Home Pinjaman Ingin Bayar Kartu Kredit? Perhatikan Dulu Beberapa Hal Ini

Ingin Bayar Kartu Kredit? Perhatikan Dulu Beberapa Hal Ini

by Mas Abadi
bayar kartu kredit

Bisa dikatakan bahwasannya kartu kredit merupakan bukti kecanggihan teknologi keuangan modern. Akan tetapi, ketika Anda melakukan transaksi memakai kartu kredit, Anda wajib membayar kartu kredit sebelum jatuh tempo setiap bulannya. Anda dapat melihat jumlah tagihan yang perlu dibayar di lembar penagihan yang umumnya berisikan detail transaksi entah itu aktivitas belanja, penarikan dan biaya lain.

Setiap bulan, Anda akan dikirim lembaran penagihan dari penerbit kartu kredit berdasarkan tanggal cetak penagihan kartu kredit. Akan tetapi, sebelum membayar tagihan, Anda harus perhatikan beberapa hal. Nah, beberapa hal tersebut bisa Anda simak pada penjelasan dibawah ini.

1.       Membayar Sebelum Jatuh Tempo

Jatuh tempo adalah hari atau tanggal batas akhir Anda harus membayar tagihan kartu kredit. Jika pada hari terakhir pembayaran masih belum diterima oleh pihak penerbit, itu berarti mengalami keterlambatan.

Biasanya, jatuh tempo untuk pembayaran kartu kredit mulai 15 sampai 20 hari sesudah tanggal terbit tagihannya. Bila tanggal terbit tagihan dilakukan setiap tanggal 5, tentu tanggal jatuh tempo antara tanggal 20 sampai 25 pada bulan yang sama.

Untuk ketentuannya tergantung dari pihak penerbit kartu kredit. Jika lewat masa jatuh tempo maka akan dikenakan penalti atau bunga keterlambatan tagihan kartu kredit untuk bulan berikutnya. Bisa dipastikan tagihan untuk bulan selanjutnya akan lebih besar dan menambah beban keuangan Anda. Maka dari itu, disarankan untuk selalu disiplin melunasi tagihan sebelum masuk atau lewat jatuh tempo.

Disarankan untuk membayar tagihan sekitar 5 sampai 7 sebelum masuk jatuh tempo. Jika perlu, langsung setting autodebet pada rekening tabungan Anda, dengan begitu tidak ada yang namanya lupa atau mengalami keterlambatan dalam membayar tagihan sekaligus terhindar dari bunga berjalan serta denda yang lumayan besar nantinya.

2.       Bayar Penuh Tagihan

Pihak penerbit kartu kredit biasanya menetapkan pembayaran minimal sebesar 10% dari besaran tagihan yang akan dibayar. Seperti contoh Anda mempunyai tagihan sebesar 3 juta, jumlah pembayaran sedikitnya sebesar 300 ribu.

Saat anda cuma membayar uang tagihan minimum, tentu di bulan selanjutnya Anda harus membayar sebesar 10% dari besarnya tagihan, dan ditambah sisa dari hutang tagihan sebelumnya, dan juga bunganya. Jika tidak dibayarkan secara penuh, maka akan terus seperti itu cara perhitungannya.

Hal ini mengakibatkan banyak para pengguna tidak dapat lepas dari pembayaran minimum, sebaiknya bayarlah tagihan kartu kredit Anda secara penuh supaya Anda bisa terhindar dari biaya bunga serta penumpukan utang yang bisa menjadi beban keuangan Anda.

3.       Melakukan Pembayaran Online supaya Lebih Hemat

Melunasi tagihan dari kartu kredit sekarang ini sudah sangat mudah. Dapat dilakukan dengan metode offline yakni dengan mendatangi kantor cabang bank atau melalui online. Akan tetapi supaya lebih mudah dan praktis, memangkas waktu dan juga tenaga, sebaiknya membayar tagihan secara online. Lewat Mobile Banking, SMS Banking, Internet Banking, Fintech dan e-commerce.

Apalagi saat ini masih di tengah pandemi. Pelayanan dari bank banyak yang dibatasi agar menghindarkan penyebaran virus korona. Dengan begitu, lakukan metode pembayaran tagihan dari rumah secara online.

Tidak hanya itu, pembayaran tagihan untuk kartu kredit secara online memang dipotong biaya admin. Tapi tidak perlu khawatir karena biaya yang dikenakan sebesar 5 ribu hingga 10 ribu. Apabila dengan menyetor secara tunai melalui teller bank, umumnya akan dipungut biaya sebesar 25 ribu hingga 100 ribu. Tentu selisihnya begitu jauh, dan bahkan melakukan tagihan untuk kartu kredit lewat e-commerce sering tersedia banyak penawaran diskon menarik, cashback, voucher dan masih banyak lagi.

Gunakan Kartu Kredit dengan Bijak

Tidak sedikit yang mengatakan kartu kredit merupakan kartu setan. Hal ini dikarenakan kemudahan serta fasilitas yang ada mampu menghipnotis para penggunanya. Seperti tindakan menghabiskan limit pinjaman, gesek dan tarik tunai, belanja bersifat konsumtif, sampai digunakan untuk melunasi cicilan utang lainnya. Hal-hal ini sebetulnya sah-sah saja dilakukan karena ini adalah kartu kredit Anda.

Akan tetapi, pengguna seperti ini sangat tidak bijak. Anda sendiri nantinya akan menanggung seluruh risikonya, berupa tagihan kartu kredit yang membengkak. Ini semua terjadi karena pengguna yang asal-asalan dan tidak terkontrol.

Jika pengeluaran kartu kredit Anda tidak sebanding oleh penghasilan, maka Anda sendiri yang akan kesusahan karena tidak sanggup membayar tagihan secara penuh sebelum masuk tanggal tagihan.

Besar kemungkinan Anda hanya bisa membayar tagihan minimumnya di waktu yang sudah mepet. Pastinya kondisi ini bisa membahayakan Anda sebab akan berujung pada situasi Anda tidak bisa membayar dan mempengaruhi riwayat kredit di SLIK OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Jadi, gunakanlah kartu kredit berdasarkan kebutuhan serta kemampuan bayarnya dan bukan karena mengedepankan gengsi serta gaya hidup saja.

 

 

 

You may also like