan bahwa saat lebaran, apabila masih ada baju-baju yang layak pakai, kenapa harus baru?

Demikian pembahasan mengenai cara mengelola Tunjangan Hari Raya dengan benar. Sehingga, sehabis lebaran, Anda masih tetap bisa hidup dengan normal tanpa kesulitan finansial yang berarti. 

You may also like