Home Perencanaan Beberapa Contoh Inovasi Sosial

Beberapa Contoh Inovasi Sosial

by Mas Abadi

Inovasi seperti yang kita ketahui selama ini yaitu suatu proses pengembangan atau perbaikan atau menciptakan sistem yang baru pada sebuah produk, baik barang maupun jasa dengan memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan teknologi. Inovasi bisa berarti baru bagi perusahaan terkait atau bagi pasar bahkan dunia.

Seiring berjalannya waktu, inovasi tidak hanya dibutuhkan pada sektor perdagangan barang dan jasa namun juga pada kebutuhan sosial. Inovasi sosial terjadi karena adanya keresahan sosial dan lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat sehingga diharapkan dapat menimbulkan dampak sosial yang positif.

Dampak sosial tersebut ditandai dengan adanya kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. Lalu apa saja contoh inovasi pada bidang sosial tersebut yang sudah diterapkan di Indonesia ?

Daftar Inovasi di Bidang Sosial

  1. Budidaya Lalat Hitam (BULATIH)

Budidaya Lalat Hitam (BULATIH) ini merupakan sebuah inovasi yang diusung oleh PT Pertamina Hulu Indonesia (Kalimantan Timur). Program ini dapat menjadi solusi yang efektif untuk menghemat biaya pakan ternak yang semakin mahal. Selain itu, juga ikut serta dalam mengurangi emisi gas rumah kaca kurang lebih 1,9 ton metana sehingga dapat mengendalikan dampak pemanasan global.

Program bulatih tersebut dilakukan dengan cara mengelola dan memanfaatkan sampah organik menggunakan metode biokonversi Black Soldier Fly (BSF). Hasilnya nanti yang akan dijadikan sebagai pengganti pakan ternak. Upaya ini dilakukan dengan harapan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terutama di wilayah ibu kota negara yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara. Dengan menggunakan BSF maka dapat ikut berkontribusi dalam mewujudkan Zero Domestic Waste dan ramah lingkungan.

Pertamina Hulu Indonesia (Kalimantan Timur) memberikan fasilitas berupa pembuatan kandang, peralatan untuk memproduksi BSF hingga bimbingan serta pelatihan selama proses budidaya berlangsung. Hasil dari inovasi ini sudah menunjukkan hasil dalam penghematan biaya pakan yakni mencapai 25% atau setara Rp 3 juta rupiah per bulan untuk budidaya lele dan 30% bagi para peternak unggas atau sekitar Rp 828 ribu per tiga bulan.

  1. Program Petani Maju 4.0

Jumlah pengangguran di Indonesia semakin bertambah dari waktu ke waktu termasuk anak-anak muda. Dan banyak anak muda yang kurang tertarik pada bidang pertanian dan tidak memiliki kemampuan yang mumpuni. Dengan melihat fakta tersebut maka dibuatlah program ini yang merupakan kolaborasi petani tua dan petani muda.

Program petani maju 4.0 memanfaatkan teknologi drone, praktik pertanian pertakultur melalui metode Bio-Tasuke dan aplikasi tanam digital. Melalui program tersebut, anak-anak muda di Indonesia didorong untuk menjadi petani modern sehingga dapat mengurangi pengangguran. Dan pada akhirnya program petani maju 4.0 berhasil membuat jumlah pengangguran pada anak muda berkurang hingga 13% dan melestarikan limbah organik.

  1. Program Pengembangan Kewirausahaan Perempuan (PRO-WOMEN) di Lombok

Saat ini Indonesia sedang melakukan upaya untuk mengembangkan sektor wirausaha di masyarakat. Namun biaya transportasi antar pulau yang tinggi dan banyaknya wilayah yang masih terpencil membuat kesenjangan antara kota besar atau pusat kota dan daerah terpencil. Keterbatasan tersebut menjadi penghalang untuk pendistribusian komoditas bisnis masyarakat. Selain itu, para pengusaha wanita masih terhalang dengan diskriminasi gender dan budaya patriarki di Indonesia.

Kondisi tersebut mendorong Patform Usaha Sosial (PLUS) yang bekerja sama dengan Ford Foundation dan Yayasan Rumah Energi menciptkan program PRO-WOMEN. Program ini membekali para pengusaha wanita di Lombok untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan. Pembekalan dan pendampingan bisnis pada program PRO-WOMEN ditujukan untuk 48 pengusaha wanita yang memiliki minimal satu pegawai  dan sudah lolos tahap seleksi.

  1. Mewujudkan Smart City yang berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Inovasi berikutnya yaitu program smart city yang berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Melalui program ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang sering terjadi di perkotaan yakni jumlah urbanisasi (penduduk yang berpindah dari luar kota/desa ke kota) yang semakin meningkat. Tidak hanya itu, namun masalah sampah yang terus menumpuk, kriminalitas yang semakin banyak dan munculnya kawasan kumuh.

Konsep dari smart city sendiri yaitu mengedepankan digitalisasi untuk meningkatkan pelayanan publik yang efisien. Program ini mencakup peningkatan layanan transportasi, pemanfaatan sumber daya yang lebih baik, memenuhi kebutuhan lansia, serta pelayanan administrasi kota yang terhubung satu dengan yang lainnya. Menerapkan konsep smart city tidaklah mudah karena membutuhkan anggaran yang cukup besar dan rendahnya jumlah sumber daya manusia yang dapat mendukung keberhasilan inovasi ini. Namun salah satu yang berhasil menerapkannya yaitu Kota Bandung. Kota ini berada di urutan 50 besar smart city dunia pada tahun 2021.

Itulah contoh inovasi sosial yang sudah diterapkan di Indonesia. Semua itu sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dapat mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi.

You may also like