Home Tips Hati-hati dengan Skimming ATM, Begini Cara Menghindarinya

Hati-hati dengan Skimming ATM, Begini Cara Menghindarinya

by Greg Pascal
skimming ATM

Kemajuan teknologi digunakan untuk memfasilitasi kehidupan manusia. Namun, tak bisa dipungkiri, berkat kemajuan teknologi, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bisa melakukan kejahatan. Salah satu contohnya adalah kejahatan yang disebut skimming ATM.

Skimming itu sendiri merupakan kejahatan yang merugikan nasabah bank. Meski sudah berlangsung lama, masih ada saja korban tindak kejahatan ini. Jasa keuangan dan bank juga telah melakukan berbagai perbaikan keamanan pada transaksi nasabah agar tidak terjadi pembobolan ATM oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Namun, tak sedikit nasabah yang tidak mengetahui bagaimana tindakan para pelaku kejahatan tersebut. Lantas, bagaimana Anda dapat menghindari tindak kejahatan ini? Simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Skimming?

Skimming merupakan kejahatan yang menyasar nasabah bank yang menggunakan jasa debit atau kartu kredit. Saat melakukan aksinya, pelaku dapat mengambil uang yang disimpan oleh nasabah di rekening bank melalui informasi di ATM atau kartu kredit.

Singkatnya, skimming adalah tindakan mencuri informasi dari kartu debit atau kredit Anda. Penjahat memperoleh informasi ini dengan secara ilegal menyalin data dari strip magnetik kartu debit atau kredit. Dengan begitu, pelaku bisa mencuri dana korban tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Tindakan ini dapat terjadi jika nasabah menggunakan layanan ATM. ATM yang terletak di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian seringkali menjadi incaran pencarian orang-orang yang sedang melakukan aktivitasnya. Ini karena ATM di lokasi tersebut biasanya tidak memiliki pengawasan dan pengamanan yang memadai.

Ciri-Ciri Mesin Skimming

Mesin skimming yang dipasang pelaku di ATM biasanya juga dapat diidentifikasi dari bentuk fisiknya. Mesin skimming biasanya dipasang di titik penyisipan kartu ATM. Jika Anda mencurigai ada perangkat aneh yang umumnya tidak terlihat seperti ATM pada umumnya, ada baiknya mengurungkan niat melakukan transaksi di ATM.

Para nasabah juga perlu memahami mesin skimming agar tidak menjadi korban. Tidak sulit untuk mengetahui apakah ATM memiliki perangkat skimming atau tidak, sebab bentuk dan warnanya terlihat mencurigakan. Namun, karena kelalaian atau mungkin sembrono penggunaan ATM, nasabah tidak mengetahui bahwa ATM tersebut dipasang mesin skimming.

Cara Kerja Pelaku Skimming

Untuk lebih memahami apa itu skimming, berikut ini sistematis kerja para pelaku skimming.

  1. Pelaku mencari ATM target yang ingin dipasang skimmer. Kriteria yang dicari adalah ATM yang sepi, tidak dijaga keamanan atau tidak dipantau kamera CCTV. 
  2. Pelaku memulai aksi pencurian data nasabah dengan memasang skimmer di tempat memasukkan kartu ATM. 
  3. Dengan skimmer, pelaku bisa menyalin data strip magnetik dari kartu ATM, kemudian mengkloningnya ke kartu ATM yang kosong. 

Untuk cara terakhir akan dilakukan manual, pelaku akan kembali ke meisn ATM untuk mengambil chip data yang sudah disiapkan sebelumnya. Atau, jika para pelaku menggunakan skimmer yang lebih canggih, data yang terkumpul bisa diakses dari mana saja. Data umumnya ditransfer melalui SMS.

skimming ATM

Baca Artikel Selanjutnya :

Cara Menghindari Skimming ATM

Berikut ini beberapa cara menghindari skimming ATM yang bisa Anda lakukan.

1. Gunakan Kartu Kredit Virtual

Ada beberapa cara untuk menghindari pembobolan kartu debit atau kredit, Anda bisa menggunakan kartu kredit yang virtual. Beberapa dari Anda mungkin tidak tahu apa itu kartu kredit virtual.

Singkatnya, layanan ini adalah nomor sementara yang memungkinkan pelanggan menggunakan kartu kredit asli tanpa mengungkapkan detail kartu kepada pihak yang berkepentingan. Pelanggan dapat menggunakan kartu kredit virtual ini satu atau beberapa kali, tergantung pilihan pelanggan.

Jika ternyata kartu kredit virtual terkena skimming, Anda tidak perlu mengubah atau memblokir kartu kredit asli. Sebagai gantinya, tutup saja nomor kartu virtual. Fungsi kartu virtual dapat dibuat melalui Privacy.com atau melalui situs web resmi penerbit kartu kredit.

2. Gunakan Layanan Pembayaran Online

Transaksi pembayaran online harus ditangani melalui prosesor eksternal seperti Venmo atau PayPal. Jika situs web pedagang menawarkan opsi pembayaran ini, pilih opsi itu daripada menggunakan kartu kredit atau bahkan kartu debit.

Alasannya adalah jika proses pembayaran dilakukan melalui PayPal atau layanan serupa, situs web tidak dapat melihat informasi pribadi pembeli. Satu-satunya hal yang dapat Anda lihat dari pengguna layanan pembayaran PayPal adalah alamat email yang digunakan. Oleh karena itu, data pribadi tidak akan dicuri dan digunakan untuk skimming.

3. Monitoring Rekening Bank Secara Berkala

Tips terakhir adalah memantau rekening bank Anda secara teratur. Beberapa pelanggan mungkin tidak tahu jenis transaksi apa yang telah mengungkapkan informasi pribadi mereka kepada skimmer. 

Cara mengontrol aktivitas rekening bank Anda sebenarnya tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu meminta laporan dari bank atau penyedia kartu kredit dan melihat transaksi apa yang telah dilakukan. Jika ada transaksi yang menurut Anda tidak pernah terjadi atau mencurigakan, tidak ada salahnya untuk memastikannya dengan pihak bank atau penyedia kartu kredit Anda.

Jika perlu, buat notifikasi di ponsel Anda setiap kali Anda melakukan transaksi. Dengan begitu, nasabah bisa mengetahui jika ada transaksi kartu kredit atau debit asing yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan melaporkannya kepada pihak yang berkepentingan.

Itu dia beberapa informasi yang perlu Anda ketahui mengenai skimming ATM, serta bagaimana cara menghindari tindak kejahatan yang bisa merugikan nasabah bank tersebut. Satu hal yang perlu Anda lakukan ketika bertransaksi di mesin ATM adalah selalu berhati-hati dan pastikan tidak ada alat skimmer yang terpasang di mesin ATM tersebut.

You may also like