Home Tips Gaya Hidup Hedonisme Bikin Merana, Ini Cara Menguranginya!

Gaya Hidup Hedonisme Bikin Merana, Ini Cara Menguranginya!

by Greg Pascal
Gaya hidup hedonisme

Gaya hidup hedonisme adalah cara pandang seseorang dalam mencari kesenangan sebanyak-banyaknya bisa diperoleh dari kekayaan, kekuasaan, maupun kebebasan dalam melakukan apapun yang diinginkan. Lantas, bagaimana jika gaya hidup ini dalam perihal keuangan?

Pada dasarnya hedonisme bukanlah hal yang salah dalam kehidupan, namun mencari kesenangan dengan tujuan hanya untuk menyenangkan diri sendiri dengan menganggap dirinya lebih penting dari orang lain, maka tidak akan memiliki empati terhadap individu lainnya.

Contoh hedonisme dalam hal keuangan, misalnya membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan hanya semata-mata demi mencari kesenangan pribadi, sehingga rela mengeluarkan banyak uang tanpa peduli manfaat dan kegunaan barang tersebut.

Mungkin bagi sebagian orang prilaku ini bisa menguntungkan, semakin banyak berbelanja maka bisa meningkatkan ekonomi penjualnya. Nah, adapun dampak positif dan negatif gaya hidup hedonisme sebagai berikut.

Dampak Positif dan Negatif Hedonisme

Gaya hidup hedonisme tidak melulu berdampak negatif, dengan kesenangannya membeli barang atau berbelanja, maka bisa membuatnya semakin bersemangat dalam bekerja. Hanya saja akhirnya akan menjurus ke perilaku konsumtif dan cenderung boros, alih-alih hasil keringatnya ditabung atau buat investasi masa depan.

1. Dampak Positif Hedonisme

  • Menciptakan Kesenangan Diri Sendiri

Orang dengan gaya hidup hedonisme mampu menciptakan kesenangannya sendiri, mereka akan lebih mudah menemukan kebahagiaannya dengan mendapatkan apa yang diinginkan.

  • Menggerakan Roda Ekonomi

Gaya hidup hedonisme secara tidak langsung bisa menggerakan ekonomi, mereka akan berbelanja apapun yang dibutuhkan maupun semata demi kesenangan. Hal ini bisa meningkatkan ekonomi para penjual barang yang mereka beli.

2. Dampak Negatif Hedonisme

  • Konsumtif dan Boros

Gaya hidup hedonisme cenderung konsumtif dan boros, mereka akan belanja apapun yang menurutnya bisa membuat bahagia, meskipun tidak tahu manfaat dan kegunaan barang yang dibelinya.

  • Memicu Hutang

Gaya hidup hedonisme cenderung impulsif, biasanya diperlihatkan dengan ketidakmampuan seseorang dalam menggunakan uang sebijak mungkin. Jika tidak sanggup memenuhi keinginannya karena keterbatasan finansial,maka bisa memicu hutang.

  • Tidak Memikirkan Masa depan

Gaya hidup hedonisme hanya fokus mengejar kesenangannya saja, tidak memikirkan masa depan. Akhirnya gagal mengalokasikan penghasilannya untuk dana darurat hingga investasi dan asuransi.

Gaya hidup hedonisme

Baca Artikel Selanjutnya :

Cara Mengurangi Gaya Hidup Hedonisme

Gaya hidup hedonisme mengarah kepada perilaku konsumtif dan boros, kebiasaan ini yang akan memperburuk keuangan. Maka alangkah baiknya bisa mengurangi gaya hidup ini, dengan cara yang bijak dalam mengatur atau mengelola keuangan, sehingga penghasilan anda bisa menjadi aset untuk masa depan.

Adapun cara mengatasi gaya hidup hedon adalah :

1. Menabung dan Berinvestasi

Bagi anda yang punya penghasilan tetap setiap bulannya, bisa memprioritaskan pengeluaran rutin terlebih dahulu. Misalnya bayar tagihan listrik dan air, bayar cicilan rumah (jika ada), dan lain sebagainya. 

Selanjutnya, usahakan bisa menyisihkan uang untuk tabungan, sebagai dana darurat, hingga investasi. Ketika ada kebutuhan mendadak, maka bisa gunakan dana darurat. Sementara tabungan dan investasi untuk menjamin keuangan di masa depan.

2. Kurangi Menggunakan Kartu Kredit

Kartu kredit memang bisa memudahkan dalam hal berbelanja, makan di restoran hingga membeli barang. Kartu kredit bisa diajukan dengan mudah, tapi menggunakannya sama dengan berhutang.

Maka gunakan kartu kredit sebaik mungkin, gunakan jika diperlukan untuk memenuhi kebutuhan. Bila perlu gunakan ketika sedang ada promo saja, jadi lebih hemat dan terkontrol. Karena kartu kredit setiap bulannya harus dibayar cicilannya sesuai dengan ketentuan dari perbankan.

3. Membuat Anggaran Keuangan

Untuk mengurangi gaya hidup hedon, anda bisa membuat perencanaan anggaran keuangan. Penghasilan anda bisa dialokasikan sesuai kebutuhannya, buat persentase pengeluaran yang dibutuhkan.

Misalnya, penghasilan dari gaji bisa dialokasikan 50% untuk biaya hidup sehari-hari, seperti makan, biaya transportasi, hingga bayar tagihan listrik dan air. Kemudian 30% dialokasikan untuk tabungan dan investasi. Nah, sisanya 20% bisa digunakan untuk hiburan, liburan atau berbelanja barang yang diinginkan.

Itulah cara mengatasi gaya hidup hedonisme, agar bisa terhindar dari perilaku hidup boros dan konsumtif, apalagi jika harus berhutang demi memuaskan hasrat pribadi. Ujungnya hanya membuat hidup jadi merana.

Maka dari itu, mulai buat perhitungan dan perencanaan keuangan. Dari penghasilan yang diperoleh bisa dialokasikan sesuai kebutuhannya masing-masing, jangan lupa untuk menabung dan sisihkan untuk dana darurat. Jika suatu saat butuh biaya mendadak, bisa gunakan dana darurat.

Dari segi dampaknya, memang gaya hidup hedon punya sisi positif dan negatifnya. Jika anda sudah terlanjur terjerat dengan gaya hidup hedonisme, bisa mengurangi gaya hidup tersebut. Mulai fokus memikirkan masa depan dengan berinvestasi yang hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Gaya hidup hedonisme perlu dihindari karena bisa membuat seseorang tidak terkontrol dalam hal keuangan, menjadi lebih boros dan konsumtif. Terutama bagi yang penghasilannya pas-pasan, maka sebaiknya digunakan untuk menabung atau investasi masa depan, dan simpanan dana darurat. Maka menjadi penting adanya pengelolaan dalam mengatur keuangan dengan membuat anggaran pengeluaran.

You may also like