Home Perencanaan Hindari Kesalahan Finansial yang Kerap Dialami Pelaku UMKM

Hindari Kesalahan Finansial yang Kerap Dialami Pelaku UMKM

by Mas Abadi

Memulai usaha dari nol tentu bukan pekerjaan yang mudah. Karena akan muncul berbagai macam rintangan yang akan muncul di depan mata. Apalagi bila kesempatan tersebut adalah pengalaman yang baru kamu hadapi. Bukan tidak mungkin pada prosesnya kamu akan melakukan kesalahan yang membuat usaha kamu sulit untuk berkembang.

Menjadi salah satu kesalahan yang paling umum terjadi di sebuah bisnis terletak di bagian finansial. Dimana kesalahan tersebut umumnya membentuk pola sehingga dapat dipelajari supaya kita dapat mengantisipasi hal serupa dikemudian hari.

Lantas, seperti apa kesalahan-kesalahan yang harus kamu hindarkan ? Simak penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Hindari Kesalahan Finansial Berikut Ini

1.       Melakukan pembelian dengan skala besar

Ketika pertama kali dalam membangun usaha, kamu mungkin akan mudah tergoda untuk mendapatkan berbagai barang dalam jumlah yang besar dimana kamu menganggap hal tersebut guna untuk mensukseskan bisnis yang sedang dijalani. Mulai dari peralatan canggih, sampai dekorasi untuk memperindah ruangan dan lain sebagainya.

Hal tersebut sah-sah saja bila dilakukan, asalkan dengan penuh perhitungan yang matang, jangan sampai kamu membeli barang yang hanya mengedepankan hasrat saja, apalagi bila barang tersebut bersifat konsumtif serta memakai uang panas.

Nah, untuk solusinya yakni dengan mencatat seluruh barang yang mana memang dibutuhkan serta tentukan juga urutan prioritas barang tersebut. Alih-alih akan membeli seluruhnya dalam satu waktu, cicil dahulu barang yang memang dibutuhkan. Setelah usaha kamu berkembang, barulah kamu dapat mencari-cari barang yang sekiranya bisa mempengaruhi perkembangan usaha, seperti barang atau hal yang bisa membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan lain sebagainya.

2.       Mengabaikan asuransi usaha

Siapapun tidak ada yang bisa memprediksi sesuatu yang akan terjadi dikemudian hari. Maka dari itu, penting kiranya untuk mengantisipasi hal yang kemungkinan terjadi di masa depan. Dalam dunia bisnis, ini dapat berbentuk perlindungan terhadap aset yang ada dengan membeli layanan produk asuransi.

Tapi sayangnya, masih banyak pelaku bisnis yang masih mengabaikan hal tersebut dengan alasan untuk memangkas pengeluaran merdeka. Padahal, tujuan asuransi ini untuk mengurangi resiko kerugian bila usaha tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana. Maka dari, produk asuransi usaha bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi para pebisnis dimanapun.

3.       Mencampurkan rekening bisnis dengan pribadi

Faktor tersebut masuk ke dalam kesalahan yang wajib kamu hentikan bila kamu masih saja melakukannya. Karena bila menggabungkan rekening bisnis dengan rekening pribadi, tentu dapat membuat arus kas usaha menjadi kabur sehingga kamu pun tidak bisa melacak pemasukan, pengeluaran, profit hingga aspek lain secara rinci.

Dan bahkan, arus kas yang tidak jela sering menjadi penyebab keruntuhan suatu bisnis. Agar bisnis tetap berjalan, sebaiknya pisahkan rekening bisnis dengan rekening pribadi. Menyusun arus kas lebih rinci dan spesifik.

4.       Terlena dengan kartu kredit

Penggunaan kartu kredit saat ini memang sudah menjadi hal yang biasa bagi sebagian orang apalagi dalam urusan berbisnis. Akan tetapi, lagi-lagi hal ini termasuk dalam golongan kebiasaan yang menjadi kesalahan terbesar yang kerap dilakukan oleh para pebisnis, dimana dampaknya akan sangat terasa di masa akan datang.

Tanpa ada perencanaan yang bagus, pengendalian yang super ketat, serta pencatatan yang rinci, bukan tidak mungkin praktik tersebut akan mengantarkan kamu ke jurang hutang yang semakin lama akan semakin menumpuk. Maka dari itu, bijaksanalah dalam penggunaan kartu kredit agar kesehatan finansial bisnis tetap stabil.

5.       Kurang Inovasi

Apa hal yang menyebabkan usaha kamu menjadi stagnan atau tidak bergairah melakukan inovasi? Nah, salah satu kendala yang ada yakni masalah finansial UMKM yang membuat sulitnya melakukan inovasi produk.Tidak hanya dari soal kreativitas saja, pastinya keuangan juga menjadi penentu bisa terealisasinya inovasi bisnis.

Sebenarnya di dalam kondisi finansial yang sedang sulit, usaha kamu masih dapat bertahan dengan sentuhan kreativitas yang tidak membutuhkan dana besar. Temukan sebuah inovasi produk yang mana sekiranya tidak membutuhkan banyak biaya.

Misalnya kamu memiliki usaha rajutan tas pria, kamu dapat menambah aksesoris yang melekat pada pria atau bisa juga kamu mengkreasikan tas berdasarkan tema, yang mana tema-tema tersebut menyesuaikan apa yang sedang ramai dipasaran dan lain sebagainya.

6.       Tidak mempunyai dana darurat

Membangun sebuah bisnis layaknya pasangan mengarungi perjalanan. Dimana kamu mungkin mempunyai peta agar bisa mencapai tujuanmu. Akan tetapi, kamu tidak mengetahui dengan pasti apa hal yang bisa terjadi di perjalanan. Entah itu kecelakaan atau kemacetan.

Sebagai upaya mitigasi, kamu harus menyisihkan sejumlah dana khusus untuk disimpan menjadi dana darurat. Sesuai dengan namanya, hal ini sangat dibutuhkan dalam situasi yang genting. Sebab dana darurat ini harus bersifat mudah dicairkan. Sejatinya melakukan kesalahan sangalah manusiawi, akan tetapi menjadi lebih bijaksana bila kamu belajar dari semua kesalahan yang ada dan memperbaikinya agar menjadi lebih baik di kemudian hari.

 

 

You may also like