Home Investasi Ciri-ciri Investasi Bodong dan Cara Menghindarinya

Ciri-ciri Investasi Bodong dan Cara Menghindarinya

by Mas Abadi
Investasi Bodong.

Tidak dapat dipungkiri, dijaman yang serba canggih seperti sekarang ini , masih marak terjadinya penipuan. Salah satunya adalah Investasi Bodong . Di mana masyarakat diminat untuk untuk menanamkan beberapa modal mereka kepada produk keuangan atau bisnis palsu atau pun bodong. 

Dengan iming-iming bunga yang tinggi, membuat banyak masyarakat tergiur dan masuk kedalam perangkap investasi palsu ini. Semakin maraknya investasi palsu, membuat masyarakat khawatir dan takut akan menjadi salah satu korban.Didalam artikel ini, kita akan membahas ciri-ciri investasi yang disebut bodong itu sendiri dan cara menghindarinya supaya anda dapat menghindari investasi tersebut.

Ciri-ciri investasi bodong

Agar Anda terhindar dari penipuan investasi ini, maka perlu sekali mengetahui ciri-cirinya. Di mana dengan mengenali ciri-ciri tersebut, maka Anda bisa lebih berhati-hati. Berikut ini adalah ciri-cirinya: 

  1. Memiliki keuntungan yang tidak wajar

Seperti yang telah dikatakan oleh Tirta Segara (Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen) bahwasanya kegiatan investasi palsu atau ilegal memiliki karakteristik yang hampir sama. Yang dimaksud disini adalah iming-iming bunga yang didapat akan sangat tinggi dalam waktu yang relatif singkat dan minim akan resiko.

  1. Tidak mempunyai perijinan yang jelas

Semua badan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan termasuk investasi, seharusnya terdaftar dan memiliki ijin oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK disini berfungsi sebagai pengatur, pengawas, pemeriksa, dan penyidik. 

OJK berwenang untuk mengatur dan mengawasi segala kegiatan pada sektor pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, jasa keuangan perbankan dan non perbankan serta jasa lembaga keuangan lainnya sesuai undang-undang yang telah berlaku di sektor jasa keuangan. 

Jika dalam lembaga tersebut melakukan pelanggaran terhadap peraturan undang-undang, OJK berhak menetapkan sanksi berupa administrasi ataupun mencabut ijin usaha lembaga tersebut.

  1. Menggunakan foto tokoh masyarakat

Selalu berhati-hati dalam berinvestasi. Tidak semua tokoh masyarakat tergabung dalam investasi atau bahasa kerennya saat ini diendorse. Investasi palsu kerap menggunakan foto para tokoh masyarakat dengan mengambilnya secara ilegal.

  1. Rekam jejak

Investasi palsu atau bodong ini sendiri biasanya memiliki rekam jejak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mereka akan selalu menunjukan dan mengaku bahwa mereka sudah menjalankan investasi ini selama bertahun-tahun dan sudah berpengalaman tentunya.

  1. Didesak dalam berinvestasi

Salah satu ciri yang jelas adalah poin yang satu ini. Para pelaku akan selalu mendesak anda untuk bergabung dalam investasi mereka. Mereka akan menjanjikan banyak hal yang sangat menggiurkan. Jika anda merasa didesak atau dipaksa, alangkah baiknya anda curiga kalau anda sedang dalam perangkap investasi palsu atau bodong.

demikianlah beberapa ciri investasi palsu atau bodong. Harap berhati-hati jika anda nantinya ingin berinvestasi. Investasi palsu atau bodong tidak hanya soal keuangan. Beberapa investasi palsu ini, selain keuangan adalah investasi emas . Anda harus bijak,pintar, dan teliti agar terhindar dari jeratan investasi yang tidak sesuai aturan. Nah, agar anda terhindar dari investasi palsu ini, berikut beberapa cara untuk menghindari investasi palsu tersebut.

Cara untuk menghindari investasi bodong

Investasi Bodong.

Setelah mengetahui ciri dari investasi palsu atau bodong, maka selanjutnya Anda harus bisa mengetahui bagaimana cara menghindarinya. Berikut ini adalah caranya:

  1. Informasi perusahaan

Anda harus mencari informasi tentang latar belakang tempat anda akan berinvestasi. Cek perusahaan atau lembaga keuangan tersebut. Jika informasi yang didapat terlalu mengada-ada, lebih baik jangan melanjutkan untuk berinvestasi. Jika anda tidak dijelaskan secara detail tentang sebuah investasi dengan penjelasan yang berputar-putar, anda wajib curiga kalau anda sedang dalam perangkap investasi palsu.

  1. Cek legalitas

Cek perijinan atau legalitas lembaga keuangan yang mengajak anda berinvestasi tersebut. Jika mereka bukan investasi palsu atau bodong, perusahaan atau lembaga mereka akan terdaftar dan memiliki ijin oleh Otoritas Lembaga Keuangan (OJK) sehingga adanya transparasi dalam pengelolaan keuangan anda.

  1. Identifikasi Penawaran

Ada berbagai banyak bentuk investasi. Jika investasi tersebut seperti properti atau perkebunan, tidak ada salahnya anda melakukan pengecekan atau survey langsung kelapangan untuk melihat properti atau perkebunan yang akan anda investasi tersebut. Jika investasi yang ditawarkan kepada anda berbentuk saham, tidak ada salahnya ada cek lagi lembaga keuangaan tersebut.

  1. Jangan percaya dengan keuntungan yang relatif banyak dan cepat

Investasi yang menawarkan investasi dengan keuntungan yang tidak wajar (banyak dan cepat), sudah jelas itu adalah investasi palsu. Anda tidak perlu melanjutkan untuk meladeni penjelasan tersebut. Jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan. 

Investasi yang baik adalah yang memiliki keuntungan yang wajar dan dengan waktu yang sudah diperhitungan dengan seksama. Investasi yang legal akan menjelaskan secara rinci keuntungan-keuntungan apa saja yang akan ada dapatkan.

Itulah beberapa cara untuk menghindari Investasi Bodong. Sekali lagi ditekankan, jika anda ingin berinvestasi, anda harus teliti, pintar, dan bijak. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Pastikan apa tujuan anda dalam berinvestasi. Karena tanpa disadari, banyak orang tidak memiliki tujuan yang jelas dalam berinvestasi. Investasi bukan saja untuk menjadi kaya. Dan menjadi investor juga tidak bisa langsung mendapatkan cuan. Alangkah lebih baiknya sebelum berinvestasi, anda berkonsultasi kepada ahlinya dan lakukan perencanaan keuangan anda dengan matang.

You may also like